CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 196 Rutinitas



Switzerland


Cassandra menemani Altezza berjalan-jalan pagi di jalanan depan mansion tempat mereka tinggal, hampir setiap pagi perempuan muda itu melakukannya. Kebiasaan bangun pagi tidak bisa ditinggalkan oleh Cassandra, jadi meskipun warga sekitar belum pada bangun, tetapi perempuan muda itu tetap melakukan kebiasaannya.


"Mommy.... kita kesana... mommy..." Altezza menunjuk ke arah sungai kecil. Batu-batuan besar di kali itu, memang menarik perhatian siapapun yang melihatnya. Apalagi air bening yang mengalir di dalamnya, sangat memanjakan mata dan menarik keinginan untuk masuk dan bermain air di dalamnya.


"Altezz... kita jalan melihat-lihat dari atas saja ya. Ini masih terlalu pagi, akan terasa dingin sayang, jika Kita bermain air di dalamnya." Cassandra mencoba mengalihkan perhatian putranya.


Anak kecil itu menatap ke wajah mommy nya, seakan tidak percaya dengan apa yang diucapkan mommy nya.


"Baiklah.. mommy akan mengantar Altezz ke bawah sayang. Nanti Altezz masukkan kaki atau tangan ke dalam air ya, jika merasa dingin kita kembali naik ke atas. Gimana sayang..?" Cassandra tidak mau mengecewakan hati putranya, perempuan muda itu segera menggandeng tangan Altezza dan membawanya turun ke bawah.


Wajah Altezza terlihat sangat bergembira, dengan senyum cerah anak kecil itu bergandengan dengan tangan mommy nya. Keduanya turun dan berhenti di pinggir kali tersebut. Cassandra membantu putranya melepaskan sandal yang dikenakannya, dan kaki mungil itu dimasukkan perlahan ke dalam air.


"Hiiii... dingin momm..." Altezza menjerit kecil, ketika kaki mungilnya merasakan dinginnya air kali.


Cassandra segera mengangkat tubuh putranya sambil tersenyum, kemudian mengeringkan kaki menggunakan pashmina yang dililitkan di lehernya. Setelah air terserap, Cassandra mengusap-usap telapak kaki putranya untuk memunculkan rasa hangat pada kaki kecil itu.


"Sudah momm... kita jalan kesana. Banyak kupu-kupu momm.., Altezz akan mengejarnya." melihat banyak kupu-kupu mengerubungi kuntum bunga, Altezza berlari menuju ke tempat itu.


Cassandra tidak mengikuti putranya, perempuan muda itu hanya berjalan di belakang, tetapi matanya tidak terlepas sedikitpun dari arah Altezza.


"Mommy... come here ...! Ada orang tidur disini..." tiba-tiba Altezza berteriak, jari telunjuknya tampak menunjuk ke arah tertentu.


Mendengar teriakan putranya, Altezza merasa tidak sabar dan mendadak panik. Perempuan muda itu segera berlari mendatangi putranya, dan langsung memeluk serta mendekap Altezza dalam pelukannya. Mata Cassandra tampak nanar, menatap tubuh seorang laki-laki yang terbaring di samping rerimbunan bunga.


"Altezz.., kita harus segera kembali nak. Kita harus memanggil polisi nak, agar kita tidak menjadi pihak yang disalahkan." Cassandra segera mengajak Altezza pergi dari tempat itu.


"Help... help ... help me.." tiba-tiba terdengar suara rintihan dari laki-laki itu.


Cassandra menghentikan langkah kakinya, nurani dan empati yang sejak lama ada di hatinya tidak mengijinkan kakinya untuk pergi dari tempat itu. Sambil tetap mendekap putranya,. akhirnya Cassandra memberanikan diri untuk mendatangi laki-laki yang tampak kesakitan itu.


"Siapa kamu, dan kenapa?" Cassandra berjongkok dan melihat wajah laki-laki itu terlihat lebam, dan beberapa bagian tubuhnya luka-luka.


"Tunggulah... aku akan mencarikanmu pertolongan, sabarlah dulu.." Cassandra segera kembali berdiri, dan dengan masih tetap menggendong Altezza, perempuan muda itu berjalan cepat menuju ke mansion.


"Selamat pagi nona muda.., tuan kecil." penjaga pintu gerbang memberi sapaan pada Cassandra dan Altezza.


"Bawa beberapa orang ke taman bunga yang ada di sudut sebelah sana, ada laki-laki yang sedang terluka. Bawa dia kesini dan berilah pertolongan." dengan panik, Cassandra memberi perintah.


"Tapi nona muda... apakah tidak berbahaya, jika kita memberikan pertolongan pada orang asing, dimana kita belum pernah mengenalnya." terlihat penjaga itu ragu-ragu.


"Ini adalah perintah, dan akan akan bertanggung jawab jika ada masalah di belakang." dengan nada tinggi, Cassandra menegaskan.


"Baik nona muda..." tidak lagi membantah, akhirnya dia orang penjaga gerbang segera berlari menuju ke tempat yang ditunjukkan oleh nona mudanya.


********


"Suster Rosanna... bawa Altezza ke kamar. Bersihkan dan ajak anak itu untuk beristirahat di dalam kamar. Aku sedang ada urusan, jadi jangan biarkan putraku keluar untuk mengangguku." tidak mau membahayakan putranya, Cassandra meminta suster pengasuh untuk mengamankan Altezza.


"Siap nona muda..." tanpa banyak bertanya, Suster pengasuh segera menggandeng tangan Altezza, dan mengajak anak kecil itu untuk pergi dari situ.


"Mommy..." terlibat penolakan putranya, ketika Cassandra memintanya masuk.


"Ikutlah dulu dengan suster Rosanna sayang, mommy akan kembali menemanimu bermain jika urusan mommy sudah selesai." perempuan muda itu berjanji pada putranya.


Setelah melihat ke arah mommy nya sebentar, dan perempuan itu melihatnya sambil tersenyum serta menganggukkan kepala, akhirnya Altezza bersedia mengikuti suster pengasuhnya.


"Hemm... aku harus melihat laki-laki itu dulu. Siapa tahu dia terluka parah, dan membutuhkan untuk dibawa ke rumah sakit." Cassandra segera membalikkan badan untuk berjalan ke depan.


Baru beberapa langkah Cassandra berjalan, perempuan muda itu berpapasan dengan penjaga keamanan di mansion itu.


"Nona muda, laki-laki yang tadi kita bawa dari taman bunga sudah kami bawa ke paviliun samping, tempat para penjaga beristirahat. Kami tidak berani untuk membawa ke rumah utama."


"Bersihkan dia, dan rawat luka-lukanya. Perintah bagian dapur untuk menyiapkan makanan untuknya. Jika semua sudah dilaksanakan, bawa anak muda itu untuk bertemu padaku." dengan tegas, Cassandra membuat instruksi.


"Baik nona muda, akan kami laksanakan semua perintah nona muda." penjaga gerbang itu segera berbalik meninggalkan nona mudanya.


Cassandra berjalan menuju meja makan, untuk melihat apakah menu sarapan pagi sudah disiapkan belum untuknya dan Altezza. Ternyata di ruang makan yang langsung berhadapan dengan swimming pool sudah tertata menu lengkap di atas meja makan.


"Selamat pagi nona muda..." pelayan yang bertugas di dapur memberi hormat pada perempuan.


"Apakah menu untuk sarapan pagi semua sudah disiapkan Cherry..?"


"Semua sudah siap untuk dinikmati nona muda.., apakah bisa saya bantu untuk menyiapkannya." dengan ramah dan sopan, pelayan menanggapi kata-kata dari nona mudanya.


"Panggil Altezz dan suster pengasuh untuk datang kemari untuk menikmati sarapan pagi."


"Baik nona muda..." pelayan yang masih berusia muda itu segera membungkukkan badan memberikan hormat pada perempuan itu.


Cassandra segera mengambil piring dan menyiapkan makanan untuk sarapan putra laki-lakinya. Tidak lama kemudian, suster Rosanna sudah datang ke ruang makan dengan menggendong Altezza.


"Uwu.. uwu..., ternyata putra mommy sudah ganteng sekali. Duduk dekat mommy ya, kita sarapan pagi bersama." Cassandra segera menarik kursi untuk anak-anak duduk, dan pelayan segera menempatkan tuan kecilnya di kursi tersebut


"Breakfast mommy...?" dengan mata jernihnya, Altezz bertanya pada Cassandra.


"Benar sayang... kita sarapan dulu. Barulah habis ini Altezz belajar dulu, coach trainer sebentar lagi akan sampai ke tempat ini."


*********