CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 224 Kedatangan tidak Diduga



Pagi Harinya


Untuk mengurangi rasa dingin meskipun sudah ada heater di dalam ruangan, Cassandra berolah raga di ruang fitness yang ada di dalam ruangan itu. Hal itu dilakukannya setiap pagi, sehingga meskipun hanya berada di dalam rumah saja, tubuh Cassandra tetap terjaga proporsi antara tinggi badan dengan berat badannya. Selama musim dingin, Cassandra memang tidak mau melakukan olah raga renang, meskipun kolam renang di mansion ini juga dilengkapi dengan heater yang memastikan tubuh tetap terasa hangat, meskipun berada di dalam kolam renang. Jadi ketika orang-orang di mansion itu masih tertidur, sambil menunggu putranya Altezza terbangun, Cassandra sudah berolah raga. Ketika orang-orang sudah terbangun, dan siap untuk makan pagi, Cassandra sudah cantik karena sudah mandi membersihkan dirinya.


"Honey... apakah sudah selesai olah raga paginya...?" Andreas Jonathan yang sudah selesai berenang, mendatangi istrinya di ruang gym. Terlihat handuk hangat masih menutup rambutnya. Laki-laki muda itu berjalan masuk ke dalam ruang gym.


"Sudah kak... ini sedang minum air putih, agar Sandra tidak dehidrasi. Sebentar lagi Sandra kembali ke kamar kak, untuk membersihkan diri, baru melihat Altezza yang mungkin masih tertidur di kamarnya dengan ditemani suster pengasuh.." Cassandra segera menggeser tempat duduknya, untuk memberi tempat bagi suaminya untuk duduk. Namun ternyata Andreas Jonathan tidak mau duduk, tangan laki-laki itu malah terulur ke bawah, dan membawa tubuh istrinya berdiri,


"Segeralah masuk ke kamar saja honey, mandilah dulu.. Udara sangat dingin meskipun sudah menggunakan heater, segeralah kenakan pakaian hangat.." laki-laki muda itu segera mengajak istrinya untuk kembali ke dalam kamar. Tanpa membantah, Cassandra mengikuti ajakan suaminya. Perempuan muda itu segera berdiri, dan Andreas Jonathan memeluk bahu istrinya, kemudian membawanya keluar dari ruang gym.


"Selamat pagi nona muda.. tuan muda..." maid yang berpapasan dengan mereka, berhenti dan mengucapkan salam pada keduanya. Cassandra hanya tersenyum menjawabnya, sedangkan seperti biasa Andreas Jonathan selalu bersikap dingin pada orang yang dirasa tidak penting untuknya.


Andreas Jonathan segera membawa istrinya masuk ke dalam kamar, dan laki-laki muda itu segera melepaskan pelukan di tubuh Cassandra. Tanpa berbicara, Cassandra segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Laki-laki muda itu dengan sabar menunggu istrinya sambil membuka gadget di tangannya, untuk memeriksa pekerjaan yang dikirimkan ke emailnya. Juga dengan akun yang dimilikinya, Andreas Jonathan bisa mengakses sistem informasi perusahaan. Jadi meskipun sangat lama berada di luar negeri, laki-laki muda itu tetap bisa mengambil keputusan, dan memeriksa bagaimana jalannya perusahaan,


"Hemm... memang Herlambang sangat pantas untuk aku tempatkan di  Qatar. Laki-laki muda itu dengan cepat menyesuaikan diri, dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Alexander bisa mengirimkan private teacher untuk membantunya belajar bahasa Arab, meskipun sudah menguasai bahasa Inggris, namun tetap dibutuhkan penguasaan bahasa ibu negara tersebut, meskipun belum bisa lancar." mempelajari profil Herlambang, dan juga dari laporan kinerja anak muda itu, Andreas Jonathan memuji Herlambang,


"Aku harus memberikan treatment yang bagus pada Herlambang, jika tidak perusahaan lain akan mau memberikan tawaran besar untuk membajak anak muda. Aku bisa meminta bantuan istriku Cassandra, agar meminta pada kakak angkatnya itu, agar tetap mau berada di PT. Indotrex. Tbk." kembali Andreas Jonathan bergumam,


Beberapa saat anak muda itu terpekur dalam pengecekan gadget di tangannya, sampai tidak menyadari jika istrinya sudah selesai mandi, berdandan dan akhirnya duduk di samping laki-laki muda itu.


**********


Di ruang makan


"Mama..., papa..., kapan kalian berdua sampai ke mansion ini. Kenapa kami tidak mendengar kedatangan kalian berdua.." Stevie dan Cassandra segera menyalami dan memeluk kedua orang tua itu. Nyonya Sheilla dan tuan Wijaya hanya tersenyum sambil memeluk kedua perempuan muda itu.


"Duduklah dulu.. kita  bisa bicara. Mama dan papa sampai di mansion ini tepat pukul satu malam, dan harus bersitegang dengan penjaga mansion. Mereka menolak papa dan mama untuk masuk ke dalam, dengan alasan ada instruksi dari putraku. Apakah itu benar Sandra..." tuan Wijaya mengabaikan keberadaan putra laki-lakinya, laki-laki tua itu malah bertanya pada menantunya.


"Oh karena itu ya pa.., mereka memang kita berikan SOP pa, untuk tidak bisa sembarang menerima orang asing. Dan Sandra serta kak Andre, belum sempat mengenalkan pada para penjaga, keluarga kita. Stevie dan Kak Alex saja bisa datang ke Inter Laken, karena datang bersama kita. Kami saat itu bertemu di Zurich, sehingga kita bisa datang ke mansion ini bersama-sama. Maaf ya pa.. ini semua kak Andre lakukan, untuk keselamatan Sandra dan Altezz.." dengan maksud membela suaminya, Cassandra menjelaskan pada papanya.


"Honey... segeralah makan pagi.. Mereka saja yang tidak peduli dengan keselamatan cucu dan menantunya. Seakan-akan tidak peduli dengan keselamatan kalian, yang penting mereka merasa senang dan bahagia." semua yang duduk di meja makan, merasa kaget dengan ucapan dari Andreas Jonathan.


Bahkan Stevie juga merasa kaget dengan ucapan kakak kandungnya, hanya Alexander saja yang senyum-senyum mendengarnya.


"Kak Andre.. maafkan kak Andre pa.., ma.. Bukan maksud kak Andre untuk menolak kedatangan papa dan mama ke mansion ini, itu semua dilakukan kak Andre untuk memastikan keamanan  Altezz dan Sandra.." lagi-lagi Cassandra harus meluruskan yang dimaksud oleh suaminya.


"Sandra... kami berdua ini adalah orang tua dari suamimu Andreas Jonathan. Jadi, kamu tidak perlu repot-repot untuk meluruskan apa yang dilakukan olehnya, kami sudah memahaminya. Konsekuensi seperti ini, sudah kami berdua pikirkan sejak dari Canada... Sandra.. Jadi tidak perlulah kamu berusaha untuk membela suamimu sampai seperti itu.." sambil tersenyum, tuan Wijaya yang sudah paham dengan karakter putranya, berusaha menenangkan putri menantunya.


"Iya pa.., oh iya by the way.. kita makan pagi dulu. Seperti tahu, jika keluarga kita tengah berkumpul, ternyata maid menyiapkan sarapan pagi ala-ala Indonesia. Papa.. mama.., ayuk ambil terlebih dahulu, barusan kita yang muda mengikutinya.." Cassandra segera mengalihkan pembicaraan.


Perempuan muda itu kemudian mengambilkan nasi untuk papa mertua, mama mertua, dan barulah untuk suaminya. Tanpa bicara, Andreas Jonathan langsung menikmati makanannya. Tetapi seperti ada yang sedang dipikirkan oleh laki-laki muda itu. Tidak lama kemudian, semua yang berada di meja makan itu sudah mulai menikmati sarapan pagi mereka.


**********