
Di Mansion
Cassandra mendatangkan suaminya yang sedang fokus di depan laptopnya. Perempuan muda itu berani mengganggu suaminya karena melihat Andreas Jonathan sudah selesai melakukan video conference. Laki-laki muda itu pura-pura mengabaikan kedatangan istrinya, ingin melihat bagaimana keberanian istrinya mengganggunya.
"Sudah selesai kak Andre vi con nya?" dengan berani untuk melunakkan hati suaminya, Cassandra memeluk suaminya dari belakang.
Gadis muda itu tidak sadar jika camera video meeting suaminya masih on, dan teman-teman rapat Andreas Jonathan pada ribut dan heboh. Andreas Jonathan tidak mengingatkan istrinya, laki-laki itu malah menengadahkan wajah ke atas dan memberikan ciuman pada Cassandra dengan posisi mendongak ke atas. Kehebohan partner rapat laki-laki muda itu seketika heboh dan meledak.
"Wow .. luar biasa, siapakah gadis muda yang beruntung itu. Tidak biasanya tuan muda Andreas Jonathan mengobral perasaan pada seorang gadis sampai seperti itu." seketika video meeting itu menjadi ramai dalam sekejap.
"Iya tumben sekali, aku pernah dapat kabar dari relasiku, yang mengatakan jika tuan muda sudah memiliki istri dan seorang putra. Jika benar, aku tidak mengira jika tuan muda bisa Bucin seperti itu. Hari ini kita beruntung bisa melihat betapa cantiknya istri dari tuan muda." peserta rapat yang lain ikut menimpali.
"Iya.. benar-benar cantik, dan terlihat tuan muda sangat menyayangi dan patuh pada istrinya." mendengar percakapan itu, Cassandra terkejut. Dan ketika melihat ke arah laptop, barulah gadis muda itu menyadari jika kamera video suaminya masih hidup dan berjalan.
"Kak Andre..." Cassandra berteriak dan gadis muda itu sontak akan berlari meninggalkan tempat itu. Tetapi dengan cepat tangan Andreas Jonathan terulur menahan tangan gadis itu. Tidak menunggu lama, tubuh Cassandra sudah tertarik ke depan dan langsung terduduk di pangkuan laki-laki itu. Dengan sigap jari laki-laki muda itu menutup laptop, dan secara otomatis video conference itu terhenti.
"Honey... bukalah matamu. Tidak ada yang melihatmu lagi.." dengan mesra Andreas Jonathan berbisik pada istrinya.
Perlahan Cassandra membuka matanya, dan laki-laki muda itu langsung menangkap bibir gadis muda itu dengan lembut. Pasangan suami-istri itu terbuai dan terlena beberapa saat. Tidak pernah ada kata bosan mereka memadukan dua bibir itu. Mereka langsung saling memagut dan enggan melepaskan belitan lidah dan bibir mereka. Sampai beberapa saat, karena teringat dengan niat mendekati suaminya, Cassandra mendorong pelan dada laki-laki muda itu.
"Kenapa menolakku honey... tampak ada keinginan juga dalam dirimu, aku bisa merasakannya." Andreas Jonathan tersenyum menggoda istrinya, sambil tangan laki-laki itu mengusap pelan perut dari gadis muda itu.
"Sandra kesini mau konfirmasi pada kak Andre.., bagaimana dengan masalah mama Sandrina dan Jennifer. Apakah kak Andre sedikitpun tidak ada rasa kasihan pada mereka berdua? Jika kak Andre tidak bisa melupakan bagaimana sikap mereka di masa lalu, lihat saja mereka sebagai orang lain kak. Apalagi dengan kondisiku yang sedang hamil seperti saat ini, kita harus banyak untuk berbuat baik kak.." dengan tatapan sendu, Cassandra melihat ke wajah suaminya.
"Honey... tidak ingatkah bagaimana Sandrina memperlakukanku, dan hampir membuat celaka dirimu ketika di Jakarta. Kesengsaraannya di negara ini, semua karena tingkah lakunya sendiri, bukan karena kita. Tidak ada kewajiban kita untuk memberikan pertolongan pada mereka.." Andreas Jonathan seperti menguji hati istrinya.
Cassandra mengambil nafas panjang, tangan perempuan muda yang sedang hamil itu, mengusap dagu dan bibir dari laki-laki itu.
"Hal inilah yang selalu menambah rasa cintaku padamu honey.. Hatimu selalu lembut, dan selalu berusaha memandang orang lain dari sisi positifnya. I love you..., always. Sekarang saatnya memberikan hadiah untuk suamimu ini, jangan biarkan aku sekarat honey.. Ingat bukan, dalam keadaan hamil, istriku ini sudah jarang melayaniku... Kedua perempuan itu sudah aku pindahkan di pinggiran desa, kapan-kapan jika honey ingin bertemu dengan mereka, aku akan membawamu kesana." dengan tatapan smirk, Andreas Jonathan kembali memberikan ciuman di bibir istrinya. Cassandra sudah tidak mampu dan tidak memiliki alasan menolak ajakan dari suaminya itu.
*********
Siang harinya
Andreas Jonathan mengajak istrinya Cassandra dan putra mereka Altezza pergi dengan mengendarai mobil. Seorang sopir tampak sudah siap untuk mengantarkan mereka. Di depan dan di belakang mobil yang akan membawa mereka, sudah siap para pengawal untuk memastikan keamanan dan keselamatan keluarga kecil itu. Setelah berpikir panjang, akhirnya terpikir oleh Andreas Jonathan untuk mengakhiri dendam dan pertengkaran dengan eks mama tirinya Sandrina dan Jennifer. bagaimanapun keduanya bisa menjadi seperti saat ini, karena ingin memperebutkannya.
"Altezz... hati-hati duduk di kursi depan sayang, jangan lupa seat belt nya dikenakan, dan jangan membuka kaca di samping Altezz ya nak.." dengan hati-hati dan tatapan khawatir, Cassandra mengingatkan putra kecilnya.
"Iya mommy... ini Altezz sudah dibantu Uncle untuk memasangkan seat belt.." dari depan, Altezza yang sedang dibantu olah driver memasang seat belt, menanggapi perkataan mommy nya.
"Honey... biarkan Altezz berkembang sendiri sesuai masanya. Anak itu terlalu sering bersama denganmu, dan seakan bergantung terus padamu. Kita harus mulai memisahkan sedikit demi sedikit, karena tidak lama lagi adik Altezz sudah akan terlahir. Tidak mungkin bukan jika kamu harus menangani dua anak sekaligus.." Andreas Jonathan berbisik di telinga istrinya.
"Itu hanya perasaan kak Andre... karena Sandra tidak akan bisa melakukannya kak.. Meskipun adik Altezz sudah lahirpun, Sandra akan tetap menjaga keduanya, tidak akan mengurangi porsi kasih sayang untuk Altezza. Inshaa Allah Cassandra akan bisa melakukannya, apalagi jika melihat bagaimana kehidupan di desa, di sekitar rumah mama di Kalasan. Tanpa ada bantuan ART, seorang ibu bisa menjaga lebih dari lima putra mereka dengan adil." Cassandra membela dirinya.
"Heh... terserah padamu saja honey, tapi ingat suamimu juga tidak boleh kamu lupakan. Meskipun ada dua putra kita nantinya, tapi jatah kasih sayang untukku harus selalu ada.." dengan tatapan menggoda, Andreas Jonathan kembali berbisik pada istrinya.
"Suamiku semakin kesini kenapa semakin genit ya, apakah sudah memasuki tahapan puber kedua.." Cassandra berbisik balik di telinga Andreas Jonathan, merasa khawatir jika Altezza mendengarkan obrolan mereka.
"Denganmu honey... tidak hanya puber kedua saja, bisa sampai puber ke seratus kayaknya." setelah berbisik, tanpa melihat tempat, Andreas Jonathan segera menangkap bibir istrinya. Driver yang melihat melalui kaca depan, segera menekan tombol di depannya. Perlahan penyekat kursi depan dan tengah turun ke bawah, dan untungnya fokus Altezz pada film kartun yang ada di video yang ada di depannya.
*********