CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 64 Kembalilah Sandra



Alexander terkejut melihat keadaan Andreas Jonathan, laki-laki tampak kacau tidak seperti terlihat sebagai laki-laki tampan yang arogan dan cool. Saat ini, Alexander melihatnya sebagai laki-laki yang kehilangan arah dan semangat hidupnya. Perlahan Alexander mendekati Andreas Jonathan, dan berusaha menerka apa yang sudah terjadi pada tuan mudanya. Tetapi melihat kondisi tuan mudanya yang dalam keadaan kacau, dan berada di dalam kamar Cassandra, sedangkan gadis itu tidak ada, membuat Alexander bertanya-tanya.


"Apakah sudah terjadi sesuatu antara Andreas Jonathan dan Cassandra. Tetapi aku melihat keadaan kamar ini baik-baik saja, seperti tidak terjadi apapun. Hanya saja, semua pakaian dan barang-barang gadis itu sudah tidak ada di tempat ini. Kemana Cassandra..?" Alexander bertanya-tanya.


Sebelum menghampiri dan menanyai tuan mudanya, Alexander mencoba berkeliling ke setiap sudut ruang apartemen yang saat ini ditempati Cassandra. Namun sedikitpun, laki-laki itu tidak menemukan keanehan di dalamnya. Setelah beberapa saat,. akhirnya Alexander kembali mendatangi tuan mudanya di kamar gadis itu.


"Tuan muda.. what happend?? kenapa tuan muda bisa menjadi seperti ini.." Alexander membangunkan laki-laki itu. Tampak pandangan kosong Andreas Jonathan ketika menatap Alexander,


"Kita kembali ke Pent house ya tuan muda.. Tidak baik, kita berada di dalam kamar seorang gadis, meskipun Cassandra tidak ada disini." ucap Alexander sambil membangunkan tubuh Andreas Jonathan.


Seorang pengawal berlari masuk ke dalam kamar, membantu Alexander untuk memapah tuan muda mereka. Kedua laki-laki itu akhirnya membawa Andreas Jonathan keluar dari dalam apartemen Cassandra, dan menuju ke arah pintu lift. Pengawal yang lain dengan sigap, menahan pintu lift agar tetap terbuka, kemudian ketiga laki-laki itu masuk ke dalamnya.


Alexander mencoba mencari tahu dengan menatap para pengawal. Tetapi mereka tidak ada yang berani menceritakan apa yang terjadi, dan terlihat jelas jika mereka menghindari pandangan mata laki-laki itu. Hal itu semakin membuat Alexander penasaran,


"Tidak mungkin dalam seperti ini, aku bertanya pada tuan muda tentang apa yang terjadi. Sepertinya aku harus mencari tahu sendiri tentang apa yang terjadi.." Alexander berpikir sendiri.


Setelah sampai di Pent House, Alexander dan pengawal yang menemaninya mendudukkan Andreas Jonathan di sofa. Kemudian Alexander mengambil air mineral, dan memaksa tuan mudanya untuk minum beberapa teguk. Tiba-tiba tidak diduga, Andreas Jonathan mencekal krah baju Alexander, dan laki-laki itu terkejut kemudian menatap mata tuan mudanya tanpa pertanyaan.


"Cari cassandra untukku Alex.. ini perintah." ucap lirih Andreas Jonathan.


Alexander terkejut, dan semakin memperkuat dugaanya jika sudah terjadi sesuatu antara Cassandra dengan laki-laki itu. Untuk membuat tuan mudanya tenang, Alexander dengan mantap menganggukkan dirinya. Terlihat setelah mendengar kesanggupan Alexander, Andreas Jonathan kemudian membaringkan tubuhnya di atas sofa, dan memejamkan matanya.


Perlahan Alexander kembali berdiri, kemudian memeriksa keadaan di dalam pent House. Melihat pintu kamar tuan mudanya terbuka, laki-laki itu perlahan masuk ke dalam kamar tersebut. Melihat pakaian robek Cassandra yang masih ada di lantai berserakan, dan ada noda warna merah di atas sprei, laki-laki itu bisa menyimpulkan jika sudah terjadi pemaksaan atau pemerkosaan di ruangan itu. Alexander terduduk dan menutup wajah dengan menggunakan kedua tangannya, tidak mengira akan terjadi demikian, Jika sebelumnya, Andreas Jonathan terkenal mempermainkan para gadis, tetapi gadis-gadis itulah yang menyodorkan dirinya kepada laki-laki itu. Namun kenyataan yang ada disini, membuktikan jika Andreas Jonathan sudah melakukan pemaksaan. Dan kejadian itu, sangat memukul Cassandra, dan membuat gadis itu pergi dari apartemen,


"Sandra.. kasihan dirimu.." bisik lirih Alexander.


********


Di sisi lain, Andreas Jonathan saat ini sudah berubah menjadi sesosok manusia yang terlihat sangat asing. Dingin, tidak menerima protes atau bantahan, dan tidak segan-segan memberikan pelajaran pada orang-orang yang berbuat ulah kepadanya. Bahkan banyak karyawan di PT. Indotrex. Tbk, yang hanya karena kesalahan kecil, sudah dipecatnya. berkali-kali, Alexander harus menghadiri panggilan Depnaker untuk melakukan klarifikasi.


"Tuan muda.. janganlah seperti ini tuan muda, hal ini tidak akan menyelesaikan masalah.." tampak keprihatinan di wajah Alexander, melihat tuan mudanya minum wine di dalam ruang kerjanya.


"Shut up Alex..., give me time to enjoy my youth." tidak diduga, Andreas Jonathan malah membentak Alexander.


"Tapi ingat tanggung jawab besar tuan muda.. Perusahaan harus tetap berjalan, ribuan orang bergantung hidup pada perusahaan ini, kita harus bertanggung jawab. Tidak boleh sesukanya berbuat seperti ini.." Alexander terus berusaha mempengaruhi laki-laki itu.


"Ribuan karyawan katamu Alex... I don.t care. Satu gadis saja, Cassandra tidak bisa aku lindungi. Untuk apa aku perlu memikirkan karyawan yang lain.." Andreas Jonathan semakin ngelantur.


Mendengarkan jawaban itu, Alexander menjadi semakin jengkel, namun juga sekaligus menjadi trenyuh. Laki-laki itu meninggalkan tuan mudanya sendiri di ruang kerjanya, kemudian melangkahkan kaki menuju ruang kerja Cassandra. Alexander sedikit kewalahan, karena sejak tidak adanya Cassandra, dirinya tidak boleh mempekerjakan karyawan lain, ataupun melakukan recruitment untuk mengisi kekosongan posisi sekretari eksekutif. Andreas Jonathan menolak keras, sehingga Alexander yang akhirnya terkena imbasnya.


"Sandra.. sebenarnya kamu ada dimana.. Hampir semua kota sudah kita sadap, namun belum juga kami menemukan keberadaanmu." ucap Alexander.


"Perlakuan tuan muda memang sangat kasar memperlakukanmu, tapi sebenarnya aku tahu, jika tuan muda sudah jatuh, tuan mudah sudah takluk kepadamu Sandra.. Beri kami isyarat dimana keberadaanmu, kami akan menjemputmu, dan memastikanmu untuk menjadi ratu di PT. Indotrex. Tbk." kembali Alexander bergumam.


Alexander menyalakan komputer yang biasa digunakan oleh Cassandra untuk bekerja, dan tidak lama laki-laki itu sudah terpekur, mencermati pekerjaan gadis itu. Tidak ada satupun file pribadi milik gadis itu, yang berhasil ditemukan Alexander. Semua file yang ada di laptop, komputer perusahaan, semuanya berisi tentang pekerjaan. Hal itu menunjukkan jika Cassandra memang serius dalam pekerjaannya.


"Aku akan terus berusaha untuk menemukanmu Sandra. Pengaruhmu sangat besar terhadap tuan muda, hanya kamu yang akan bisa menghentikan dari perbuatan sewenang-wenangnya. Kalian berjodoh Sandra.. kembalilah.." kembali Alexander bergumam.


Laki-laki itu terus bekerja menggantikan beberapa pekerjaan Cassandra, sambil berpikir tentang kemungkinan-kemungkinan keberadaan Cassandra. Bahkan ketika Andreas Jonathan berjalan keluar, dan tertegun melihat keberadaan Alexander, laki-laki itu tidak berbicara apa-apa.


********