CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 86 Panik



Setelah Tutik melakukan otorisasi pembayaran atas nama Cassandra, akhirnya operasi caesar segera dilakukan beberapa saat kemudian. Gadis muda itu tidak tahu, jika selama dia menjalani operasi yang cukup rumit, karena ternyata bayi dalam kandungannya, selain sungsang juga terbelit oleh usus, ada wajah yang sangat pucat dan panik turut menungguinya. Bahkan rumah sakit khusus bagian ibu dan anak harus disterilkan oleh beberapa orang. Yang tidak memiliki kepentingan penting, tidak diperbolehkan untuk mendekat karena ada orang penting yang sedang melahirkan di tempat tersebut.


"Allahu Akbar ... Allahu Akbar .." sayup-sayup ada suara adzan yang dilantunkan oleh seorang laki-laki, dengan suara tercekat dan penuh keharuan.


Cassandra yang baru saja selesai menjalani operasi, dan dengan mata yang belum jelas mencoba membuka matanya. Tampak seorang laki-laki dengan perawakan tinggi besar, tampak berlinang air mata sedang mengadzani putranya. Putra Cassandra ternyata lahir dengan sehat, dan memiliki hidung mancung itu berjenis kelamin laki-laki. Samar-samar, Cassandra memiliki keraguan, tetapi rasa kantuk efek dari obat bius dalam operasi, membuat gadis itu kembali terlelap setelah adzan selesai dibacakan.


"Terima kasih sayang..." sebuah kecupan lembut, yang dirasakan Cassandra seperti sebuah mimpi dilakukan seorang laki-laki di keningnya. Usapan lembut pada pipi dan bibirnya juga perlahan dirasakannya. Namun gadis itu merasakan semuanya seperti mimpi, karena rasa kantuk sudah sangat menderanya,


"Tuan muda... mohon ijin untuk membersihkan bayi dan mengenakan pakaian untuknya.." dengan sopan, perawat perempuan meminta ijin untuk membawa bayi yang masih berlumuran darah itu untuk dibersihkan.


Laki-laki tampan itu menatap kembali bayi laki-laki yang masih berada dalam tangannya itu, kemudian memberinya sebuah ciuman tanpa mempedulikan jika baju dan tangan serta wajahnya kotor terkena darah segar. Dari belakang laki-laki itu, tampak Alexander yang turut prihatin menatap pemandangan itu, tetapi sebuah senyuman melegakan hatinya.


"Permisi tuan muda.. pengawal sudah mengantarkan baju tuan muda ke rumah sakit ini. Tidak baik, jika tuan muda terus berpenampilan seperti ini. Ada baiknya tuan muda bisa membersihkan badan dulu, mau ke hotel untuk transit, atau di kamar mandi rumah sakit ini. Sudah kita pastikan jika kamar mandi rumah sakit, juga dalam keadaan bersih dan representatif." Alexander melapor pada ANdreas Jonathan.


"Alex.. aku sudah menjadi seorang Daddy.. Alex.. Seorang daddy.. dari perempuan lemah yang sudah aku tindas selama ini.." tanpa sadar, air mata mengalir deras dari kelopak mata Andreas Jonathan.


Alexander mendekat dan menepuk tiga kali bahu sahabat dan juga atasannya itu.


"Iya tuan muda.. kita semua melihat, dan turut mengucapkan kebahagiaan untuk tuan muda dan juga nona muda Cassandra, dan tuan kecil yang belum memiliki nama.." sahut Alexander sambil memberikan pelukan pada laki-laki itu.


Andreas Jonathan menatap ALexander, dan laki-laki yang tidak pernah meninggalkannya dalam keadaan apapun itu menganggukkan kepala sambil tersenyum. Dalam keadaan seperti itu, Alexander menuntun tuan mudanya dan membawanya ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Alexander tahu betul bagaimana upaya dan kesedihan serta kecemasan yang dialami tuan mudanya, ketika mengetahui jika Cassandra hamil atas perbuatannya.


Laki-laki muda itu tidak lari dari tanggung jawab, tetapi terus berusaha untuk mencari informasi keberadaan gadis itu. Hanya beberapa jam yang lalu, mereka bisa menemukan keberadaan Cassandra, dan dengan private jet mereka segera meluncur menuju ke bandara Adi Sumarmo di kota Solo.


*********


Flashback On...


"Anda sudah melakukan transaksi pembayaran operasi caesar di rumah sakit Medika Surakarta sebanyak 20 juta. Jika anda yang melakukan transaksi, ketik Y, dan jika tidak ketik N.." mata laki-laki itu terbelalak melihat notifikasi pesan yang masuk. Tanpa berpikir panjang dan mencari tahu siapa yang melakukan transaksi, Andreas Jonathan langsung mengetik huruf Y.


Setelah menekan hurif Y, Andreas Jonathan segera beranjak dari tempat duduknya, dan menarik tas kemudian berjalan menuju ke ruang kerja Alexander.


"Alex.. kita harus segera meluncur ke Halim perdanakusumah; Telpun untuk mempersiapkan keberangkatan kita ke kota Solo sekarang juga.." dengan tegas, tanpa memperhatikan jika ada Miss Cathy yang sedang berdiskusi dengan wakil CEO itu, Andreas Jonathan langsung memberikan sebuah perintah.


"Solo.. untuk apa tuan muda.. kita tidak ada schedull ke kota manapun hari ini..:" Alexander merasa bingung dengan perintah mendadak itu.


"Bullshit semuanya.., cepat lakukan. Putraku akan lahir dengan operasi caesar ke dunia ini Alex, aku tidak mau ketinggalan moment untuk menunggu cintaku melahirkan.." dengan nada tegas dan tanpa menutupi sesuatu, dengan jujur ANdreas Jonathan menjawab pertanyaan Alexander,


Miss Cathy yang ikut mendengarnya sampai menganga mulutnya dan perempuan itu menutupnya dengan menggunakan telapak tangannya. CEO muda dan tampan, yang menjadi incaran dari para gadis di circle sosialita ternyata tanpa mereka ketahui ternyata sudah memiliki seorang istri dan akan melahirkan seorang penerus perusahaan.


Untungnya mendengar penjelasan Andreas Jonathan, Alexander langsung tanggap jika hal itu pasti ada kaitan dengan Cassandra. Tanpa membantah dan menjawab lagi, Alexander langsung berdiri dan berjalan mengikuti langkah tuan mudanya dengan cepat. Kedua laki-laki tampan itu segera bergegas menuruni lift, sambil ponsel Alexander terus beroperasi untuk mengatur operasionalnya hari ini.


Mobil mewah dengan cepat meninggalkan PT. Indotrex. Tbk di bawah tatapan kepo dari para karyawan perusahaan tersebut. Sepanjang perjalanan terlihat, jika ekspresi yang ditunjukkan Andreas Jonathan adalah kepanikan dan kecemasan akan keadaan Cassandra. Bahkan laki-laki itu merasa tidak akan dapat memaafkan dirinya, jika terjadi sesuatu dengan gadis muda itu.


"tuan muda.. pesawat jet pribadi sudah siap take off untuk mengantar kita ke Solo. Airport Adi Sumarmo juga sudah dikondisikan untuk menyambut kedatangan pesawat. Beberapa pengawal kita yang berada di kota Yogyakarta, dan juga menambah pengawal free lance sudah menuju ke rumah sakit medika dan sudah clear area, sehingga proses melahirkan nona muda Cassandra tidak ada yang mengganggu." Alexander membuat laporan.


"Good job Alex.., aku tidak mau ada hambatan sedikitpun yang bisa mengganggu fokus dokter dalam menjalankan operasi." sahut Andreas Jonathan.


"Siap tuan muda.. bahkan dokter spesial kandungan dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta juga sudah kita datangkan, untuk mengawal proses operasi. Saya juga sudah mengatur, agar proses operasi menunggu kedatangan tuan muda di rumah sakit tersebut.." Alexander melanjutkan.


"Hmm.. bagus. pastikan semuanya lancar dan beroperasi dengan baik, Aku tidak mau melihat ada sedikit kesalahan saja." ucap CEO PT. Indotrex. Tbk itu tegas.


Flashback Off*