CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 206 Kedatangan yang Mengejutkan



Altezza sedang bermain bola di halaman depan dengan Edward, sedangkan Cassandra menunggu mereka sambil membaca majalah bisnis. Meskipun sudah tidak lagi bekerja, perempuan muda itu memang tetap selalu meng upgrade ilmu dengan banyak membaca, baik berita digital maupun berita yang ditulis lewat majalah atau surat kabar. Perempuan muda itu memang memiliki keinginan, akan kembali lagi ke perusahaan untuk bekerja, jika Altezza sudah bisa mandiri.


Tanpa Cassandra tahu, karena focus pandangannya berada pada majalah yang ada di pangkuannya, sebuah mobil mewah meluncur masuk ke dalam halaman, kemudian berhenti tidak jauh dari perempuan itu duduk. Perempuan itu


terjenggirat, dan kebahagiaan langsung menghampirinya, ketika seorang laki-laki tampan tersenyum dan merentangkan kedua tangannya untuk memeluk perempuan itu.


“Kak Andre… kenapa tidak kasih kabar jika akan Kembali, Sandra kangen kak..” tanpa memperhatikan ke sekeliling, dimana banyak penjaga dan pengawal melihat mereka, Cassandra langsung menghambur ke pelukan laki-laki tampan itu.


“Terlebih aku honey.., I miss you.., always..” Andreas Jonathan segera menangkap tubuh mungil Cassandra, dan ciuman lembut yang memabukkan mendarat di bibir perempuan mud aitu. Beberapa saat, pasangan suami istri itu terhanyut dalam pelukan dan ciuman. Keduanya bahkan tidak sadar, Ketika di belakang mereka ada Altezza yang sedang digendong oleh Edward. Wajah Edward berubah menjadi merah, melihat perempuan yang dikagumi dan disayanginya itu, saat ini sedang berada dalam pelukan suaminya.


“Papa.. ini Altezz..” suara Altezza mengagetkan pasangan suami istri itu. Seperti tersengat lebah, Cassandra segera melepaskan diri dari pelukan suaminya. Namun, Andreas Jonathan tidak muda melepaskannya, satu tangan laki-laki tampan itu masih berada di pinggang perempuan muda itu. Apalagi melihat keberadaan anak muda yang sempat membuatnya gabut dan cemburu itu ada disitu, seakan-akan Andreas Jonathan tidak mau melepaskan istrinya.


“Altezz sayang… papa kangen sayang. Sini mendekat sama papa..” Andreas Jonathan segera menundukkan tubuhnya ke bawah. Anak kecil itu melepaskan diri dari gendongan Edward, kemudian berlari untuk memeluk papanya,


Peluk dan ciuman menghujani Altezza, dan tanpa menyapa pada Edward, Andreas Jonathan memeluk istri dan putranya kemudian membawanya ke dalam. Untungnya Cassandra sadar dan ingat jika ada Edward yang membawa putranya menemui papanya, perempuan muda itu berhenti, kemudian…


“Edward.. terima kasih ya, sudah membawa Altezz menemui papanya. Ini suamiku, papanya Altezz yang bernama Andreas Jonathan. Kak Andre.. kenalkan itu Edward, yang sering menemani putra kita Altezza bermain selama ini..” Cassandra mengingatkan pada suaminya jika masih ada orang lain di tempat itu.


Andreas Jonathan hanya tersenyum tapi tidak mengeluarkan suara untuk mengenalkan diri, apalagi mengucapkan terima kasih pada anak muda itu. Sedangkan Edward langsung menarik telapak tangannya kembali, ketika ajakan jabat tangan pada suami Cassandra diabaikan. Tetapi Cassandra sudah tidak bisa berpikir kembali dengan jernih, karena tarikan tangan suaminya yang mengajaknya masuk ke dalam mansion.


“Papa kenapa baru datang, Altezz kangen papa.” Sambil berada dalam gendongan papanya, Altezza bertanya pada laki-laki tampan itu.


Cassandra hanya tersenyum dan mengangkat dua bahunya ke atas, Ketika suaminya melihat kepadanya. Andreas Jonathan menundukkan wajahnya, kemudian membanjiri wajah Altezza dengan ciuman.


“Papa banyak pekerjaan sayang.., bukankah papa harus bekerja. Agar bisa memenuhi kebutuhan Mommy.., Altezz, dan yang lainnya. Altezza baik-baik saja bukan, buktinya tubuh Altezz saat ini sudah bertambah gendut. Papa saja sampai keberatan menggendong jagoan papa ini..” Andreas Jonathan tiba-tiba memiringkan tubuhnya, bertindak seolah-olah tidak kuat menahan beban putranya.


“Hi.. hi.. hi.., masak papa yang tubuhnya besar, tidak mampu menggendong Altezz. Mommy saja yang tubuhnya lebih kecil dari papa, sering menggendong Altezz sendiri..” anak kecil itu mentertawakan papanya.


“Iya sayang.. soalnya mommy itu super woman, tubuh mommy itu kuat meskipun kecil. Tapi besok lagi, Altezz harus mengurangi ya jika minta gendong pada mommy. Karena Altezz dan papa itu laki-laki, jadi kitalah yang harus menjada mommy. Altezz janji..” Andreas Jonathan mengangkat telapak tangan kanannya, dan..


Akhirnya suasana di mansion Kembali ramai dan hangat dengan kedatangan tuan rumah, yaitu Andreas Jonathan. Anak kecil itu terlihat lengket, seakan tidak mau berpisah lagi dengan papanya.


********


Malam Harinya


Sambil menunggu Altezza terlelap, karena anak itu sudah terbiasa tidur bersama mommy nya Ketika Andreas Jonathan tidak ada, pasangan suami istri itu saling berbicara. Andreas Jonathan banyak menceritakan apa saja yang dialami dan dilakukan di Indonesia, dari awal pernikahan Stevie dan Alexander sampai kedatangannya kembali ke Switzerland yang terlambat. Cassandra lebih banyak mendengarkan, karena sebenarnya via video call laki-laki tampan itu sudah menceritakan semuanya.


“Oh iya honey.., by the way siapa anak muda yang tadi bersama dengan Altezza. Kenapa anak muda itu bisa demikian akrabnya dengan putra kita Altezza.” Seperti yang sudah diduga oleh Cassandra, akhirnya suaminya bertanya juga tentang Edward.


“Namanya Edward kak.., memang sih selama tidak ada kak Andre di sini, anak muda itu yang selalu membantu dan menemani Altezz bermain. Mungkin putra kita merasa ada kecocokan, karena banyak hal yang tidak bisa dilakukan Sandra kak, terutama jika menyangkut bermain ala laki-laki. Kedatangan Edward ke rumah ini tanpa sengaja kak, kami maksudnya Sandra dan Altezz menemukan anak muda itu dalam keadaan luka-luka di kali kecil yang ada di bawah sana.


Karena anak muda itu minta tolong, ketika kami temukan, ya sudah.. akhirnya Sandra mencari bantuan dan membawa anak muda itu untuk dirawat di mansion ini.” Cassandra menceritakan tentang keberadaan Edward.


„Tapi aku lihat luka-luka di tubuhnya sudah tidak ada, kenapa anak muda itu masih ada disini. Apakah honey menyukai jika anak muda yang bernama Edward itu tetap berada di mansion ini..” mendengar nada bicara suaminya, Cassandra kaget.


“Kenapa kak Andre bertanya seperti itu..? Jujur saja kak,putra kita bukan lagi Altezza seorang bayi kak. Altezza membutuhkan teman bergaul dan bermain, dan keberadaan Edward bisa membantunya. Karena permintaan anak muda itu, untuk mengijinkannya tetap berada di mansion ini, aku tidak bisa menolaknya kak. Apalagi dengan putra kita Altezza, Edward bisa klop.” Cassandra berbicara jujur.


Tetapi sepertinya Cassandra lupa, jika suaminya adalah seorang pencemburu. Meskipun usia Edward berada di bawah usia istrinya, tetap cemburu tetaplah cemburu. Melihat sikap suaminya yang mendadak diam, akhirnya Cassandra sadar jika ada sesuatu yang tidak berkenan di hati laki-laki itu.


“Kak Andre apakah cemburu dengan Edward kak..?? Jika iya, maafkan Sandra kak. Semua Sandra lakukan, hanya untuk Altezz kak, tidak ada maksud lain. Trust me kak Andre..” dengan tatapan puppy eyes, Cassandra menatap ke mata suaminya.


Andreas Jonathan tidak menjawab, laki-laki itu malah menundukkan wajahnya kemudian memerangkap bibir perempuan muda itu dengan bibirnya. Arogansi laki-laki tampan itu, sangat dirasakan oleh Cassandra. Namun karena gadis muda itu juga merindukannya, akhirnya kedua tubuh itu saling menyatu.


************