CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 104 Menyadari Perhatian



Dalam perjalanan pulang, Cassandra meminta pendamping pengasuh Altezza untuk mempersiapkan semua barang dan perlengkapan anak kecil, tanpa memberi tahu apa maksudnya.. Sedangkan Andreas Jonathan mengemudikan mobil seperti pembalap jalanan, menyibak keramaian ibukota, Beberapa saat kemudian mobil yang dikemudikan Andreas Jonathan memasuki halaman parkir mansion keluarga itu.


"Selamat siang tuan muda.., nona muda.." dengan sigap pengawal membukakan pintu mobil.


Tanpa menjawab, Andreas Jonathan segera menarik tangan istrinya, dan membawanya masuk ke dalam rumah. Beberapa ART tampak berhenti dan menganggukkan kepala melihat kedatangan majikannya, dan tidak ada yang berani bertanya pada mereka berdua. Ekspresi wajah Andreas Jonathan terlihat tegang, apalagi begitu mendengar tangisan Altezza dari dalam kamarnya. Cassandra segera melepaskan cekalan tangan suaminya, kemudian berlari masuk ke dalam kamar anak kecil itu.


"Altezz kenapa suster..?" Cassandra segera mengambil Altezz dari suster pengasuh yang menggendongnya.


"Tidak tahu kenapa nona muda.. sepertinya dahi tuan kecil agak hangat. Beberapa saat lalu sudah saya beri pengompres untuk meredakan panasnya." dengan gugup dan ketakutan, suster pengasuh melaporkan apa yang terjadi pada Altezza.


"Honey.. persiapkan Altezz.. sepertinya ustadz yang diundang Alex sudah berada di depan. Aku akan keluar dulu untuk menemuinya,." tiba-tiba Andreas Jonathan kembali berjalan keluar dari dalam kamar putranya.


"Iya kak.." sahut Cassandra cepat.


Dalam dekapan mamanya, Altezza mulai merasa tenang. Dengan cepat, Cassandra memberi ASI pada bayi itu, dan suster pengasuh tetap menunggu di samping perempuan itu.


"Suster.. minta bantuan pengawal jika kamu tidak mampu untuk membawanya sendiri. Semua pakaian Altezz dan perlengkapannya. Kita secepatnya akan pindah dari mansion ini.." tanpa menjelaskan apa yang terjadi, Cassandra memberi perintah pada suster pengasuh itu,


"Maksud nona muda... perlengkapan tuan kecil akan dibawa kemana..?" merasa bingung dengan perintah dari nona mudanya, suster pengasuh bertanya pada Cassandra.


"Bawa ke mobil segera.., nanti pengawal maupun driver keluarga sudah akan paham tugas mereka, Kak Andre sudah memberi tahukan pada mereka semua. Lakukan sekarang, mumpung Altezz sudah sedikit tenang." dengan nada sedikit keras, Cassandra memberi perintah. Dengan gugup, suster pengasuh segera melaksanakan apa yang diperintahkan oleh nona mudanya.


Cassandra membaca surat-surat pendek yang dihafalnya kemudian menghembuskan di wajah putranya. Ajaibnya, Altezza terlihat tenang dan membuka mata, kemudian melihat ke wajah mamanya. Cassandra menundukkan wajahnya ke bawah, dengan penuh kasih sayang seorang ibu, memberikan ciuman di kening dan pada kedua pipi Altezza, Meskipun kehamilan dan kelahiran bayi mungil itu, merupakan satu kesalahan, namun ternyata Cassandra bisa menunjukkan kewajiban seorang ibu yang merawat bayinya dengan penuh kasih sayang.


"Tok.. tok.. tok.." tiba-tiba pintu kamar ALtezza diketuk dari luar, segera Cassandra menghentikan pemberian ASI nya. Benar firasat gadis itu, karena tidak lama kemudian suaminya masuk dengan dua orang di belakangnya. Wajah kedua orang paruh baya itu terlihat tampak sejukĀ  dan alim,


"Honey.. kenalkan ini ustadz Arifin dan ustadz Ilham yang akan membantu berdoa di mansion ini." dengan senyuman, Andreas Jonathan mengenalkan kedua tamu itu kepada istrinya.


Cassandra tersenyum kemudian mengangkat tangan untuk mengenalkan dirinya. Perlahan Andreas Jonathan mendekati Cassandra dan mengambil Altezza dari gendongan istrinya. Dalam gendongan laki-laki muda itu, ALtezza membuka matanya kemudian menatap wajah di atasnya itu. Andreas Jonathan membawa bayi dalam gendongannya mendekati dua ustadz yang tersenyum melihat keluarga kecil itu,


**********


"Kita akan kemana kak... apakah tidak terlalu berlebihan, jika kita langsung pergi meninggalkan mansion, dan pindah dari tempat itu.." dalam perjalanan keluar dari dalam mansion, Cassandra bertanya pada suaminya.


Andreas Jonathan menoleh dan melihat ke arah istrinya Cassandra, senyuman manis terlihat di bibirnya. Meskipun laki-laki itu terlihat arogan di mata orang lain, namun setelah gadis itu menjadi istrinya, wajah Andreas Jonathan selalu terlihat lembut dilihat oleh Cassandra.


"Aku tidak mau gambling untuk keamananmu dan ALtezz honey.. Mungkin kamu sudah tahu dari Alexander, hal apa yang sudah dibuat mama pada keluarga kitam sampai papa harus dirawat di rumah sakit. Meskipun sebagai masyarakat modern, aku juga tidak begitu percaya dengan hal-hal klenik seperti itu, namun demi keamanan keluargaku, aku akan menjaganya. Karena dalam kitab suci, juga jelas dikenalkan kalau hal ghaib itu ada.." sambil terus menyetir dengan hati-hati, Andreas Jonathan menjawab pertanyaan Cassandra,


Cassandra terdiam, dalam hati menyetujui apa yang dikatakan oleh suaminya. Namun.. dalam hati kecilnya, Cassandra meragukan jika nyonya Sandrina menjadi pelaku yang tega untuk menghancurkan keluarganya sendiri, Bagaimanapun, hati seorang ibu pasti akan terikat dengan kasih sayang dan hati anak-anaknya.


"Kenapa honey menjadi diam.., apakah honey tidak setuju kita pindah dari mansion PIK II?" melihat istrinya terdiam setelah mendengarkan kata-katanya, Andreas Jonathan bertanya.


"Bukan itu kak.., kemanapun demi keamanan ALtezza, Cassandra akan ikut kakak. Hanya saja, apakah apa yang terjadi di mansion itu, betul-betul perbuatan mama Sandrina. Apa tujuan dan maksudnya, apalagi sampai membawa korban papa Abraham.." dengan polos, Cassandra kembali bertanya pada suaminya.


"Tidak tahu honey.. apakah minuman untuk apa itu sebuah kekeliruan, atau bisa dikatakan salah sasaran. Kita tunggu saja dulu, nanti ALexander yang akan menyelesaikannya. Kita tinggal menunggu hasilnya di Pent House, rumah baru kita.." ucap CEO PT. Indotrex. Tbk itu. Tidak lama kemudian laki-laki itu menghentikan mobilnya karena lampu merah.


"Cup.." Cassandra tersentak, ternyata tanpa dia sadari, Andreas Jonathan mencuri ciuman dari pipi kanannya. Semburat warna pink memenuhi pipi Cassandra, dan laki-laki itu malah tertawa ngakak,


"Kakak curang.." ucap Cassandra lirih, dan merasa malu tidak berani melihat ke wajah suami yang sudah mengisenginya itu.


"Tidak perlu malu honey.. kita ini pasangan suami istri yang sudah sah di mata hukum dan agama. meskipun sebuah kesalahan, ketika aku memaksamu dan membawa kelahiran Altezza. Namun perasaanku murni dan tulus untukmu honey.. sampai kapanpun, hanya dirimu satu-satunya pendamping hidupku." kata-kata yang diucapkan Andreas Jonathan terdengar menyejukkan di hati Cassandra.


"Terima kasih kak Andre.." ucap Cassandra malu, Tiba-tiba laki-laki itu meraih tangan istrinya kemudian menggenggamnya sambil kaki kanannya menginjak pedal gas. Hati gadis itu perlahan mencair, dan mulai merasakan jika suaminya bukan memilikinya hanya karena kasus kecelakaan itu, tetapi memang ada ketulusan dalam setiap perlakuannya.


**********