
Beberapa hari sesudahnya
Keberadaan Andreas Jonathan di Inter Laken sangat membantu dan membuat Cassandra merasa dicintai, dan tidak ditinggalkan suaminya sendiri. Beberapa kali, laki-laki muda itu pergi, namun hanya untuk menghadiri pertemuan dengan collega di negara tersebut. Meskipun laki-laki muda itu tetap menjalankan tugas dan fungsinya sebagai CEO perusahaan dengan sistem remote trading, namun Andreas Jonathan tidak hanya berhenti sampai disitu saja. Laki-laki itu berusaha untuk melebarkan sayap perusahaan, dengan menggandeng beberapa perusahaan di Eropa untuk menjalin partnership dengan PT. Indotrex. Tbk. Ketika mereka melakukan pertemuan dan pembicaraan secara offline, mereka bertemu di kota Zurich.
"Honey.. bagaimana jika kita siang nanti pergi ke kota, honey bisa mengajak Altezz untuk menikmati keindahan kota Zurich. Kebetulan aku ada pertemuan dengan calon mitra dari Dubai, dan kami sepakat bertemu di kota itu. Honey dan Altezz bisa menungguku di hotel, atau berjalan-jalan di kota tersebut dengan ditemani pengawal." pagi hari sesudah mereka bangun tidur, Andreas Jonathan menawarkan rencana pada istrinya.
"Mmm... gimana ya kak, masak Sandra hanya jalan berdua saja dengan Altezz. Jujur kak.., rasanya seperti ada yang kurang lengkap sih. Atau Sandra dan Altezz untuk sementar menunggu kak Andre saja di hotel, dan setelah kak Andre selesai bernegosiasi dengan partner bisnis, kita bisa berkeliling di kota Zurich. Mungkin kita bisa bermalam beberapa hari di kota itu.." dengan bijak, Cassandra juga memberi penawaran pada suaminy.
Andreas Jonathan tersenyum, kemudian meraih pundak istrinya dan mendekatkan wajahnya ke kepala perempuan muda itu. Sebuah kecupan diberikan laki-laki muda itu di kepala istrinya.
"Perkataan istri tercintaku adalah titah untukku honey.., tak kuasa laki-laki ini menolak pesonanya.." sambil mengerlingkan mata, Andreas Jonathan menggoda Cassandra.
"Mulai genit nih suami Sandra..." Cassandra mencubit pinggang suaminya, karena merasa dipermainkan,
Tetapi dengan gesit Andreas Jonathan menghindar, dan akhirnya malah menangkap dan mengungkung tubuh istrinya dalam pelukannya. Dua pasang mata itu saling bertatapan, mengisyaratkan keinginan yang ingin terpuaskan dari mereka. Perlahan Andreas Jonathan menundukkan wajahnya ke bawah, kemudian satu tangannya menangkap dagu Cassandra. Tidak lama kemudian, dua bibir itu sudah saling bertaut, dan saling ******* sampai beberapa saat.
"Mmmm... slurppp.., honey.., tidak bosan aku menikmati kenyal bibirmu honey." bisik Andreas Jonathan dengan terengah-engah, ketika laki-laki muda itu sudah melepas lumatannya,
"Tapi bibir Sandra bukan permen jelly kak Andre.., yang bisa sesukanya dipermainkan seperti itu.." dengan wajah pura-pura cemberut, Cassandra menanggapi ucapan suaminya,
Andreas Jonathan tersenyum smirk, dan laki-laki muda itu kemudian memeluk erat tubuh istrinya seakan tidak mau melepaskannya sedikitpun. Tidak ada penolakan dari perempuan muda itu, membuat laki-laki itu menjadi semakin berani. Dengan satu tangannya, Andreas Jonathan kemudian mengangkat tubuh Cassandra dan membawanya ke atas king size bed. Angin semilir yang masuk melalui jendela kamar, dan pintu balkon yang dibiarkan terbuka seakan mengipasi hasrat dari pasangan suami istri itu.
"Aku akan membawamu terbang honey... mmmmh.." tanpa memberi kesempatan pada istrinya untuk menyesuaikan dirinya, Andreas Jonathan sudah bergerilya kembali. Bibir laki-laki itu tanpa berhenti terus memberikan ciuman di setiap jengkal tubuh istrinya, dengan satu tangannya melepaskan pakaian yang dikenakan Cassandra. Udara dingin di Inter Laken, sama sekali tidak dirasakan oleh pasangan suami istri itu,
Keduanya saling memagut, saling menyesap dan mereguk madu masing-masing. De**sahan, lenguhan suara percintaan mereka menggema di seluruh kamar utama itu. Mereka saling mengisi, dan saling mengobati kerinduan mereka akan sentuhan.
*********
Siang Harinya
"Tuan muda.., nona muda.., silakan lewat tempat ini. Sampai masuk ke dalam hotel, dan tempat berlangsungnya pertemuan sudah kami sterilisasi. Nona muda Cassandra dan tuan kecil Altezza, langsung kami bawa masuk ke dalam Pant House hotel ini. Semua sudah kita pastikan, aman terkendali.." pengawal yang sudah stand by di hotel, memberikan arahan pada keluarga itu.
"Yap.., mari honey.." dengan hati-hati, Andreas Jonathan merengkuh pinggang Cassandra, kemudian membawanya masuk ke lobby hotel.
Perlakuan dan perhatian romantis yang diberikan laki-laki itu, ternyata mengundang decak kagum dari orang-orang yang melihatnya. Tetapi seperti biasa, pasangan suami istri itu tidak pernah mempedulikannya. Tanpa melihat ke kanan kiri, pasangan suami istri itu segera masuk ke dalam hotel, dan langkah kaki Altezza mengikuti kedua orang tuanya. Tidak lama kemudian, rombongan kecil itu sudah berada di dalam lift.
"Tuan muda.., untuk pertemuannya ada di lantai tiga, sedangkan untuk kamar hotel tempat beristirahat nona muda dan tuan kecil ada di lantai tujuh.." melihat tuan mudanya tanpa diminta sudah menekan tombol lift menuju lantai tujuh, seorang pengawal mengingatkan laki-laki muda itu,
"Aku akan mengantarkan istri dan putraku terlebih dahulu, baru aku akan datang ke tempat pertemuan.." dengan tegas, suara Andreas Jonathan menanggapi ucapan pengawal itu.
"Baik tuan muda, mohon maaf.. saya keliru.." dengan wajah malu, pengawal itu meminta maaf.
Tanpa banyak bicara, Andreas Jonathan tetap memeluk bahu istrinya, dan tidak lama kemudian akhirnya lift berhenti di lantai tujuh. Seperti yang diharapkan oleh tuan muda, beberapa pengawal ternyata sudah stand by di depan Pant House, yang segera menghampiri keluarga kecil itu. Andreas Jonathan membawa istrinya masuk ke dalam Pant House, dan tampak interior dan perabotan mewah menghiasi ruangan bagian dalam.
"Honey.. sementara tunggu aku disini bersama Altezz, di dekat balkon ada Play ground mini, yang bisa digunakan Altezz bermain disitu. Nyalakan televisi, jika ingin mendapatkan teman di ruangan ini.." sebelum meninggalkan istrinya, Andreas Jonathan berpesan kepada perempuan muda itu.
"Iya kak.. tidak perlu mengkhawatirkan Sandra dan Altezz, kami sudah terbiasa bermain sendiri. Segeralah temui collega, sehingga kita juga akan cepat berkumpul kembali.." agar suaminya segera menyelesaikan urusannya, Cassandra meminta suaminya untuk pergi dari tempat itu.
"Papa... bye." seperti sudah paham jika papanya mau pergi, sambil naik ke atas sofa, Altezza mengucapkan selamat tinggal pada papanya.
"Bye juga ALtezz.., jaga mommy ya untuk papa,.." Andreas Jonathan membalas ucapan putranya sambil tersenyum.
Setelah memeluk erat Cassandra sekali lagi, dan memberikan ciuman pada perempuan muda itu, laki-laki itu segera menghampiri Altezza yang sudah duduk di sofa. Ciuman dan pelukan diberikan laki-laki muda itu pada putranya, kemudian Andreas Jonathan segera meninggalkan ruangan tersebut,
**********