CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 120 Bidadariku



Andreas Jonathan dan rombongan keluar dari dalam apartemen dalam keadaan lesu, tetapi mereka tidak kehilangan semangat. Tetapi untungnya Alexander sudah mengatur janji dengan Mr. Smith, sesaat ketika mereka sudah sampai di depan lobby apartemen, Karena mereka tidak berada dalam satu mobil, Alexander segera memberi tahuan tuan muda, dimana mereka harus bertemu dengan Mr. Smith.


"Mr. SMith saat ini sedang makan pagi di Ma La Hui Cui Guan, 260 Middle Road. Jika kita akan bertemu dengannya hari ini, laki-laki itu dapat menunggu kita di restaurant tersebut tuan muda. Karena nanti sore, Mr. SMith akan berangkat ke Spanyol untuk urusan bisnis." ucap ALexander ketika sudah berhadapan dengan Andreas Jonathan.


"Kita langsung menuju restaurant tersebut.." dengan tegas, ANdreas Jonathan segera memberikan perintah.


"Siap tuan muda.." kedua mobil segera meluncur kembali untuk berputar arah menuju 260 Middle Road,


Karena sudah lewat jam masuk kantor, jalanan di kota SIngapura yang terhitung sibuk jika di pagi atau sore hari, kali ini terlihat relatif lengang. Hanya ada beberapa mobil yang melintas, lainnya merupakan transportasi umum. Negara Singapura memang terkenal sebagai sebuah negara di dunia, yang menerapkan pembatasan untuk membeli kendaraan dan membatasi jumlah mobil pribadi di jalan. Kebijakan itu ditempuh pemerintah negara Singapura karena untuk memperluas transportasi umum. Jadi jika bukan orang-orang yang betul-betul kaya, mereka tidak akan sanggup untuk memiliki mobil pribadi.


Hanya dalam waktu tempuh tidak sampai satu jam, rombongan Andreas Jonathan akhirnya sudah memasuki di area 260 Middle Road. Karena berada di pinggir jalan yang sempit, tampak para pengawal segera keluar untuk membuat pengaturan parkir. Mobil yang membawa Andreas Jonathan dan keluarga, berhenti tepat di depan pintu masuk restaurant tersebut. Terlihat Alexander sudah turun lebih dulu, dan sedang berbicara dengan waiters yang bertugas di depan pintu masuk.


"Tuan muda.. saya sudah kondisikan private room, untuk kita bertemu dengan Mr. SMith. Barusan saya juga sudah hubungi laki-laki itu, agar join ke ruang makan untuk rombongan kita.." Alexander segera melaporkan apa yang sudah dilakukannya.


"Mari honey.. kita masuk ke dalam, Altezz biar aku saja yang gendong, stroller biar dibawa keluar oleh para pengawal." sambil mengambil Altezz dari gendongan istrinya, Andreas Jonathan berjalan keluar dari dalam mobil.


"Baik kak.." Cassandra segera mengikuti suaminya turun.


Andreas Jonathan segera merangkul istrinya dengan tangan kanannya, dengan Altezza di dekap di dada dengan menggunakan tangan kirinya. Tampak ALexander memimpin jalan, mereka mengikuti waiters yang mengarahkan mereka ke lantai dua restaurant tersebut. Restaurant dengan banyak ornamen dan pernak pernik Chinesse, karena memang mayoritas penduduk yang tinggal di negara kecil itu, dimana sebagian wilayah negaranya berasal dari reklamasi itu, lebih dominan keturunan dari China.


"Please come in, sir.., please wait a moment. We will immediately serve the food menu that you ordered!" waiters segera mempersilakan mereka untuk masuk ke dalam, Sebuah meja makan mewah tampak terlihat di tengah ruangan tersebut, dengan view keluar bisa melihat lautan.


Setelah melihat tamu yang memesan meja, waiters kemudian berjalan meninggalkan meja itu. Tidak lama kemudian, tampak pelayan sudah menyajikan minuman dan makanan pembuka. Andreas Jonathan tampak sedang mengajak Altezza bercanda, karena putranya sudah terbangun dan membuka matanya.


"Honey.. apakah tadi membawa ASI hasil pumping.." melihat bibir Aletzza bergerak-gerak, di depan Alexander dan para pengawalnya, laki-laki itu tidak merasa malu atau gengsi merawat putranya.


"Ada kak.. sebentar Sandra ambilkan.." Cassandra segera membuka tas dari kain kanvas yang diletakkan dibawah stroller, Tas itu memiliki keuntungan, dimana bisa mempertahankan kualitas atau suhu panas untuk barang yang disimpan di dalamnya, sampai dengan enam jam. Jadi gadis itu tidak akan merasa khawatir jika ASI uang disimpannya akan cepat basi.


*********


Lima belas menit, Andreas Jonathan dan istrinya menunggu, akhirnya laki-laki yang mereka tunggu sudah memasuki ruangan dengan diantarkan oleh waiters. Posisi Andreas Jonathan saat laki-laki berperawakan bule itu masuk, masih dalam posisi memegangi botol susu untuk Altezza. Laki-laki itu tetap dalam posisinya, dan membiarkan Mr. SMith melihat apa yang sedang dilakukannya. Beberapa saat kemudian, setelah ASI di botol kecil itu kosong, perlahan dengan menggunakan tissue, Andreas Jonathan mengusap sendiri bekas susu putranya yang tertinggal di sekitar bibirnya.


"Pakai tissue basah kak, untuk membersihkan tangan kakak.." Cassandra juga tanggap, perempuan muda itu segera mengambil dua lembar tissue basah, kemudian mengusap tangan suaminya dengan sabar.


Mr. Smith tidak marah karena harus menunggu keluarga kecil itu, senyuman malah muncul di bibir laki-laki itu. Kemudian..,


"Saya sangat terharu dengan keintiman dan keakraban keluarga kecil kalian, hal itu menjadi kontra denganku yang pernah merasa trauma dengan sebuah janji pernikahan.." tiba-tiba tanpa diduga, Mr. SMith berkomentar tentang keadaan mereka.


Cassandra dan Andreas Jonathan mengangkat wajah mereka bersamaan, dan mereka beradu pandang dengan Mr. Smith. Seorang laki-laki yang sudah berusia matang, tampak tersenyum pada mereka berdua.


"Orang yang belum pernah menikmatinya, hampir semua berpikiran buruk seperti anda. Hal itupun pernah terjadi dalam kehidupan saya, sampai akhirnya karena sebuah kesalahan, menyebabkanku bisa bertemu dengan bidadari cantik, yang menghadiahkan untukku sebuah kehidupan baru.." tidak diduga, ternyata Andreas Jonathan bisa berbicara manis, dan membuat sebuah ungkapan.


"Kenalkan.. nama Saya Andreas Jonathan, call me Andre. Dan di sebelah saya ini istriku, bidadari yang tadi sempat saya singgung tadi, namanya Cassandra. Call her.. Sandra.." dengan sikap gentle, Andreas Jonathan yang biasanya tidak suka berkenalan dengan orang baru, kali ini mengulurkan tangan untuk mengajak Mr. Smith berjabat tangan.


"Okay... I'm very happy to meet your little family... Call me Smith." dengan ramah, Mr. SMith menanggapi perkenalan Andreas Jonathan,


Kedua laki-laki itu akhirnya banyak berbincang tentang segala hal, dan bahkan seperti melupakan apa yang menjadi tujuan utama mereka bertemu. Ternyata Smith menjadi seorang distributor barang-barang produk dari negara Asia, dan mengenalkan ke pasar Eropa. Akhirnya dari kedua laki-laki itu berbincang, mereka menemukan kemungkinan untuk berkolaborasi untuk bekerja bersama. Mendengar pembicaraan yang sudah lama tidak pernah didengarkannya kembali, membuat Cassandra juga menjadi lebih bersemangat.


"Mmm.. saya sangat tertarik dengan pembicaraan Mr. Smith dan suami saya.. tetapi sebenarnya ada hal yang lebih penting, dimana kita membutuhkan konfirmasi dari Mr. Smith.." tiba-tiba karena sudah ada satu jam, Andreas Jonathan berbincang dengan Mr. Smith, akhirnya Cassandra menyela pembicaraan mereka.


*********