
Ketika Cassandra menemani Andreas Jonathan sarapan, tiba-tiba laki-laki itu membuka dompetnya kemudian mengeluarkan sebuah kartu debit. Gadis itu tidak memperhatikannya, karena merasa tidak terkait dengan dirinya. Namun tiba-tiba saja, laki-laki itu meletakkan kartu debit tersebut di depan Cassandra. Gadis itu merasa terkejut, dan memberanikan diri mengangkat wajahnya ke atas dan menatap wajah tuan mudanya, dengan penuh tanya.
"Ini apa maksudnya tuan muda.., ini kartu tuan muda, kenapa diberikan kepada saya.." dengan tatapan bingung, Cassandra bertanya pada laki-laki itu.
"Terimalah sebagai ungkapan rasa terima kasihku, dan setiap pagi kamu mendapatkan tugas tambahan, membawakanku menu makanan untuk sarapan pagiku." dengan santai, laki-laki itu melanjutkan makan paginya.
Mata Cassandra terbelalak, gadis itu betul-betul tidak menyangka dengan perlakuan dari tuan mudanya itu. Gadis itu memegang kartu tersebut, kemudian meletakkannya di depan meja laki-laki itu.
"Mohon maaf tuan muda, bukan begini caranya. Saya tidak suka tuan muda, jika seperti ini seperti transaksi jual beli antara saya dengan tuan muda. Ambil kembali kartu ini tuan muda, saya tidak pantas untuk menerimanya." Cassandra berbicara dengan sedikit keras.
"Kamu menolak perintahku Cassandra. Aku bukan orang yang tidak tahu terima kasih, sudah sejak beberapa hari yang lalu, aku selalu merepotkanmu. Bahkan malam ini, kamu juga mengijinkanku menginap di tempat ini. Jangan tolak pemberianku ini, maka aku akan marah." dengan nada tinggi pula, Andreas Jonathan berbicara menanggapi perkataan Cassandra.
"Maaf tuan muda.. saya tidak merasa mengijinkan tuan muda untuk menginap disini tadi malam. Semua terjadi karena kesalah pahaman, dan karena ketidak tahuan saya. Saya sendiri malah kaget, begitu bangun tidur melihat keberadaan tuan muda di dalam apartemen ini." merasa tidak memberikan ijin pada tuan mudanya, Cassandra berbicara dengan nada protes.
Andreas Jonathan diam, laki-laki itu dengan santai melanjutkan sarapan paginya, sambil melempar black card itu ke depan Cassandra. Gadis itu diam terpaku, tampak kemarahan terlihat di wajah Cassandra, namun tidak ada yang bisa dilakukannya. Karena tidak mau membuat keributan, Cassandra dengan asal merawat kartu tersebut dan memindahkannya di sebelah tangan kanannya. Kedua orang itu melanjutkan sarapan paginya. beberapa saat kemudian, tiba-tiba..
"Tet.. tet.. tet.." bel pintu berbunyi.
Andreas Jonathan teringat dengan perkataan Iwan yang mengatakan jika laki-laki yang sering bersama Cassandra, sering melakukan antar jemput gadis di depannya itu. Sebelum gadis itu berdiri, Andreas Jonathan sudah mendahului berdiri..
"Aku saja yang keluar, kamu lanjutkan saja makan pagimu. Siapa tahu itu Iwan yang mengantarkan perlengkapanku untuk ke kantor hari ini.." Andreas melangkah keluar dan membuka pintu. Laki-laki itu sudah menebak siapa yang datang pagi-pagi di apartemen Cassandra.
Sesampainya di depan pintu, Andreas Jonathan membuka daun pintu, dan terlihat Herlambang yang menatap ke wajah CEO PT. Indotrex. Tbk itu dengan terkejut. Mungkin Herlambang tidak mengira, jika tuan muda yang akan membukakan pintu apartemen tempat tinggal Cassandra,
"Ada apa pagi-pagi sudah sampai di apartemen Sandra. Jika akan mengantarnya ke kantor pagi ini, gadis itu akan datang bersamaku. Kembalilah, Cassandra sedang menikmati sarapan paginya." tanpa memberi kesempatan pada Herlambang untuk bertemu dengan Cassandra, Andreas Jonathan terlihat mengintimidasi laki-laki itu dengan kata-kata.
"Baik tuan muda.. tapi bisakah saya diberi kesempatan untuk bertemu sebentar saja dengan Cassandra." Herlambang berusaha meminta ijin untuk menemui Cassandra.
"Tidak, alin waktu saja. Waktu kita sudah sangat mepet, harus segera meninggalkan apartemen untuk pergi ke kantor. Ada agenda penting pagi ini.." tidak memberi kesempatan pada Herlambang, Andreas Jonathan segera menutup kembali pintu. Herlambang tersenyum kecut, kemudian perlahan laki-laki itu meninggalkan apartemen.
******
"Tunggu di sofa sebentar Sandra, aku akan berganti pakaian dulu.." begitu pintu dibuka, mata Cassandra terbelalak melihat fasilitas dan kemewahan yang ada di kamar itu.
Semua perabot mewah didominasi warna putih dan hitam, menunjukkan sisi maskulin penghuninya. Tetapi gadis itu tidak banyak bicara, Cassandra mengikuti apa yang dikatakan tuan mudanya. perlahan Cassandra duduk di sofa, dan mengambil salah satu majalah. Tetapi melihat majalah pria, yang banyak menonjolkan *** appeal perempuan, gadis itu langsung meletakkannya kembali ke tempat semula.
"Otak laki-laki memang sepertinya lebih dari 95 % isinya tentang ****.." gumam Cassandra sambil begidik.
Akhirnya ponsel di tangannya, satu-satunya teman untuk menunggu kedatangan tuan mudanya. Cassandra sama sekali tidak mengira, jika tuan mudanya memiliki kamar di puncak gedung, Tetapi tadi malam malah memilih untuk menginap di kamar yang ada di apartemennya.
Tidak lama kemudian, Andreas Jonathan sudah keluar dan berganti dengan setelan pakaian yang tampak menambah ketampanan wajahnya. Cassandra saja sampai terkesiap, tetapi dengan cepat gadis itu kembali menundukkan pandangannya ke bawah dengan wajah memerah.
"Aku sudah siap, ayo kita segera keluar." sambil berjalan, Andreas Jonathan memerintah Cassandra agar segera mengikutinya.
Tanpa banyak bicara, Cassandra kembali berjalan di belakang laki-laki itu. Tetapi tidak diduga, CEO perusahaan itu berhenti, dan keduanya kemudian berjalan berdampingan menuju ke arah lift. Tidak lama kemudian, kedua orang itu sudah sampai di lobby, dan tampak petugas security mengantarkan kunci mobil kepada Andreas Jonathan,
"Tuan muda.., tadi malam, mas Iwan menitipkan kunci mobil ini pada kami. Tadi pagi mas Iwan juga sudah datang dan memanasi mobil, tapi kemudian pergi ke kantor." tanpa banyak bicara Andreas menerima kunci mobil dari tangan security.
Laki-laki itu segera bergegas menuju ke mobil sport tipe Maserati MC12 Corsa berwarna putih. Cassandra terkesima melihat mobil mewah itu, yang seumur hidupnya baru sekali ini dia bisa melihatnya secara langsung menggunakan matanya. Andreas Jonathan membukakan pintu mobil dan menunggu beberapa saat sambil melihat ke arah Cassandra. Gadis itu malah berdiri terpaku, hatinya tidak sampai untuk langsung masuk ke dalam mobil tersebut.
"Cepatlah masuk.. kita harus segera sampai di kantor.." suara Andreas Jonathan mengejutkannya. Akhirnya dengan perasaan takut, Cassandra mulai memasuki mobil, dan laki-laki itu kemudian menutup pintu secara perlahan.
Tidak lama kemudian, mobil itu sudah meninggalkan lobby dengan dikendarai sendiri oleh Andreas Jonathan. Begitu sampai di lobby perusahaan, banyak pasang mata yang iri melihat orang yang keluar dari dalam mobil itu. Tampak sekretaris eksekutif yang selama ini menjadi bahan pembicaraan, tampak keluar dari mobil mewah yang dikemudikan oleh CEO perusahaan. Namun Cassandra tidak mempedulikan tatapan iri kepadanya, dia menunggu tuan mudanya. Setelah Andreas Jonathan keluar, gadis itu segera berjalan di belakang CEO perusahaan, memposisikan sebagai pengawal tuan mudanya.
*******