
Herlambang mengajak Cassandra menikmati menu sea food di The Lobster by All Time, yang ada di rukan Beach View Blok C No.23 Golf Island. Dari ruangan atas resto itu, keduanya bisa menikmati pemandangan laut sore hari. Tampak di ufuk senja, matahari sudah akan kembali terbenam di peraduanya. Herlambang tersenyum sambil memisahkan daging dari kulit lobster, kemudian meletakkan daging itu di piring Cassandra.
"Terima kasih mas Herlam.. Sandra bisa melakukannya sendiri, tidak perlu bantuan kakak untuk mengambil dagingnya." Cassandra merasa tidak nyaman dengan perlakuan laki-laki itu.
"Sudah.. biarkan saja tanganmu tetap bersih Sandra. Aku sekalian juga menyiapkan menu makananku ini.." sambil tersenyum Herlambang tetap melanjutkan memisahkan daging dari cangkang lobster. Tidak hanya lobster, kepiting besar bumbu saus tiram juga ikut dipisahkan pula dari cangkangnya.
"Oh ya mas Herlam.., by the way.. apakah mas Herlam tetap akan narik ojek online, setelah diwisuda nanti." tiba-tiba Cassandra bertanya tentang rencana ke depan, yang akan dilakukan Herlambang.
Laki-laki itu menghentikan aktivitasnya sejenak, kemudian menatap gadis itu masih dengan tersenyum. Tidak tahu sebabnya, sejak tadi senyuman selalu menghiasi bibir laki-laki itu. Seakan-akan, Herlambang baru saja menemukan sebuah kebahagiaan, bisa menikmati waktunya bersama dengan Cassandra.
"Aku sebenarnya sudah memasukkan beberapa lamaran di perusahaan-perusahaan besar yang ada di sekitar Thamrin. Tetapi beberapa menempatkanku di Karawang, aku masih belum memutuskan untuk menerimanya. Aku masih akan berusaha untuk mencari perusahaan, yang ada di tengah kota saja Sandr.." alasan tidak mau ditempatkan di Karawang, karena laki-laki itu akan merasa jauh dari Cassandra. Tetapi laki-laki muda itu tidak berkata yang sejujurnya.
"Mmmm.. atau begini saja mas Herlam.. Ada ketertarikan tidak, untuk masuk ke PT. Indotrex. Tbk? Jika tertarik masukkan ke perusahaan tempatku bekerja saja mas Herlam.. Ntas aku bantu, untuk bicara dengan Tuan Alex, agar mas Herlam bisa masuk ke perusahaan itu.." Cassandra menawarkan kesempatan untuk masuk ke perusahaan tempatnya bekerja.
Herlambang terdiam sejenak, bukannya dia tidak mau menerima kesempatan untuk join di perusahaan, yang menjadi impian banyak orang untuk bekerja di sana. Tetapi Herlambang tidak mau, jika masuknya dia di perusahaan, karena bantuan peran dari gadis itu.
"Belum Sandra.. nanti saja. Jika aku butuh bantuanmu, aku pasti akan bicara denganmu. Ayo.. out of topic saja, kita habiskan dulu seafood ini. Sayang jika tidak habis.." Herlambang mengalihkan pembicaraan.
"Lagian mas Herlam.., kita ini cuman berdua. Tapi mas Herlam pesennya, Mashaa Allah banyaknya. Pasti Sandra tidak akan bisa menghabiskannya mas.." Cassandra melihat banyaknya daging lobster dan kepiting yang sudah dipisahkan dari cangkangnya, tersaji di atas piring.
"Habis ah.. sudah kita makannya ga perlu pakai nasi. Langsung saja dagingnya dicocol di saus ini.." herlambang memberi contoh. Laki-laki itu mengambil sepotong daging lobster, kemudian mencocol pada saus yang ada di piring kecil, yang ada di dekatnya. Tidak lama kemudian, laki-laki itu tidak diduga sudah mengarahkan daging itu di depan bibir Cassandra.
Gadis itu terkejut, kemudian memundurkan punggungnya ke belakang, untuk sedikit menjauh dari tangan laki-laki itu. Tetapi, Herlambang terus mengejarnya, dengan memajukan tangannya ke depan.
"Ayolah Sandra.. kali ini saja deh, terima suapan ini dariku. Masak menolak sih.." akhirnya gadis itu terpaksa membuka juga bibirnya. Tetapi ketika Herlambang akan melakukannya lagi, dengan tegas, Cassandra menolaknya.
"Sudah ya mas Herlam.. sejak tadi mas Herlam malah belum menikmatinya lho, Sandra ga mau, kalau aku terus yang makan.." Cassandra mengelak suapan selanjutnya yang dilakukan oleh laki-laki itu. Akhirnya Herlambang mengikuti arahan gadis itu.
*********
Beberapa saat kemudian, Andreas Jonathan sudah sampai di lobby perusahaan. Beberapa orang karyawan yang sedang bergunjing membicarakan perginya Salsa dari perusahaan itu, langsung membubarkan diri melihat CEO perusahaan lewat di dekat mereka. Para karyawan itu tahu bagaimana mereka harus bersikap, untuk saat ini diam dan tidak turut campur menjadi jalan terbaik untuk mereka.
"Tuan muda.. kemana tujuan kita sore ini.." sambil membukakan pintu mobil, driver bertanya dengan suara pelan pada laki-laki itu,
"Langsung pulang ke mansion di PIK 2. Papa barusan menyuruhku pulang, sepertinya ada yang ingin dibicarakan." laki-laki itu langsung menjawab pertanyaan driver, dan laki-laki itu menutup pintu mobil dengan pelan.
Tidak banyak bicara, driver langsung menjalankan mobil, dan perlahan mereka sudah menyusuri jalanan untuk menuju ke arah Jakarta Utara. Beberapa saat, driver tidak berani untuk memulai pembicaraan. Dari kaca depan, laki-laki itu bisa melihat tuan mudanya menyandarkan punggung dan kepala di sandaran kursi. Tetapi laki-laki itu tidak tidur, matanya mengarah keluar dari dalam mobil.
"Iwan.. apakah tadi kamu melihat kepergian sekretarisku. Ketika aku keluar dari dalam ruangan, gadis itu sudah tidak ada di tempat.." tiba-tiba tidak diduga, Andreas Jonathan bertanya tentang Cassandra.
Iwan tersenyum kecut, karena saat ini hari sudah akan menjelang malam. Tentu saja nona Cassandra sudah pulang sejak tadi, karena jam kerja di perusahaan berakhir sampai dengan pukul 16.00. Tetapi laki-laki itu tidak berani, memprotes pertanyaan dari tuan mudanya.
"Sudah dari pukul 16.30, saya melihat non Sandra sudah keluar tuan muda. Penjemputnya sudah menunggu kedatangan gadis itu di depan lobby, sejak pukul 16.00. Mereka pergi berdua tadi tuan muda.." tanpa ada yang ditutupi, Iwan menceritakan semuanya.
"Penjemputnya, siapa Iwan yang menjemput. Apakah laki-laki muda yang sering aku lihat di kantor dengan mobil Expander itu..?" tidak dinyana, ternyata selama ini Andreas Jonathan juga mengamati yang terjadi di sekelilingnya.
"Iya tuan muda.., namanya mas Herlambang. Beberapa kali, saya sempat berbincang dengannya, dia itu mahasiswa tuan muda. Tetapi untuk biaya kuliahnya, laki-laki itu bekerja sebagai ojek online, bergabung dengan Grab Car dan juga Go Car." Iwan menceritakan tentang Herlambang pada tuan mudanya.
"Apakah keduanya memiliki hubungan..?" Andreas Jonathan menanggapi perkataan Iwan.
"Tidak tahu tuan muda.., tetapi sepertinya mas Herlambang tertarik dengan nona Cassandra. Tapi.. kayaknya mereka belum terikat tuan muda," dari depan, Iwan kembali menjelaskan posisi hubungan Herlambang dan Cassandra sepanjang yang dia tahu.
Andreas Jonathan terdiam mendengar penuturan dari Iwan, laki-laki itu tenggelam dalam pikirannya sendiri. Dari depan, Iwan juga tidak berani mengganggu tuan mudanya, dia terus mengarahkan mobil menuju ke arah utara.
***********