
Bulan ketiga kelahiran Altezza Andreas
Dengan kesabaran dan ketekunan Andreas Jonathan, akhirnya Cassandra sedikit demi sedikit sudah mulai bisa membuka hati untuk suaminya. Pekerjaan lahir sebagai seorang istri, perlahan-lahan sudah mulai dikerjakan oleh gadis itu. Menyiapkan baju dan perlengkapan suami, menyiapkan makanan atau minuman juga sudah dilakukan oleh Cassandra. Karena sudah tepat berusia tiga bulan, Andreas Jonathan menagih janji pada istrinya untuk menempatkan Altezza di kamar sendiri, terpisah dari kamar orang tuanya.
"Honey... kita sepertinya perlu untuk bicara. Kesinilah mendekatlah padaku.." dengan suara lembut, Andreas Jonathan memanggil istrinya yang sedang menidurkan Altezza. Meskipun sudah memiliki baby sitter untuk membantu merawat Altezza, Cassandra mengurus semua keperluan bayinya. Baby sitter hanya mengurusi perlengkapan-perlengkapan kecil bayi itu.
"Bentar.. Sandra pastikan Altezz tidur dulu dengan pulas." selalu ada saja alasan yang diucapkan oleh gadis itu, untuk menghindar bicara berdua dengan suaminya,
"Anak kita sudah semakin besar dan kuat, bukan lagi bayi merah yang harus diamati selama 24 jam honey.. Kemarilah, suamimu ini membutuhkanmu.." Andreas Jonathan mendesak istrinya untuk segera mendatanginya.
Cassandra menghentikan aktivitasnya sebentar, kemudian memberikan ciuman di wajah Altezza, baru kemudian berjalan mendatangi Andreas Jonathan di sofa. Laki-laki itu tersenyum melihat istrinya yang masih malu berjelas mendekat kepadanya. Hasrat laki-laki normal sebenarnya selalu bergejolak setiap dekat istrinya, namun karena kesalahan di masa lalu, Andreas Jonathan tidak memiliki keberanian untuk memaksa istrinya.
Melihat istrinya yang akan duduk di sampingnya, dengan cepat Andreas Jonathan meraih lengan istri dan menarik pelan tubuh ramping Cassandra, kemudian mendudukkan di pangkuannya. Terlihat wajah Cassandra memerah seperti kepiting rebus, dan itu merupakan hal yang paling disukai oleh Andreas Jonathan.
"Kita ini pasangan suami istri honey.. tidak perlu malu kepadaku." kembali Andreas Jonathan berbisik lembut di telinga gadis itu. Kali ini setelah berbisik, laki-laki itu memberanikan memberikan jilatan di belakang telinga istrinya.
Mendapatkan perlakuan yang baru pertama kali dirasakan dalam keadaan sadar, jantung Cassandra berdegup kencang. Tiba-tiba saka gadis itu merasa lemas, tubuhnya saat ini bertumpu seluruhnya pada tubuh suaminya. Aliran darahnya seakan berhenti mengalir, dan melihat hal itu Andreas Jonathan tersenyum smirk. Laki-laki itu tidak menghentikan tindakannya, malah mengulangi di belakang telinga satunya.
"Dadd... aarghh..." tidak terduga, de**sahan terlolos keluar dari bibir gadis itu, dan menjadi seperti penyemangat untuk laki-laki itu semakin merangsek untuk menundukkannya.
Pipi Cassandra bersemburat merah, gadis muda itu ingin menghentikan semua yang dilakukan oleh suaminya, namun ada rasa sayang untuk melewatkannya. Andreas Jonathan tidak berhenti sampai disitu, bibir laki-laki itu merembet menuruni belakang telinga, dan turun ke leher gadis itu. Rasa kaget seperti kesetrum kembali dirasakan oleh Cassandra, dan tanpa sadar kedua tangan gadis itu dilingkarkan di leher laki-laki itu.
Andreas Jonathan tersenyum\, dari leher bagian bawah..\, bibir laki-laki merembes naik ke bibir gadis itu. Tangan laki-laki itu dengan gesit menarik tali piyama yang mengikat piyama yang dikenakan oleh Cassandra\, dengan bibir yang menyerbu bibir merekah karena de**sahan itu. Cassandra sudah tidak bisa menolak semua perlakuan yang diberikan oleh suaminya. Maksud hati\, gadis muda itu ingin menolak\, namun semua itu terhanti karena jilatan dan pa**gutan bibir Andreas Jonathan terus mengabsen setiap inci dari jengkal tubuhnya\,
"Honey.. I love you.., ijinkan aku meminta hakku hari ini honey.." Andreas Jonathan tiba-tiba menghentikan gerakannya, kemudian kembali berbisik di telinga Cassandra,
Bisikan itu seperti magnet yang merekatkan kedua tubuh itu untuk saling menyatu, dan getaran-getaran yang muncul dimanfaatkan Andreas Jonathan untuk menyerang secara intim pada tubuh gadis itu. Mendapatkan sentuhan-sentuhan erotis secara lembut yang belum pernah dirasakan selama ini, apalagi dilakukan oleh laki-laki tampan dan gagah, menjadikan pertahanan Cassandra perlahan melemah. Tanpa sadar, perlahan dengan mata terpejam, Cassandra menganggukkan kepala.
********
Beberapa saat kemudian
Andreas Jonathan tampak mengawasi sendiri ketika tim desain interiorndari perusahaan yang sudah dipercaya oleh Alexander merombak desain kamar lama. Mereka merubah kamar yang memiliki tata cahaya yang terang itu, untuk dirubah menjadi kamar Altezza. Berbagai alasan sudah dikemukakan Cassandra untuk merubah keinginan suaminya, namun karena putra mereka adalah laki-laki, gadis itu tidak bisa membantah lagi keinginan suaminya.
"Pastikan jika kamera CCTV itu terlihat jelas dari ruang monitor. Aku tidak mau terjadi apapun dengan putraku, jika tidak aku akan membuat perusahaanmu hanya tinggal nama.." dengan suara tegas, Andreas Jonathan meminta tim yang memasang perangkat CCTV untuk memperhatikan detail kecil untuk keamanan dan keselamatan putranya.
"Baik tuan muda.. kamera ini juga sudah terkoneksi dengan suara music yang lembut. Dimana jika pantauan kamera, tuan kecil melakukan gerakan yang sudah di batas ambang keamanan, maka music itu akan berbunyi untuk memberikan peringatan.." teknisi menjelaskan pada Andreas Jonathan.
Setelah memastikan jika kamera sudah bisa menjangkau seluruh ruangan, Andreas Jonathan kemudian memeriksa perlengkapan lainnya. Beberapa saat kemudian, Andreas Jonathan kembali ke kamarnya, dan laki-laki itu tersenyum ketika melihat istrinya sedang bermain dan berinteraksi dengan Altezza dengan menidurkan di atas ranjang mereka.
"Sedang apa honey.. apakah Altezz membuatmu kecapaian..?" Andreas Jonathan bertanya dengan lembut pada istrinya. laki-laki itu mendekati istrinya, dan memeluknya dari belakang.
"Tidak dadd... lihatlah gerakan Altezz. Sepertinya putra kita sudah akan bisa tengkurap dadd.. lihatlah sejak tadi Altezz bergerak seakan ingin membalikkan badannya ke samping." Cassandra mencoba menunjukkan pada suaminya, namun laki-laki itu malah memejamkan matanya dan mencium rambut gadis itu dari belakang.
"Dadd.. daddy mendengarkan bicara Sandra tidak sih..?" Cassandra menolehkan wajahnya, dan seperti memberikan kesempatan bagi laki-laki itu. Andreas Jonathan menyambar bibir istrinya yang tepat berada di depan bibirnya. Pagutan lembut Andreas Jonathan melenakan perempuan itu, dan mereka sejenak melupakan keberadaan Altezza. Tetapi jejakan kaki bayi mungil itu tiba-tiba mengenai pinggang Cassandra, dan dengan cepat gadis muda itu mendorong suaminya untuk menjauh darinya.
"Wah ini Altezz sudah mulai nakal ya.. sudah bisa menguasai Mommy untuk memperhatikan Altezz.." Andreas Jonathan yang menjadi kecewa karena istrinya menghentikan aktivitas mereka, mengalihkan kekesalan pada putranya.
"Daddy bicara apaan sih.., kok jadi menyalahkan Altez.. Tidak ya nak.. yo mommy gendong.." dengan sikap protektif. Cassandra mengangkat tubuh ALtezza ke atas, dan perlahan turun dari atas ranjang.
Namun rupanya Andreas Jonathan tidak mau kehilangan kesempatan. Laki-laki itu memeluk tubuh istrinya yang sedang menggendong Altezza, tampak sekali kebahagiaan pada keluarga kecil itu.
**********