
Setelah berusaha memahami perasaan istrinya, Alexander bisa menerima alasan Stevie untuk melindungi Armansyah. Hanya saja, laki-laki muda itu masih memikirkan bagaimana cara untuk melunakkan hati kakak iparnya, yakni kakak kandung dari Stevie, Andreas Jonathan. Laki-laki putra tuan besar Wijaya yang kini menjadi mertua Alexander itu, tidak pandang bulu. Siapapun yang memiliki potensi bisa membahayakan keluarganya. maka dia tidak akan segan-segan untuk memberinya hukuman maupun peringatan. Kali ini, Armansyah yang selama ini selalu dianggap sebagai papa kandung oleh istrinya, yang menjadi target dari kakak iparnya itu.
"Hmm... pikiranku masih buntu. Aku belum menemukan jalan keluar, bagaimana agar aku terlepas dari kemarahan kak Andre. Di satu sisi, aku harus melindungi dan memberikan rasa aman untuk istriku sendiri, terlepas dari kekeliruan atau masalah yang telah dibuatnya.." Alexander mengacak-acak rambutnya sendiri.
"Tetapi akupun juga tidak boleh terlalu berlama-lama menyembunyikannya, karena jika sampai ketahuan kak Andre.., aku dan istriku bisa diusir keluar dari kehidupan mereka. Padahal, belum lama Stevie bertemu dan merasakan bisa berkumpul dengan keluarga kandungnya." berbagai pertanyaan kembali muncul di kepala laki-laki itu. Namun belum ada satupun jawaban yang menenangkan yang diperolehnya.
Sambil memandangi layar laptop yang masih menyala di depannya, Alexander terlihat masih kebingungan. Sedangkan untuk menceritakan masalah itu pada kedua mertuanya, laki-laki muda itu juga tidak mau menambah permasalahan pada dua orang itu. Akhirnya Alexander dipusingkan sendiri dengan masalah yang membuat istrinya menjadi tidak tenang.
"Aku tidak boleh menceritakan hal ini pada papa Wijaya dan mama Sheilla, jika memungkinkan kedua orang tua itu tidak perlu sampai tahu. Mereka akan semakin pusing, karena seharusnya pada usia mereka saat ini, mereka tidak boleh dipusingkan lagi dengan masalah seperti ini. Oh my God.. apa yang harus aku lakukan lagi.." sekali lagi, Alexander terdengar meratap.
laki-laki muda itu kembali terdiam, dan mencoba mengingat siapa yang bisa menundukkan kakak iparnya. Selama ini, tidak ada orang yang berhasil menjadikan seorang Andreas Jonathan bisa tunduk, dan menuruti apa yang diucapkannya. Kecuali..
"Gotcha... kenapa aku sampai melupakannya. Cassandra adalah satu-satunya perempuan yang berada di hati laki-laki muda itu, dan selama ini apapun yang diinginkan dan dikatakan gadis muda itu, selalu kak Andre akan mewujudkannya. Kenapa aku tidak mencoba untuk meminta tolong pada Cassandra." berbagai telaah dilakukan oleh Alexander. baik dan buruknya apa yang akan terjadi, ditimbang-timbang oleh laki-laki itu.
"Meskipun kak Andre marah, dengan Cassandra setahuku tidak pernah ada kemarahan. Aku bisa memanfaatkan hal ini, mencoba mengajak bicara Sandra, dan meminta tolong padanya." akhirnya Alexander mendapatkan jawaban, kemungkinan akan terselesaikan apa yang selama ini disembunyikan oleh istrinya Stevie.
"Bahkan seburuk apapun yang dilakukan Sandra, kak Andre selalu bisa mengeliminasi keburukan dan kesalahannya. Pesona Cassandra sudah terlalu menjerat dalam diri Andreas Jonathan. Akupun yakin, Cassandra tidak akan pernah menolak permintaan tolongku mengingat kami dulu pernah dekat, sebelum perempuan muda itu menjadi istri seorang Andreas Jonathan." mengingat masa lalunya, menjadi penyemangat Alexander.
Akhirnya di waktu sore hari ketika Andreas Jonathan. tidak ada di tempat, Alexander bertekad untuk menemu Cassandra dan menyampaikan permasalahan Stevie istrinya. Hanya dari perempuan istri Andreas Jonathan itulah, Alexander merasa mendapatkan jalan keluar.
***********
Cassandra sedang mengamati Altezza bermain bola sendiri di halaman belakang. Biasanya perempuan muda itu akan menemani putranya bermain, tetapi karena kehamilan keduanya, Andreas Jonathan melarang istrinya untuk berolah raga ekstrim. meskipun hanya untuk menendang dan mengambil bola saja, Andreas Jonathan akan dengan tegas memberikan teguran pada Cassandra itu. Tidak mau memancing keributan dengan suaminya, sebisa mungkin Cassandra mentaati dan mematuhi apa yang diucapkan oleh Andreas Jonathan, toh semua untuk kebaikan dirinya.
"Nona muda... tuan Alex minta ijin untuk bertemu dengan nona muda, apakah nona muda bersedia untuk bertemu dengan tuan Alex..?" tiba-tiba maid keluarga itu meminta ijin pada Cassandra. Mendengar kata-kata perempuan itu, tanpa bicara Cassandra menganggukkan kepala. Apalagi adik iparnya itu juga orang kepercayaan, dan asisten pribadi dari suaminya sendiri,
"Selamat sore Sandra.. apakah kedatanganku mengganggu waktu istirahatmu..?" tiba-tiba Alexander sudah berdiri di samping tempatnya duduk. Perempuan muda itu tersenyum sambil melihat ke arah laki-laki itu.
"Duduklah di sebelah kak Alex.., lagi lihatin Altezz main bola sendirian. Kasihan tidak ada teman bermainnya, biasanya papanya yang menemani. Tapi tiba-tiba saja, ada yang harus diurus dan diselesaikan kak Andre di ruang kerja.."
Alexander segera duduk di kursi sebelah Cassandra. Sepertinya perempuan muda itu sudah memiliki firasat apa yang akan dibicarakan oleh suami dari adik iparnya itu, makanya Cassandra sengaja menunggu laki-laki itu membuka pembicaraan.
"Sandra... kedatanganku kesini, karena menuruti keinginan hatiku, untuk memberikan ketenangan pada istriku Stevie.. Ada hal penting, yang hanya padamulah aku berani untuk menceritakan, dan aku pikir kita bersama-sama memecahkan jalan keluarnya." Alexander membuka pembicaraan, dan Cassandra tampak fokus mendengarnya.
"Terkait dengan kejadian ketika istriku Stevie sengaja meninggalkanku kala itu. Yang akhirnya sampai di kantor polisi." lanjut Alexander, yang kemudian terdiam sebentar.
"Hmm...Sandra sudah menduganya kak, tetapi untuk melindungi Stevie Sandra sengaja tidak menanyakan hal ini. Pasti ada kaitannya dengan Armansyah mantan suami mama Sheilla bukan, yang notabene pernah menjadi papa Stevie.." Cassandra memotong perkataan Alexander.
Laki-laki itu tidak menyangka jika ternyata Cassandra sudah mengiranya, dan perkiraan itu tepat adanya. Tetapi tanpa diminta, ternyata Cassandra bisa menjaga hal itu dari suaminya.
"Ternyata kamu sudah menebaknya, dan itu tepat adanya Sandra. Hal itulah yang menjadi pikiran Stevie, karena bagaimanapun Armansyah pernah andil besar dalam kehidupan gadis muda itu. Laki-laki itu turut berperan dalam membesarkan Stevie, dan sedikit banyak kebaikan yang ada padanya, juga karena didikan dari laki-laki itu." Alexander meneruskan,
"Sandra akan berusaha untuk menjaga dan menghormati kehidupan istri kak Alex.. Tetapi ingat kak, jika sampai keberadaan laki-laki itu sampai membahayakan keluarga Sandra, termasuk Altezz dan kak Andre.., maka jangan harap Sandra akan mau menjaga rahasia ini." akhirnya Cassandra menyebutkan batas bawahnya. Jika batas bawah itu sampai dilanggar, maka ibarat istilah pewayangan Dewi Kali akan terbangunkan.
"Sepakat Cassandra, akupun juga demikian, tidak bisa hanya menutup mataku. Jika sampai mencelakakan kita, maka aku sendiri yang akan mengeksekusi laki-laki itu." sahut Alexander pada akhirnya.
********