
Hari-hari berikutnya
Suasana kembali tenang seperti hari-hari semula, kekhawatiran berlebihan yang dipikirkan Andreas Jonathan tidak terbukti. Laki-laki muda itu sudah kembali sering meninggalkan keluarganya, untuk melakukan pengecekan di beberapa perusahaan cabang yang ada di beberapa negara dan kota di benua Eropa, Sebenarnya laki-laki muda itu selalu ingin mengajak istrinya Cassandra, tetapi dengan alasan khawatir jet lag, perempuan muda itu selalu menolaknya. Sepertinya Cassandra sudah benar-benar merasa nyaman tinggal di Inter laken, seperti ketika mereka tinggal di Indonesia.
"Honey... benarkah kamu tidak akan ikut denganku.. Perjalanan kali ini bisa sampai tengah malam, aku baru akan bisa sampai kembali ke mansion,." terlihat Andreas Jonathan kembali mengajak istrinya untuk pergi menemaninya.
"Apakah kak Andre ingin Sandra ikut, atau masih bisa pergi sendiri..? Jujur kak, Cassandra merasa sulit untuk meninggalkan Altezz sendiri, dan sejak tadi malam sebenarnya Sandra merasakan begah di perut, tidak seperti biasanya. Padahal untuk asupan nutrisi, tidak ada yang berubah, semua masih sama seperti biasanya. Juga tidak ada kandungan chili dalam menu makannya.." bukan sebagai alasan agar tidak menemani suaminya, tetapi hal itulah yang dirasakan oleh mommy nya ALtezza.
"Kenapa kamu tidak menyampaikan dari tadi malam honey... seharusnya sejak malam, aku membawa dokter ke rumah ini.. Sudah.., kamu tinggal saja di ranjang, tidak boleh beraktivitas apapun. Aku akan memanggil dokter untuk memeriksamu.." mendengar penjelasan istrinya, laki-laki muda itu menjadi panik. Karena tidak biasanya, laki-laki muda itu mendengarkan keluhan rasa sakit dari istrinya. tetapi pagi ini, tanpa sadar Cassandra mengeluh kepadanya.
"Tidak perlu kak, hilangkan rasa panik kakak. Nanti setelah minum teh manis panas, akan hilang sendiri rasa begahnya, mungkin hanya gejala maag saja kak. Janganlah terlalu khawatir.." seperti ada penyesalan dalam kata-katanya, Cassandra ingin menghilangkan rasa khawatir suaminya.
"Kamu dan Altezz adalah tujuan hidupku honey, aku tidak bisa untuk tidak khawatir memikirkanmu.. Jangan pernah menyembunyikan sesuatu dariku, atau aku akan mati honey.. Tenanglah..., tunggu aku sebentar, jangan kemana-mana.." dengan nada khawatir, Andreas Jonathan kemudian berjalan keluar kamar meninggalkan istrinya.
Baru saja membuka pintu, Andreas Jonathan melihat sekelebat bayangan Alexander yang akan berjalan keluar rumah.
"Alex.. stop it...! Panggil dokter keluarga untuk datang ke mansion ini secepatnya, istriku sedang tidak baik-baik sajan. Dan batalkan kunjunganku ke Italia, istriku lebih membutuhkanku untuk menemaninya saat ini, Atau kamu sendiri yang berangkat ke negara itu untuk mewakiliku..." tanpa jeda, Andreas Jonathan memberi perintah pada anak muda itu.
Alexander memandang sebentar dengan penuh tanda tanya pada laki-laki itu, tetapi kemudian diurungkan niatnya untuk menanggapi perkataan itu. Karena semua yang berurusan atau menyangkut tentang istrinya Cassandra, laki-laki itu pasti akan mendahulukannya. Alexander sudah sangat yakin, dan mengenali akan hal itu.
"Siap kak, akan aku lakukan semua yang kak Andre perintahkan..." ALexander segera berjalan meninggalkan Andreas Jonathan.
Sepeninggalan Alexander, Andreas Jonathan kemudian masuk ke dalam pantry untuk membuatkan sendiri teh manis panas untuk istrinya. Meskipun ada maid, yang merasa tidak enak karena melihat anak muda itu melakukan sesuatu di pantry, tetapi papa Altezza itu tidak mempedulikannya. Tidak lama kemudian, di tangan Andreas Jonathan sudah ada satu cangkir teh manis panas, kemudian dibawanya masuk ke dalam kamar utama.
***********
Perubahan kesehatan Cassandra ternyata menimbulkan kekhawatiran yang berlebih dari suaminya. Laki-laki muda itu membatalkan semua janji yang sudah diaturnya, karena Alexander sendiri masih menata kehidupan pernikahan dengan istrinya Stevie. Untuk melatih kemandirian pasangan suami istri itu, Alexander mengambil rumah yang tidak jauh dari mansion kehidupan Andreas Jonathan dan Cassandra. Mereka memutuskan hal itu, karena Stevie merasa malu dari kejadian terakhir pertengkaran mereka.
"Bagaimana honey.. apakah perutnya masih terasa begah..., wajahmu terlihat sangat pucat..?" setelah membantu istrinya minum teh panas, Andreas Jonathan bertanya pada perempuan yang sedang duduk bersandar di atas sandaran ranjang itu.
"Tok.. tok.. tok.." tiba-tiba pintu kamar pasangan suami istri itu diketok dari luar.
"Masuk.." dengan ucapan tegas, Andreas Jonathan mempersilakan masuk. Terlihat masuk ke dalam kamar, dan langsung membungkuk di depan pasangan suami istri itu,
"Ada apa Jane.., apakah ada yang akan kamu informasikan..?" dengan lembut, Cassandra bertanya pada maid itu.
"Dokter Steward sudah menunggu di ruang tamu.. Apakah tuan muda atau nona muda akan menemuinya di ruang tersebut, atau mempersilakan masuk ke kamar ini.." dengan sikap sopan tapi terhormat, Jane menyampaikan informasinya.
"Bawa ke dalam kamar ini saja langsung.." kata-kata Andreas Jonathan dengan tegas memberi perintah.
"Baik tuan muda... nona muda..." maid itu segera keluar dari dalam kamar pasangan suami istri itu. Andreas Jonathan mengambil selimut, kemudian menyelimuti kaki jenjang istrinya agar tidak terlihat oleh dokter tersebut. Tidak lama kemudian, ART kembali datang dengan membawa dokter di belakangnya....
"Selamat pagi tuan Andreas Jonathan, saya Dokter Stewart..." dengan ramah, dokter menyapa Andreas Jonathan.
"Terima kasih dokter, periksa istri saya segera.." tanpa banyak kata, Andreas Jonathan segera memerintah dokter untuk melakukan pemeriksaan.
Seperti memahami rasa khawatir yang dialami oleh laki-laki muda itu, Dokter Stewart tersenyum, kemudian mendekat ke arah Cassandra. Beberapa saat dokter Stewart berbincang dengan Cassandra, dengan pengawasan suami perempuan muda itu. Dokter Stewart mengeluarkan stetoskop dan senter kecil dari tas kerjanya, kemudian memeriksa mata dan leher Cassandra.
"Nona muda Cassandra... silakan ke kamar mandi. Paksakan untuk mengeluarkan urin, kemudian masukkan test pack ini ya, daripada nona muda harus pergi ke laboratorium.." sambil tersenyum, dokter itu memberikan test pack pada Cassandra.
Karena sudah pernah hamil, dan tahu kegunaan dari barang yang kini ada di tangannya itu, dahi Cassandra berkerut, tetapi perempuan muda itu tidak mau bersuara, karena dapat mengundang kepanikan suaminya. Melihat hal itu, Andreas Jonathan yang tidak mengetahui barang apa itu, bergegas mendatangi istrinya untuk membantunya berjalan ke kamar mandi
"Honey.. pelan-pelan saja jalannya.." karena merasa khawatir istrinya terjatuh, dengan tidak sabar Andreas Jonathan langsung mengangkat istrinya dan membawanya ke kamar mandi. Melihat sikap over protective laki-laki muda itu terhadap istrinya, Dokter Stewart hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala. Tetapi hal itu tidak dipedulikan oleh CEO PT. Indotrex. Tbk, laki-laki muda itu tetap membawa istrinya masuk ke dalam kamar mandi.
********