
Setelah memastikan jika papanya sudah bisa untuk ditinggal, Andreas Jonathan mengajak istrinya untuk pergi ke SIngapura. Hanya berbekalkan alamat yang ditulis dalam secarik kertas yang diberikan tuan Wijaya kepada mereka, pasangan suami istri itu dengan membawa Altezza menuju negara tersebut menggunakan private jet. Hanya dalam waktu satu jam tiga puluh menit, private jet yang membawa keluarga kecil itu sudah mendarat di Changi, bandara Singapura.
"Honey.. biar Altezz, aku saja yang gendong. Bandara Changi sangat luas, aku tidak mau kamu akan merasa kelelahan." dengan beberapa pengawal yang membawa barang bagasi, Andreas Jonathan mengambil Altezza dari gendongan istrinya. Sebenarnya Cassandra tidak keberatan menggendong putranya, namun karena suaminya memaksa, akhirnya gadis itu merelakan putranya bersama dengan papanya.
Keluarga kecil itu berjalan mengikuti pengawal yang menjadi pemandu jalan untuk mereka keluar dari dalam bandara. Tidak lama kemudian, Andreas Jonathan dan Cassandra sudah melihat pintu keluar dari dalam bandara. ternyata para pengawal sudah bekerja sama dengan pihak pengelola keamanan bandara, untuk memberikan akses untuk mereka bisa keluar dari bandara dengan singkat,. Mereka bisa keluar masuk bandara, tanpa melewati pemeriksaan seperti para penumpang yang lain.
"Tuan muda.. kita ambil jalan ke kanan, karena mobil tidak diperbolehkan tepat berada di kawasan sini. Kita masih perlu berjalan kurang lebih lima puluh meter agar bisa keluar dari lingkungan dalam airport." pengawal menunjukkan akses jalan keluar.
Tanpa menjawab Andreas Jonathan merangkul Cassandra, dan membawanya mengikuti para pengawal itu. Tidak lama mereka berjalan, terlihat dua buah mobil sudah berada dalam posisi siap untuk berjalan. Rolls-Royce Phantom Orchid dan satu buah Jeep Renegade tampak sudah dalam kondisi terbuka, menanti Andreas Jonathan beserta rombongan. Tampak driver dalam posisi siap menyambut kedatangan mereka, dan segera mempersilakan keluarga kecil itu untuk masuk ke dalam mobil.
"Tuan muda.. silakan masuk ke mobil yang didepan, dan kita akan langsung menuju ke Raffles International Hotel, agar tuan muda dan nona muda bisa beristirahat. Beberapa pengawal akan mengikuti tuan muda dengan menggunakan mobil yang ada di belakang.." mendengar penjelasan dari pengawal, Andreas Jonathan dengan hati-hati membantu istrinya naik ke dalam mobil lebih dulu. Setelah itu laki-laki itu dengan hati-hati menyerahkan Altezza pada Cassandra, dan tidak lama kemudian laki-laki itu mengikuti istrinya masuk ke dalam mobil.
"Apakah ada tempat yang akan disinggahi terlebih dahulu tuan muda.., ataukah kita langsung mengemudi untuk menuju hotel. Karena saat ini kita sudah memasuki makan malam, siapa tahu tuan muda menghendaki untuk makan malam terlebih dahulu." dengan sopan, driver menawarkan pilihan pada keluarga kecil itu.
"Antar kami langsung ke hotel, putraku belum terbiasa melakukan perjalanan jauh. Atur makan malam untuk kami di hotel, minta pengaturan pada tuan Alexander." dengan nada tegas, Andreas Jonathan membuat perintah.
"Siap tuan muda.." selesai menjawab, perlahan driver segera menginjak pedal gas, dan mobil segera meninggalkan area bandara. Tidak lama kemudian, mobil yang dikemudikan driver sudah keluar dari bandara, dan aneka lampu membuat pemandangan yang begitu indah dan menakjubkan di sepanjang perjalanan. Cassandra yang belum pernah melakukan perjalanan jauh, tampak takjub dan kagum menikmati pemandangan itu. Di sampingnya, tuan muda Andreas Jonathan tersenyum, dan membiarkan istrinya melihat ke luar kaca mobil.
*******
Begitu Rolls-Royce Phantom Orchid berhenti di lobby hotel Raffles, tampak pelayan hotel sudah membukakan mobil untuk mereka,. Di depan pintu masuk lobby, beberapa pengawal Andreas Jonathan sudah siap untuk memberikan pelayanan pada pasangan suami istri itu. Tidak berapa lama, akhirnya Andreas Jonathan dan Cassandra turun dari dalam mobil dan langsung berjalan masuk menuju pintu mobil. Lagi-lagi mata Cassandra disuguhkan oleh pemandangan di depannya. Hotel tempat mereka berada ini merupakan hotel yang bersejarah, hotel yang ikonik berarsitektur neo-renaissance, Raffles Hotel Singapore. Hampir semua penampakan luar hotel didominasi dengan warna putih, yang menambah kegagahan dan keelegannan hotel.
Cassandra tertegun mendengar penjelasan dari laki-laki itu, karena gadis itu sama sekali tidak menyangka jika keberadaan mereka di negara kecil ini, ternyata ditemani oleh banyak pengawal,. Bahkan asisten pribadi dan juga wakil CEO perusahaan, Alexander juga mengikuti mereka sampai ke negara Singapura.
"Baik.. antarkan kami ke kamar hotel langsung. Minta tuan Alexander untuk menunggu.." satu kalimat yang keluar dari bibir laki-laki itu, langsung direspon cepat oleh para pengawal. Mereka segera berbagi tugas..
"Siap tuan muda.. ikuti saya.." salah satu pengawal segera memimpin jalan untuk menuju ke pintu lift. Beberapa yang lainnya, menggunakan pintu lift yang lain, membawakan bagasi mereka yang sangat banyak.
Pasangan suami istri segera mengikuti pengawal, dan segera memasuki lift. Pandangan kekaguman kembali dirasakan oleh Cassandra, karena kebetulan lift yang mereka gunakan tembus pandang keluar hotel. Tampak bangunan gedung bertingkat dengan latar belakang pantai, sangat indah dan dengan jelas bisa dilihat dari dalam lift yang bergerak ke lantai atas. Setelah sampai di lantai sebelas, akhirnya pintu lift berhenti, dan pengawal segera menunjukkan jalan untuk mereka.
"Akan sampai berapa hari kak, kita akan berada di dalam hotel ini.." sejak tadi berusaha menahan rasa ingin tahunya, Cassandra akhirnya memberanikan diri untuk bertanya pada suaminya.
Andreas Jonathan yang sejak tadi tidak mempelihatkan senyumnya, kemudian menundukkan wajah dan bertatapan dengan istrinya. Bibir laki-laki itu tersenyum, dan satu tangannya terulur untuk memegang bahu istrinya.
"Aku tidak dapat menjawabnya honey.. semua terserah kamu. Kita masih harus menyusuri alamat yang diberikan papa, baru nanti kita akan mendatanginya. Harapanku, alamat terakhir yang diberikan papa, masih alamat mama yang lama. Tapi jika memang mama sudah pindah, maka aku tidak tahu lagi harus mencarinya kemana..' ucap Andreas Jonathan tegas.
"Baik kak.. Sandra dan Altezz akan mengikuti kak Andre kemanapun.." sahut Cassandra pelan.
Andreas Jonathan kembali tersenyum, kemudian menundukkan wajah, dan memberikan ciuman di kening gadis itu. Pipi Cassandra bersemburat merah, karena melihat banyaknya pengawal di sekeliling mereka. Andreas Jonathan memang tidak pernah melihat tempat, dimana mereka berada, dan suka melakukan sesuatu sesuka hatinya.
*********