CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 193 Pernikahan Sakral



Setelah semua saksi nikah, wali yang menikahkan Stevie dengan Alexander sudah berada pada posisi mereka masing-masing. Penghulu segera memulai prosesi akad nikah. Acara akad nikah itu berlangsung dengan sangat sakral, dan keheningan berlangsung ketika tuan Wijaya membacakan akad, dan Alexander dengan lancar membaca qabul. Tanpa sadar, Andreas Jonathan merasa seperti dejavu, kembali teringat dengan proses akad nikahnya dengan Cassandra, yang telah dipaksakannya dan diadakan di rumah sakit Solo. Rasa takut akan kehilangan istrinya, membuat laki-laki muda itu sangat posesif, dan tidak mau tahu meminta Alexander untuk mengurus dengan cepat proses pernikahannya. Untungnya, rasa cinta antara dirinya dengan Cassandra, seiring berjalannya waktu dapat tumbuh, dan mereka menjadi pasangan yang sangar serasi dan susah untuk dipisahkan,


"Baiklah.. pembacaan akad nikah, dan ijab qabul sudah terlaksana semuanya dengan lancar dan baik. Saya ingin bertanya kepada para saksi, apakah pernikahan antara Alexander Bagaskara dengan Stevie Putri Wijaya bisa dinyatakan sah.." terdengar suara penghulu bertanya pada para saksi. Stevie tersentak mendengar namanya yang dibacakan oleh penghulu, yang ternyata dari nama panjangnya sudah menunjukkan siapa nama dari papanya. Hanya saja, sampai sejauh ini Stevie tidak memahami makna dari nama yang disematkan mamanya untuknya.


"Sah.." suara serentak memenuhi ball room.


"Alhamdulillah, barakallah, sudah sah antara Alexander Bagaskara dengan Stevie Putri Wijaya menjadi pasangan suami istri. Kalian berdua harus menjadi pasangan yang saling melengkapi, saling menutupi kekurangan dari pasangan masing-masing. Jika ada aib dari salah satu pasangan, tutuplah sendiri, janganlah kalian sebarkan pada orang lainnya. Kalian harus bisa mewujudkan diri menjadi sebuah keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah.." penghulu menyatakan jika pernikahan antara pasangan pengantin itu sudah dinyatakan sah.,


Air mata tanpa sadar mengalir dari kelopak mata Stevie, dan juga  di kelopak mata Nyonya Sheilla. Alexander mengambil lipatan tissue, kemudian laki-laki itu mengusap aiar mata tersebut. Kedua mata pasangan suami istri yang baru dinyatakan sah itu, saling berpadu, tetapi akhirnya Stevie yang lebih awal menundukkan wajahnya ke bawah. Gadis itu tidak mampu mengendalikan perasaan, ketika matanya beradu dengan mata suaminya. Terdengar penghulu menyampaikan materi siraman rohani, yang lebih banyak memberikan kajian dan nasehat untuk calon pengantin. Namun selain itu, juga mengingatkan kembali pada pengantin yang sudah lama menikah, untuk selalu memperbarui rasa cinta dalam keluarganya masing-masing. Akhirnya tidak lama kemudian, penghulu mengakhiri siraman rohaninya.


"Stevie sayang.., terima kasih sudah mau menjadi istriku sayang.." tiba-tiba Alexander berbisik di telinga Stevie, dan laki-laki itu memberikan kecupan di dahi gadis itu. Tidak lama kemudian, kedua bibir pasangan pengantin baru yang baru saja disahkan itu, saling bertaut di depan semua


"Prok.. prok.. prok.." suara tepuk tangan bergemuruh di seluruh ball room.


Stevie mendorong dada Alexander, dan sedikit menjauh karena merasa malu dengan respon heboh dari semua yang hadir di ball room hotel tersebut. Tetapi dengan sigap tangan Alexander dengan protective langsung memeluk bahu istrinya, kemudian mengajak gadis itu berdiri untuk memberikan apresiasi para tamu yang sudah hadir di dalam acara akad nikahnya.


"Selamat sayang.. kamu sudah menjadi seorang istri saat ini.. Raih surgamu dari suamimu saat ini, jadilah pasangan yang selalu patuh dan menurut dengan suamimu..." tuan Wijaya mengucapkan selamat pada Stevie, kemudian memberikan pelukan pada putrinya. Air mata bahagia mengalir di wajah laki-laki tua itu, namun ada rasa sesak dan penyesalan karena baru beberapa bulan terakhir mereka dipertemukan.


Di belakang tuan Wijaya, diikuti Nyonya Sheilla, dan juga Andreas Jonathan. Ada keharuan dari dua laki-laki muda itu ketika mereka saling bersalaman dan berpelukan. Tidak ada kata-kata yang keluar dari bibir keduanya..


"Terima kasih tuan muda.." ucap Alexander pelan.


"Hush.. aku kakak iparmu sekarang Alex, call me kakak..." dengan cepat Andreas Jonathan merevisi panggilan Alexander untuknya.


"Ya honey... ini akad nikah Alexander dan Stevie sudah berlangsung, seperti tadi rekaman video yang aku kirimkan ke ponselmua honey. Sampaikan ucapan selamatmu untuk pasangan pengantin..." Andreas Jonathan kemudian mengarahkan screen ponsel ke arah pasangan pengantin itu.


"Kak Sandra... terima kasih kak.." dengan raut wajah bahagia, Stevie melambaikan tangan pada kakak iparnya.


"Iya Stevie, peluk cium dari kak Sandra dan Altezz ya sayang, karena sesuatu hal kakak tidak bisa datang dalam acara pernikahan kalian. Sampaikan salamku untuk kak Alex ya.., semoga tidak pakai waktu lama, kita akan bisa bertemu dan berkumpul lagi seperti dulu.." ada nada keharuan dalam kata-kata yang diucapkan Cassandra.


"Baik kak Sandra.., ini ada kak Alex di samping Sandra juga kak.." Stevie mengarahkan layar ke wajah suaminya, kemudian ke wajah tuan Wijaya dan nyonya Sheilla.


Beberapa saat keluarga besar itu saling berkirim kabar dan salam, dan tanpa mereka sadari di belakang Andreas Jonathan terlihat Herlambang merangsek ke depan. Laki-laki muda itu terlihat antusias ingin bertemu dan mengerti kabar tentang Cassandra. Namun dengan cepat Miss Cathy menarik anak muda itu kembali ke belakang.


"Herlambang... mau kemana kamu, jangan bertindak impulsive, dan berbuat kekacauan dalam acara sakral ini. Jika tuan muda Andreas Jonathan tahu bagaimana tindakan usilmu, maka tidak peduli jika kamu ini bawahan atau tidak, tuan muda pasti akan memberikan hukuman kepadamu. Menjauhlah dari mereka, ayuk ikuti aku mencari makanan saja." Miss Cathy menarik lengan Herlambang yang saat ini sudah menjalin kedekatan dengannya. Perempuan muda itu membawa kekasihnya itu menuju tempat makanan.


"Jangan posesive Cathy.. aku hanya ingin tahu bagaimana kabar dari saudara angkatku saja Cathy.." Herlambang membela diri. Tetapi Miss Cathy tidak mempedulikan pembelaan dari laki-laki itu, perempuan muda itu tetap membawa pergi kekasihnya dari keluarga tuan  muda Andreas Jonathan.


Meskipun pernikahan antara Stevie dan Alexander tidak dilaksanakan secara besar-besaran, tetapi akad nikah itu berjalan dengan sangat tertata dan teratur. Semua yang hadir dijamu dengan jamuan mewah standar bintang lima, dan juga mendapatkan souvenir pernikahan yang sangat mewah pula. Meskipun persiapan pernikahan itu diadakan secara mendadak, hanya selama satu minggu. Ternyata seorang diri, Alexander bisa mengatur semuanya dengan sangat tertata.


"Sheilla.. aku menunggu keputusanmu juga Sheilla, kapan kamu mengijinkanku untuk melakukan pernikahan kembali denganmu..." tiba-tiba terdengar suara pelan tuan Wijaya mencoba mendekati kembali mantan istrinya.


"Semua terlalu tergesa-gesa Wijaya, bisakah kali ini kamu mengikuti kebahagiaan pada putri dan menantu kita. Jangan bertindak macam-macam yang akan merusak kesakralan acara ini..." Sheilla menatap wajah tuan Wijaya dengan pandangan tajam, seakan memberi peringatan keras pada laki-laki tua itu.


**********