CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 26 Gosip



Divisi kerja sama perusahaan masuk ke area perkantoran untuk ruang CEO dan wakil CEO, namun melihat ketidak beradaan sekretaris eksekutif laki-laki itu tidak berani masuk ke dalam. Laki-laki bernama Guruh itu bergegas kembali ke ruang kerjanya, namun belum sampai menuju ke pintu lift, Guruh berpapasan dengan Jarwo yang baru saja membereskan perlengkapan makan kotor dari ruang tuan mudanya,


"Tuan Guruh.. permisi.." Jarwo meminta jalan pada laki-laki itu.


"Dari mana kamu Jarwo.., tadi saya ke ruang Nona Cassandra, tetapi sekretaris itu sedang tidak di tempat. Padahal aku sedang ada kepentingan dengan tuan muda atau tuan Alex." melihat Jarwo yang keluar dari ruang kerja CEO, Guruh langsung bertanya pada laki-laki itu.


"Non Cassandra sedang makan pagi di ruang tuan muda.., ada tuan Alex juga. Makanya ini saya mengambil kembali perlengkapan makan yang kotor tuan Guruh.." dengan lugu, Jarwo menjawab pertanyaan dari Manajer Divisi itu.


"Non Sandra ikut makan pagi di ruang CEO, berani sekali gadis itu. Selama ini, di sepanjang karir aku bekerja di perusahaan ini, tuan muda selalu menjaga jarak dengan karyawan manapun. Hanya tuan Alexander yang memiliki kebebasan, untuk bersama dengan tuan muda. Sekarang... bagaimana juga, Non Cassandra yang dekil itu bisa bersama makan pagi di dalam ruangan tuan muda.." dengan nada heran, Guruh seakan tidak mempercayai apa yang disampaikan oleh Jarwo itu.


"Maaf tuan Guruh.. untuk itu saya tidak tahu. Tugas saya hanya melayani kebutuhan mereka, makanan, minuman ataupun bersih-bersih ruangan, itu menjadi tugas saya dengan tim cleaning service. Jika tuan Guruh, masih memendam pertanyaan, mungkin tuan bisa bertanya sendiri dengan non Sandra. Pasti beliau akan menjawabnya, non Sandra itu baik kok tuan.. hanya ucapan orang-orang yang tidak berdasar saja, yang mengatakan non Sandra itu bar bar." tanpa sadar, Jarwo yang setiap hari berinteraksi dengan Cassandra, membela gadis itu.


"Kamu Jarwo.. malah memuji non Sandra.. Sudah, kamu kembali ke tempatmu bekerja, aku akan menunggu non Sandra di sini saja. Tidak mungkin juga bukan, mereka akan sampai siang berada di ruang kerja tuan muda.." akhirnya Guruh memilih menunggu munculnya Cassandra di luar ruang kerja gadis itu. Laki-laki itu mendatangi kursi tunggu, kemudian duduk di kursi tersebut.


Beberapa saat tuan Guruh main ponsel di tempat duduk, tiba-tiba tanpa disadarinya Miss Cathy berjalan menghampiri laki-laki itu.


"Mas Guruh.. untung kita ketemu disini. Barusan aku baru mau menelpon mas Guruh.." seperti ada hal penting yang akan disampaikan, Miss Cathy mendekati Guruh. Perempuan itu kemudian duduk di samping laki-laki itu,.


"Ada apa Miss.. sepertinya ada sesuatu yang penting..?" Guruh bergeser ke samping, memberi ruang pada perempuan itu untuk duduk dengan nyaman.


"Sedikit saja mas.. penilaian atasan untuk bawahan mas Guruh apakah sudah diunggah. Sesama co  worker juga banyak yang belum melakukan penilaian mas.. mohon kerja samanya ya untuk segera difinalisasi. Karena tim kami masih harus membuat analisis hasil, dan nanti akan segera kita kirim ke tingkat managerial." ternyata Miss Cathy menagih tentang penilaian prestasi kerja pegawai.


Secara periodik, biasanya dilakukan satu tahun dua kali, perusahaan secara rutin selalu melakukan penilaian prestasi kerja. Bagi karyawan yang berhasil meraih prestasi, akan mendapat insentif dan bonus yang tidak sedikit dari perusahaan. Bahkan anggota keluarganya di rumah, juga sering turut mendapatkan insentif tersebut.


"Okay terima kasih sudah diingatkan Miss.., setelah berjumpa dengan tuan muda, nanti akan segera kami finalisasi. Bukan maksud kami untuk menghambat ya miss.. tapi yah.. akhir-akhir ini banyak sekali kerja sama yang masuk, maupun yang diinisiasi oleh perusahaan kita.." dengan sedikit malu, Guruh berusaha membela diri,


"Santai sajalah, ini mas Guruh mau bertemu tuan muda ya?? Non Sandra juga sedang tidak ada di tempat, kemana dia.." Miss Cathy berdiri, dan menengok ke tempat duduk Cassandra.


"What.. semakin berani anak baru itu. Tidak ada dalam kamus perusahaan, sekretaris merayu CEO dengan makan pagi bersama selama ini. Memang harus diberikan pelajaran gadis itu, agar tahu dan paham kapan serta bagaimana harus bertindak.." dengan  reaksi kaget, Miss Cathy terpancing emosinya.


Guruh kaget melihat reaksi yang ditunjukkan oleh HRD Division itu, sama sekali tidak ada dalam pikiran Guruh akan memancing emosi perempuan itu.


"Miss .. jangan salah paham. Ada tuan Alex juga di dalam ruang tuan muda, jadi tidak hanya berdua antara Non Sandra dengan tuan muda.." merasa khawatir jika ucapannya dapat menyulut perempuan, Guruh berusaha melakukan koreksi atas kata-katanya. Laki-laki itu tahu persis, bagaimana persaingan di para karyawan perempuan untuk menarik perhatian CEO dan wakil CEO. Bahkan sering terjadi penindasan pada karyawan, hanya karena karyawan perempuan mendapatkan perhatian dari the most man wanted itu..


"Sama saja.., harus nya gadis itu paham bagaimana dia harus bersikap." sahut miss Cathy ketus. Guruh diam tidak menanggapi kata-kata dari perempuan itu, dan laki-laki itu mengembalikan fokusnya pada ponsel yang ada di tangannya.


**********


Tidak menunggu lama, berita keberadaan Cassandra makan pagi bersama dengan tuan muda dan tuan Alexander beredar luar ke dalam perusahaan. Para karyawan perempuan dengan geram menghujat nama Cassandra, dan mengecam hanya karena alasan bukan mereka yang mendapatkan keberuntungan itu. Padahal bagi Cassandra, jika bisa, gadis itu lebih memilih untuk menghindar dari ajakan makan bersama dua petinggi perusahaan itu.


"Sudah dengan gosip terbaru tidak.. aku dengar sendiri ketika Miss Cathy marah-marah, jadi jangan kalian bilang aku adalah penyebar hoax.." Salsa dari unit Creative memberi tahu teman-temannya. Tanpa sengaja gadis itu hendak datang ke ruang sekretariat, untuk mengantarkan surat permohonan cutinya yang sudah ditanda tangani manajer Divisinya. Namun gadis itu malah ikut mendengar percakapan antara Guruh dan Miss Cathy.


"Berita apaan.." sahut Renny dari meja kerjanya.


"Si anak baru itu, Cassandra.., masak pagi ini beraninya dia makan pagi di ruang kerja CEO kita, tuan muda Andreas Jonathan. Ada tuan Alexander juga lagi.. payah ga tuh.." dengan berapi-api Salsa menceritakan apa yang baru saja didengarnya itu.


"Gosip dari mana tuh.., jangan sampai kita kena omel tuan Alexander, ternyata kabar yang kamu bawa hanya hoax saja." dengan acuh, Renny menanggapi perkataan Salsa.


"Berani kamu menuduh Miss Cathy sebagai penyebar hoax.. Bisa habis kamu nanti disemprot nenek lampir itu. Hi.. hi.. hi.." Salsa malah menggoda Renny.


Salsa kemudian menceritakan apa yang dia dengar tentang keberuntungan Cassandra pagi ini. Para karyawan itu tidak turut merasa senang dengan faktor kebetulan yang dialami oleh Cassandra, tetapi malah marah-marah mengumpat gadis itu.


*********