CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 72 Pencarian



Untuk menghormati tamu hotel, karena kebetulan perusahaan tempat Herlambang bekerja sedang mengadakan acara di hotel ini, laki-laki itu bersedia menemui orang yang ingin bertemu dengannya. Herlambang berdiri dan menatap pengawal Andreas Jonathan yang baru saja berbicara padanya.


"Dimana tuan mudamu yang ingin bertemu denganku, tapi yang perlu kalian ingat aku tidak memiliki waktu banyak. Aku sedang menghadiri meeting di hotel ini, jadi aku mohon kalian bisa menyesuaikan dan memperkirakan." dengan tegas, Herlan membuat peringatan sebelum menemui orang yang ingin bertemu dengannya.


"Baik mas..., nanti akan kami sampaikan pada Tian muda sebelum berbicara dengan masnya." dengan sopan, para pengawal Andreas Jonathan berjanji.


Akhirnya Herlambang berjalan mengikuti kedua pengawal itu, dan langsung membawanya menuju ke pintu lift. Laki-laki itu tetap diam, mengijinkan kemana kedua pengawal itu akan membawanya. Begitu pintu lift terbuka, kedua pengawal diikuti Herlambang segera masuk ke dalam, dan lantai tujuh menjadi tujuan mereka. Beberapa saat kemudian, pintu lift kembali terbuka, dan dengan sopan kedua laki-laki itu mempersilakan Herlambang untuk kembali berjalan mengikuti mereka.


"Silakan masuk mas..., mohon tunggu sebentar di kursi tunggu ya.." begitu mereka tiba di depan pintu hotel yang sudah terbuka pintunya, kedua pengawal meminta Herlambang segera masuk, dan memintanya untuk menunggu.


"Yap.. aku akan menunggu, tapi tidak boleh lebih dari lima menit. Aku sudah menyampaikan alasanku pada kalian bukan?" Herlambang kembali mengingatkan apa yang sudah mereka sepakati tadi.


"Siap mas..." kedua pengawal itu meninggalkan Herlambang sendiri di dalam ruangan.


Laki-laki muda itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Sebuah kamar tipe suites yang dilengkapi dengan ruang tamu dan fasilitas yang lainnya. Melihat lengkapnya fasilitas itu, Herlambang berpikir jika orang yang akan bertemu dengannya bukan orang biasa.


Tiba-tiba Herlambang mendengar ada langkah kaki di belakangnya, dan laki-laki itu menoleh ke arah datang suara. Melihat siapa yang datang, sungguh membuat Herlambang terkejut. Meskipun mereka belum pernah berkomunikasi,. namun Herlambang tahu siapa laki-laki itu. Seraut wajah tampan dan tubuh tinggi menjulang yang sering membuatnya cemburu, kali ini berdiri di sampingnya. Tidak lama kemudian Andreas Jonathan duduk di sampingnya.


"Aku yakin anda sudah tahu maksudku mengundangmu kesini?" tiba-tiba tanpa introduction, suara Andreas Jonathan memenuhi ruangan.


"Maaf tuan, saya tidak kenal dengan anda. Kita juga belum pernah terlibat dalam sebuah bisnis, bagaimana saya tahu urusan tuan." tanggapan sarkasme disampaikan Herlambang pada laki-laki itu.


Kedua pengawal CEO PT. Indotrex. Tbk terkejut mendengar bagaimana laki-laki yang dibawanya merespon sikap tuan mudanya. Namun ketika mereka akan bertindak, tuan muda mereka menghalanginya.


"Dimana Miss Cassandra, I need her ." tanpa Tedeng aling-aling, Andreas Jonathan bertanya tentang perempuan yang hampir membuatnya gila.


Mendengar pertanyaan itu, Herlambang mencibir kemudian duduk menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Tidak terlihat ada ketakutan di mata laki-laki itu.


"Heh .. ternyata meskipun kita belum pernah berinteraksi sebelumnya, tuan masih mengingat saya dengan baik. Gara-gara keberadaan tuan, Cassandra juga meninggalkan saya. Sekarang dengan santainya tuan bertanya, dimana Cassandra. Sungguh naif..." dengan berani, Herlambang menjawab pertanyaan Andreas Jonathan.


Andreas Jonathan menghela nafas, matanya dengan tajam menatap laki-laki muda di depannya itu. Baru kali ini, ada orang yang terang-terangan berbicara kepadanya seperti itu.


"Okay.. jika sikapku di masa lalu telah menyakitimu, aku minta maaf. Tapi kalo ini saja, beri aku informasi dimana gadis itu berada " tidak diduga, ternyata kata maaf keluar dari mulut laki-laki arogan di depannya itu.


Kedua pengawal CEO itu terkejut dan saling berpandangan. Tetapi yang mengejutkan, Herlambang malah berdiri.


"Pertanyaan yang sama untuk tuan, jika mengetahui keberadaan Cassandra, beri tahu saya, terima kasih. Saya masih harus kembali pada acara meeting perusahaan." begitu selesai mengucapkan kalimat terakhir, Herlambang bergegas pergi meninggalkan CEO PT Indotrex Tbk itu.


Andreas Jonathan mengangkat tangannya ke atas, melarang kedua pengawalnya untuk mengejar laki-laki itu.


"Siap tuan muda.." sahut pengawal.


*******


Setelah bertemu dengan Andrean Jonathan,. Herlambang tidak fokus lagi pada acara meeting yang dihadirinya. Untung saja dia hanya datang sebagai seorang peserta bukan pemberi informasi.


"Apa maksud dari ucapan laki-laki itu. Apakah CEO itu yang membuat Cassandra sampai mengalami kehamilan seperti itu." berbagai pertanyaan terlintas di benak Herlambang.


"Jika iya,. seharusnya Cassandra merasa bahagia bisa menundukkan tuan muda itu. Harta kekayaan sudah pasti akan menjadi miliknya, tapi kenapa jika tuan muda itu yang melakukan, Cassandra harus lari"


"Padahal sepertinya melihat reaksi tadi, tuan muda itu sepertinya tersiksa, dan ingin bertemu dengan gadis itu." pertanyaan terus muncul dalam pikiran laki-laki itu.


Karena merasa tidak bisa fokus dan konsentrasi akhirnya Herlambang memutuskan untuk membolos dari acara meeting perusahaan. Laki-laki muda itu mendatangi supervisor, kemudian meminta ijin untuk pulang duluan.


"Bang... kepalaku mendapatkan pusing tiba-tiba. Aku ijin pulang duluan ya bang." kebetulan supervisor laki-laki itu berasal dari Medan, dan Herlambang terbiasa memanggil dengan sebutan Bang.


Supervisor itu menatap wajah Herlambang dengan penuh selidik. Untungnya karena Herlambang kurang tidur, wajah laki-laki itu terlihat lesu dan sedikit pucat.


"Hmm.. baiklah, jangan lupa ke dokter. Tidak ijin, ga istirahat malah kelayapan kemana-mana." dengan logat kerasnya, Victor menjawab permintaan ijin dari Herlambang.


"Siap bang." sahut Herlambang.


Setelah mendapatkan ijin, Herlambang segera bersiap dan bergegas turun ke lobby hotel. Ternyata dua pengawal Andreas Jonathan masih berada di lobby, yang menandakan jika tuan muda mereka masih berada di perusahaan ini. Karena merasa jika tadi pagi, Herlambang sudah berinteraksi dengan mereka, laki-laki muda itu memutuskan untuk menyapa kedua pengawal itu.


"Mari mas, saya duluan." dengan ramah, Herlambang menyapa dua pengawal itu.


"Siap, baru jam dua an kok sudah cabut mas. Sudah selesaikah acara meeting perusahaan?" salah satu pengawal bertanya pada Herlambang.


"Belum sih, tapi agak pusing kepala. Mau cabut duluan saja, mau istirahat." sambil berjalan, Herlambang menjawab pertanyaan pengawal itu.


"Okay.. take care." kedua pengawal tadi pura-pura bersikap cuek, dan membiarkan Herlambang pergi dari berlalu dari hadapan mereka. Tetapi begitu punggung Herlambang sudah tidak terlihat,


"Segera contact Asep di depan untuk melanjutkan pencarian." dengan tegas pengawal itu memerintahkan pada temannya yang lain.


Pengawal yang satunya segera membuat pengaturan, dan dengan cepat mereka berbagi tugas tanpa terlihat. Dua orang pengawal yang bertugas di depan, akan segera mengikuti kemana arah Herlambang pergi.


******