CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 169 Banyak Cara Berkumpul



Kedua tawanan yang ditahan di gudang yang sudah tidak digunakan oleh PT. Indotrex. Tbk, akhirnya tidak mampu menahan siksaan yang terus diberikan oleh Alexander. Akhirnya dengan dibawah tekanan dua laki-laki itu, dua anak muda itu mau mengaku atas perintah siapa, mereka ditugaskan untuk menangkap dan menyakiti Stevie. Mereka melakukan kekejaman itu atas perintah dari Armansyah yang memerintahkan untuk menangkap gadis itu, dan perintah Nyonya Sandrina yang menginginkan gadis itu terbunuh,


"Plak.. aaaw..., ampun tuan, ampun. Kami sudah mengaku dan memberi tahu siapa yang menyuruh kami. Tolong ampuni kami tuan, jangan siksa kami terus..." kedua anak muda itu terus meraung, Setelah mereka mengaku, ternyata anak buah Alexander masih meluapkan emosi mereka, dengan memberikan tendangan dan tamparan pada dua laki-laki itu,


"He., kalian berdua ini laki-laki, tunjukkan jika kalian ini memang laki-laki. Jangan bertindak seperti pecundang.., hanya tembakan di telapak tangan, tidak akan membuatmu mati. Kami belum puas untuk bersenang-senang, membalaskan dendam kami pada kalian berdua.." anak buah Alexander tampak puas menggoda kedua anak muda itu dengan memberi siksaan kepadanya.


"Sakit tuan.. sakit.., aku mohon hentikan. Kami akan patuh dan menurut pada perintah kalian, tapi hentikan siksaan kalian pada kami.."


Jeritan minta tolong, dan teriakan rasa sakit masuk sampai ke ruang dimana Andreas Jonathan sedang berdiskusi dengan Alexander. Lama kelamaan, mendengar teriakan itu, telinga kedua anak muda itu akhirnya menjadi risi, dan meminta anak buahnya menghentikan siksaan itu.


"Sudah saya sampai pada anak buah saya tuan muda.., kita bisa lanjutkan pembicaraan kita tadi.." Alexander melaporkan.


"Untuk langkah kita ke depan, pertama- tama, kita harus mencari dan mengetahui dimana persembunyian Armansyah. Juga dari pengakuan dua anak muda itu, aku curiga Sandrina dan Jennifer sudah berkumpul menjadi satu dengan Armansyah. Aku malah sama sekali tidak mengira, jika ternyata ada hubungan kedekatan antara Sandrina dengan Armansyah. Jadi berpisahnya papa  Wijaya, dan mama Sheilla aku curiga, memang di bawah skenario mereka berdua." Andreas Jonathan membuat sebuah analisis.


"Benar tuan muda.., setelah kita tarik dari silsilah keluarga Nyonya Sandrina, memang antara tuan Armansyah dan Nyonya Sandrina ternyata masih memiliki hubungan saudara sepupu. Anak buah sudah saya sebarkan, untuk mencari tahu dimana keberadaan mereka berdua tuan muda.." Alexander menanggapi.


Andreas Jonathan terdiam sebentar, hal yang paling cepat yang harus dilakukan adalah bagaimana menjaga keamanan dan keselamatan dari semua anggota keluarganya.


"Apakah kamu memiliki usulan Alex, untuk peningkatan keamanan semua anggota keluargaku. Aku curiga mereka sudah bisa mengendus keberadaan, dan tempat tinggal keluargaku saat ini." CEO PT. Indotrex. Tbk itu bertanya pada asisten pribadinya.


Alexander terdiam, tetapi otaknya terus berpikir membuat sebuah rancangan bagaimana meningkatkan keamanan pada keluarga tuan mudanya. Di satu sisi, laki-laki itu ingin terus bersama dengan Stevie.., tetapi di sisi lain gadis itu juga menjadi target incaran para pengacau itu.


"Rumah saya di Bogor terbuka untuk mereka tuan muda, namun dengan tetap berada di Indonesia, orang-orang itu masih akan dengan mudah menemukan mereka. Bagaimana kalau mengirim mereka ke luar negeri tuan muda, namun bukan ke Canada tetapi di kota lain, dimana Nyonya Sandrina belum mengetahui keberadaan rumah itu." beberapa saat kemudian, akhirnya Alexander membuat jawaban.


**********


Di Hotel


Andreas Jonathan menjelang malam akhirnya sudah kembali ke Pant House. Laki-laki itu langsung mencari keberadaan istrinya Cassandra, dan ternyata istri yang sangat dicintainya itu sedang berkumpul di ruang tengah. Cassandra tengah mengobrol dengan papa Wijaya, mama Sheilla, dan juga Stevie. Tampak suster pengasuh Rosanna, sedang mengajak Altezza bermain.


Laki-laki itu langsung memberikan kecupan di kening istrinya, tanpa mempedulikan banyaknya orang yang berada di tempat itu. Fokus laki-laki itu memang hanya pada istrinya Cassandra, dan buah hati mereka Altezza.


"Tidak masalah honey.., apakah ada masalah ketika aku belum sampai di rumah. Bagaimana juga dengan Altezza?" mendengar suaminya bertanya tentang putra mereka, Cassandra memberikan isyarat pada suster Rosanna untuk mendekatkan Altezza pada mereka berdua.


Melihat putranya yang dituntun suster Rosanna mendekat kepadanya, kedua tangan Andreas Jonathan segera mengangkat anak kecil itu dan membawanya ke atas, Wajah Altezza terlihat sangat berbahagia bertemu kembali dengan papanya.


"Altezz sudah makan malam..?" laki-laki muda itu bertanya pada putranya. Tuan Wijaya dan Nyonya Sheilla hanya geleng-geleng kepala, melihat sikap Andreas Jonathan yang mengacuhkan keberadaan kedua orang tuanya. Laki-laki itu sejak tadi terlihat hanya peduli pada istri dan putra laki-lakinya, dan sedikitpun tidak melihat pada keberadaan kedua orang tua dan juga adik kandungnya.


"Dah ..ma encuss..." dengan nada bicara yang masih cadel, Altezza dengan cepat merespon perkataan papanya.


"Bagus putra papa..., harus banyak makan biar kuat bisa jaga mommy..." Andreas Jonathan mengangkat Altezza ke atas, dan anak kecil itu tertawa menunjukkan roman bahagia. Beberapa saat kemudian..


"Kak Andre... kasih salam papa sama mama dulu, Altezz biar sama mama dulu.." tiba-tiba Cassandra teringat pada kedua orang tua suaminya, dan perempuan muda itu berbisik di telingan Andreas Jonathan. Laki-laki itu melihat ke arah istrinya sejenak, kemudian menganggukkan kepala dan tanpa melepaskan Altezza melangkahkan kaki ke arah papa dan mamanya.


"Bagaimana pa.., ma.., kabar hari ini. Ada berita bagus tidak..?" dengan nada memancing, Andreas Jonathan memberi salam pada kedua orang tuanya.


"Apa yang kamu bicarakan Andre.., jika papa sih, sekarang juga mau dan akan langsung menghubungi pihak terkait. Semua keputusan ada di tangan mamamu.." tuan Wijaya langsung tanggap, dan menyambung ke arah pembicaraan putranya. Cassandra hanya bisa ikut tersenyum melihat hal itu.


"Gimana ma.., papa sudah siap tuh. Saat ini beda ma, sudah ada Andre, Sandra, dan Altezz yang akan menjaga dan melindungi mama. Tidak akan ada yang bisa menyakiti mama, temasuk papa..." Andreas Jonathan beralih ke arah mamanya. Namun ekspresi perempuan itu masih terlihat enggan,


"Banyak yang masih harus dipikirkan Andre... kita masih bisa berkumpul seperti ini, meskipun tidak ada ikatan seperti dulu. Mama belum bisa melupakannya putraku.., segeralah masuk ke dalam, mandi, dan kita makan malam. Belum ada yang mendahuluimu makan malam ini.." tidak diduga, Nyonya Sheilla malah meminta putranya untuk membersihkan dirinya,


"He.. he.. he, memang mudah kak Andre, merayu dan menundukkan mama.." dari kursinya, Stevie nyeletuk menggoda kakak kandungnya.


***********