CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 231 Firasat Buruk



Semua yang berada dalam ruangan itu terdiam, mereka melihat ke arah Andreas Jonathan. Namun laki-laki kepala keluarga di rumah ini, malah berbalik badan meninggalkan tempat mereka berada saat ini. Seakan sudah memahami karakter dari laki-laki itu, Cassandra dan Alexander akhirnya pergi mengikuti Andreas Jonathan. Akhirnya laki-laki muda itu masuk ke ruang baca, dan semua yang tadi ikut berada di depan pintu utama mansion, menunggu mereka di ruang tengah. Tuan Wijaya segera memeluk bahu istrinya, menenangkan perempuan paruh baya itu.


"Apakah kepandaianmu langsung hilang menguap Alex, hanya dengan perginya istrimu. Gunakan kepandaianmu, kenapa kamu tidak meretas CCTV di kota ini. Teknologi negara Swiss untuk menekan tingkat kejahatan dan kriminalitas di negara ini sangat maju, dan juga canggih. Manfaatkan itu untuk mencari tahu kemana perginya Stevie.. Dengan kemarahan yang menguasainya, pasti gadis itu akan menyembunyikan diri dan mematikan ponselnya, dan driver pun pasti juga diminta melakukan hal yang sama." dengan suara pelan, setelah mereka duduk Andreas Jonathan bersuara.


Cassandra menganggukkan kepala berusaha memahami cara kerja suaminya. Mendengar penuturan dari Andreas Jonathan, ALexander seperti mendapatkan pencerahan. Laki-laki muda itu segera berjalan mendatangi komputer yang ada di dalam ruangan itu. Perangkat komputer dengan spesifikasi dan teknologi tinggi yang terbarukan itu, langsung menunjukkan signal menyala. Tidak beberapa lama, Alexander sudah terpekur di depan layar komputer,


"Apakah tanda merah itu mobil yang dibawa driver untuk mengantarkan Stevie kak...?" karena menggunakan bahasa pemrograman, dan rekaman hasil pelacakan kamera CCTV kota Inter laken tidak bisa dipahami, Cassandra bertanya pada suaminya.


"Iya.. Alex punya kepandaian dalam melakukan pelacakan, termasuk meretas IP dan website yang dipunya siapapun. Hanya saja, jika tidak ada sesuatu yang mendesak, laki-laki itu tidak pernah menggunakannya. Karena terlalu panik, dengan perginya Stevie.., laki-laki itu sampai lupa menggunakan keahliannya itu.." sambil terus mengamati Alexander bekerja, Andreas Jonathan menjawab pertanyaan istrinya.


Cassandra terdiam, dan kembali ikut mengamati layar komputer di depannya itu. Tetapi perempuan muda itu tidak bisa memahami apa yang dilihatnya. Akhirnya Cassandra memutuskan untuk tetap berada di ruangan itu, tetapi duduk di atas sofa. Andreas Jonathan melihat ke arah istrinya, akhirnya ikut duduk di samping perempuan itu.,


"Jika sampai Stevie pergi meninggalkan kak Alex, Sandra yakin gadis itu benar-benar merasa terpukul, atau merasa direndahkan. Meskipun belum genap satu tahun, Sandra mengenal Stevie sebagai seorang gadis yang mandiri, tetapi halus perasaannya. Mungkin kak Alex perlu untuk melakukan introspeksi diri, apakah ada perlakuan atau perkataannya yang menyinggung atau menyentuh batas sadar Stevie.." Cassandra berbicara pada suaminya.


"Honey... itu urusan mereka berdua, Alex sudah menceritakan semuanya kepadaku. Saat ini bukan lagi menjadi urusan kita. Mereka berdua memang butuh waktu untuk saling menyelami, dan mengenal pribadi mereka masing-masing. Jika mereka bisa melalui hal itu, maka usia pernikahan mereka akan bisa langgeng. Sama seperti kita bukan, saling mengerti dan memahami..." kata-kata Andreas Jonathan membuat Cassandra menjadi speechless.


Gadis itu memang juga merasakan, beberapa hal sering harus ditolerirnya untuk menjaga agar mereka terhindar dari pertengkaran dan keributan. Demikian juga dengan Andreas Jonathan, laki-laki muda itu juga lebih banyak bersabar untuknya. Memang kunci bagaimana mereka bisa mempertahankan mahligai rumah tangga, adalah bagaimana mereka harus bisa menghormati, dan menjaga perasaan pasangannya.


*********


Beberapa saat kemudian...


Setelah menemukan sasaran objek yang ditengarai sebagai mobil yang membawa Stevie, Alexander merasa lega. Tetapi ketika memasuki kota Luzern.., dahi laki-laki itu berkerut. Terlihat ada objek lain yang dengan jelas mengikuti mobil yang membawa Stevie, dan itu berlangsung beberapa saat. Alexander menjadi lebih fokus, dengan melakukan zoom dan merubah objek menjadi 3 dimensi.


"Damn it... ada yang membuntuti Stevie dari kota Luzern.., siapa mereka..?" Andreas Jonathan langsung berdiri mendengar adik iparnya berteriak.


"Belum jelas siapa kak, tapi titik henti Stevie masih berada di kota Luzern.., tapi sepertinya ada trouble untuk hack CCTV kawasan kota itu. Aku akan terbang ke Luzern sekarang juga, karena ada objek lain yang mulai membuntuti mobil Stevie, ketika istriku masuk ke kota Luzern. Aku tidak boleh buang waktu kak.." Alexander segera bergegas meninggalkan ruangan itu.


"Gunakan helikopter di atas mansion saja Alex.., sudah lama kendaraan itu tidak aku gunakan untuk terbang. Ajak dua pengawal atau lebih, dan segera kasih kabar tentang keadaan terbaru. Aku akan segera menyusulmu..." Andreas Jonathan memberi banyak pesan pada adik iparnya itu,


"Siap kak,," setengah berlari, ALexander segera berlalu dari ruangan itu,


Andreas Jonathan bisa menyembunyikan rasa khawatirnya, tetapi tidak dengan Cassandra. Gadis muda itu merasa panik, karena Stevie pergi ketika berada dalam rumah ini, ketika bersama dengannya. Seperti memahami kepanikan yang dialami istrinya, Andreas Jonathan memeluk dan mendekap istrinya di dada.


"Honey... jangan terlalu over thingking... Negara Swiss memiliki tingkat keamanan dan keselamatan tertinggi di dunia. Tidak akan banyak penjahat, yang mampu bertahan untuk melakukan kejahatannya di kota ini. Hilangkan kekkhawatiranmu, aku takut akan berdampak pada Altezz putra kita.." dengan lembut Andreas Jonathan berusaha menenangkan hati istrinya,


"Iya kak... tapi Stevie kak... Gadis itu baru saja berada di kota ini, dan sudah berani pergi meninggalkan kita. Sandra tidak bisa menghilangkan pikiran buruk tentang Stevie kak... Kerahkan orang untuk melakukan pencarian kak, jangan hanya diam saja. " Cassandra mendesak suaminya.


Andreas Jonathan mengambil nafas panjang, kemudian melepas pelukannya dan memegang sisi kepala istrinya. Senyuman keluar dari bibir laki-laki itu, meskipun Cassandra merasa jika senyuman itu malah menakutkan.


"Beberapa saat lagi aku akan menyusul ALex.., tetapi aku harus memastikan jika keadaanmu dan Altezz juga baik-baik saja. Ajak mama Sheilla untuk bersamamu Sandra, karena aku aka memberi tahu papa Wijaya juga, Mendengar putrinya yang masa tumbuh kembang tidak dibersamainya, aku yakin papa akan mengikutiku untuk mencari Stevie.." akhirnya jawaban melegakan muncul juga dari bibir laki-laki itu.


Beberapa saat kemudian, Andreas Jonathan mengajak istrinya Cassandra untuk turun ke lantai bawah. Tampak Altezza sedang bermain dengan suster pengasuh di ruang tengah. Suster pengasuh terlihat sedang mengajari anak kecil itu membaca dan menulis..


"Suster.. persiapkan barang-barang Altezza, sebentar lagi aku akan panggil Susy untuk mengantarmu ke ruang bawah." mendengar kata-kata suaminya, Cassandra merasa bingung. Tetapi karena merasa yakin jika suaminya pasti tidak akan membiarkan anaknya celaka, perempuan muda itu diam saja.


**********