CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 152 Enggan Meninggalkan Yogyakarta



Mobil yang membawa rombongan Andreas Jonathan sudah memasuki halaman parkiran di Abhaya Giri yang ternyata merupakan sebuah resort. Abhayagiri berlokasi di Sumberwatu Heritage Resort, yang merupakan sebuah resort butik, yang seperti namanya, berada di Dusun Sumberwatu, Prambanan. Resort yang juga sekaligus merupakan sebuah restaurant yang terkenal ini, terletak di atas perbukitan dengan ketinggian 196 meter di atas permukaan air laut, dan bangunan resort ini menghadap langsung ke Gunung Merapi serta Candi Prambanan dan Candi Sajiwan.


"Sangat menakjubkan sekali ada tempat seperti ini di Yogyakarta, seperti berada di Uluwatu.." Nyonya Sheilla kembali mengingat sebuah tempat di pulau Bali, dimana ketika masih menikah dengan tuan Wijaya, beberapa kali pasangan itu menginap di komplek mewah hotel di Uluwatu.


"Kamu masih mengingat Uluwatu.. Sheilla, aku jadi teringat dengan masa dulu, ketika kita masih menjadi pasangan suami istri. Aku ingin mengulanginya lagi Sheilla.." perempuan paruh baya itu kaget, ternyata Wijaya mendengar kata-katanya. Melihat Wijaya yang tersenyum sambil memandangnya, Nyonya Sheilla kemudian meninggalkan laki-laki itu dan berjalan di samping Nyonya Dhini.


"Bagaimana mama.. indah bukan tempat ini. Itu lihat disana, Stevie dan kak Alexander sudah menunggu kita.." baru saja Cassandra akan mempercepat langkahnya, tangannya dihentikan oleh suaminya. Andreas Jonathan menatap tajam pada gadis itu.


"Untuk lebih cepat bertemu Alex, kamu sampai melupakan suamimu dan akan meninggalkanku honey.." Cassandra kaget dan seperti baru tersadarkan ketika suaminya berbicara seperti itu kepadanya.


"Bukan begitu sayang.. reflek saja melihat Stevie dan Kak Alex ada di atas. Sepertinya melihat view di bawah dari ketinggian akan jauh lebih indah." mendapat panggilan sayang dari istrinya seakan mengangkat Andreas Jonathan di awang-awang. Dengan penuh cinta, laki-laki itu menatap istrinya kemudian memeluk dan memberikan ciuman di kening gadis itu.


Dari pada menyinggung suaminya, Cassandra sambil menahan malu membiarkan perlakuan Andreas Jonathan terhadapnya. Karena jika Cassandra menegur atau berkeluh kesah atas perlakuan itu, maka laki-laki itu malah akan lebih berani memperlakukannya di muka umum. Akhirnya dengan diam dan berjalan sambil menundukkan kepala, Cassandra mengikuti suaminya.


"Pap.. pap.. papa.." tiba-tiba di luar dugaan, Altezz mengangkatkan kedua tangan ke atas sambil melihat ke arah papanya, seakan anak kecil itu ingin digendong oleh papanya.


"Kak.. lihatlah Altezz, ternyata Altezz sudah bisa memanggil papa.." Cassandra berteriak histeris melihat tumbuh kembang putranya.


"Oh anak papa... sekali lagi panggil papa boy..." Andreas Jonathan berteriak kegirangan.


Orang-orang yang bersama dengan mereka, bahkan beberapa pengunjung lainnya menoleh dan melihat wajah Cassandra dan Andreas Jonathan yang tampak bahagia menggendong putra mereka. Ada kebahagiaan di hati tuan Wijaya melihat keakraban dan kebersamaan dalam keluarganya. Ada air mata yang menggenang di kelopak mata laki-laki tua itu, sungguh dia sudah merindukan dalam waktu yang lama kebersamaan seperti itu.


"Kenapa Wijaya.. apakah kamu terharu melihat putra dan menantuku.. Anak muda itu ternyata sangat jantan, tahu bagaimana caranya memperlakukan dan meratukan seorang wanita. Bagaimana dia menghargai dan memperlakukan Cassandra, meskipun di muka umum selalu berusaha menunjukkan kepemilikannya." dari samping tuan Wijaya, nyonya Sheilla berbicara pada mantan suaminya.


"Hmm... Sheilla, jika kamu mau menerima lamaranku kembali saat ini, akupun akan memperlakukan hal yang sama, seperti yang dilakukan putraku Andreas Jonathan pada istrinya Cassandra. Will you marry me.. Sheilla..?" di luar dugaan, tiba-tiba tuan Wijaya malah melamar kembali mantan istrinya di tempat itu.


*******


Nyonya Dhini terlihat sangat bahagia melihat kebahagiaan yang dimiliki putrinya. Suami yang sangat memanjakan dan bertanggung jawab menjaga, mertua yang juga sangat memperhatikan, serta memiliki adik ipar yang juga sangat mencintai kakak iparnya. Ada sepercik kehangatan, dan berterima kasih atas takdir indah yang menyelimuti kehidupan putri sulungnya. Tanpa sadar, nyonya Dhini mengusap kepala Armand, putranya dengan Hanafi yang berarti merupakan adik tiri dari Cassandra.


"Mama.. kenapa mama menangis, siapa yang membuat mama bersedih..?" Nyonya Dhini dikejutkan dengan suara Armand, yang bertanya kepadanya. Tanpa sadar kebahagiaan di depan matanya itu, membuat perempuan paruh baya itu menjadi terharu. Meskipun tahunan, nyonya Dhini merasa sudah menyia-nyiakan dan terpisah dengan putrinya Cassandra, ternyata semua berakhir dengan indah.


"Tidak apa-apa putraku Armand, mama menangis bukan karena bersedih. Mama menangis karena terharu dengan semua keindahan dan kebahagiaan ini.." dengan suara pelan, Nyonya Dhini menanggapi pertanyaan dari putranya.


Armand tersenyum, kemudian menyandarkan sisi kepalanya di lengan atas mamanya. Dari tempat duduk yang agak jauh, Cassandra tersenyum melihat apa yang dilakukan mamanya pada Armand adik laki-lakinya.


"Apa yang kamu perhatikan honey, kenapa sejak tadi istriku yang cantik ini senyum-senyum sendiri.." sambil memangku Altezza, Andreas Jonathan yang sejak tadi memperhatikan  istrinya bertanya dengan heran.


"Itu kak.., melihat bagaimana mama dengan kasih sayang memperlakukan Armand, terlepas dari Hanafi yang sudah menyakiti mama. Tetapi mama tetap memperlakukan Armand dengan penuh kasih sayang, Sandra senang melihatnya.." Cassandra menunjuk mama dan Armand dengan jari telunjuknya.


"Iya honey... aku juga tidak menyangka. Ternyata liburan mendadak ke Yogyakarta untuk berkunjung ke rumah mama Dhini, ternyata membawa makna yang mendalam. Kebersamaan dan kebahagiaan, lihatlah.. semua menikmati dengan caranya masing-masing. Lihatlah Alexander.. yang tanpa patah semangat terus berusaha menundukkan adikku Stevie, juga dengan papa Wijaya yang terus berjuang melunakkan hati mama Sheilla. Aku menikmati setiap detik ini honey..." tidak disangka, Andreas Jonathan yang berhati keras ternyata juga bisa merasakan kebersamaan ini.


Cassandra tersenyum, dan gadis itu menyandarkan kepalanya di lengan bagian atas suaminya. Andreas Jonathan melihat ke arah istrinya sambil tersenyum, dengan tetap memangku putranya Altezza. Tanpa pasangan suami istri itu sadari, ternyata Stevie mengambil foto mereka bertiga secara candid.. dan dengan siluet dari sinar matahari yang mulai beranjak ke senja, foto keluarga kecil itu terlihat bahagia,


"Honey.. bagaimana kalau mama Dhini kita ajak ke Jakarta saja. Nanti Armand bisa kita pindahkan sekolah di International School, agar terbiasa berkomunikasi dengan bahasa asing yang akan memiliki manfaat untuk masa depannya nanti.." tiba-tiba Andreas Jonathan membuat usulan.


"Belum tentu mau kak, tapi coba nanti Sandra sampaikan pada mama dan Armand. Karena ada sesuatu di kota Yogyakarta, yang membuat orang enggan untuk berpindah meninggalkan kota ini. Sandra saja,, yang sudah lama pergi dari kota ini saja masih selalu berharap untuk sering kembali," sahut Cassandra menanggapi perkataan suaminya.


*********