
Hampir seluruh rumah sakit heboh, karena baru kali ini rumah sakit mereka diblokade oleh keamanan yang sangat luar biasa. Dengan kekuatan uang, ternyata rumah sakit dengan mudah dinyatakan clear area sampai bayi mungil Andreas Jonathan terlahir dengan selamat ke dunia. Setelah mendapatkan informasi kebahagiaan putranya, karena Andreas Jonathan sudah mengunggah kebersamaannya dengan baby boy di berbagai media, tuan besar Abraham segera meluncur ke kota Solo dengan menggunakan private jet.
Alexander mengatur penjemputan tuan besar, dan Andreas Jonathan terlihat cuek tidak mempedulikannya. Laki-laki itu setelah membersihkan dirinya, terus berada di sisi Cassandra yang masih tertidur pulas. Sedetikpun laki-laki itu tidak mau beranjak dari sisi Cassandra, terus memastikan jika gadis itu tertidur dengan aman,
"Tuan muda.. tuan besar sudah ada di rumah sakit ini! Saat ini sedang menggendong cucu di ruang perawatan bayi. Kata dokter dan perawat, sebelum nona muda Cassandra tersadar, baby belum boleh dibawa ke ruangan ini." Alexander memberi tahu tuan mudanya.
"Baik lanjutkan... bagaimana surprise untuk gadis ini, yang sudah banyak menanggung derita sendirian hanya karena ulahku." tanpa melihat ke wajah Alexander, laki-laki itu malah menanyakan hal yang lain.
"Semua sudah siap, aman dan terkendali tuan muda.. Begitu nona muda sadar, dan bisa diajak berkomunikasi, kita sudah menyiapkan semuanya. Bahkan untuk catering juga sudah dipersiapkan dengan baik, syukurlah pemerintah kota Solo bisa kita ajak untuk bekerja sama, dan memaklumi upaya ini setelah saya menceritakan semuanya.." kembali Alexander melaporkan upaya yang sudah dilakukannya.
Andreas Jonathan terdiam, pandangan laki-laki itu tidak pernah terlepas sedikitpun dari Cassandra. Detail sekecil apapun terkait dengan gadis muda itu, sangat diperhatikan oleh laki-laki muda itu. Tiba-tiba Andreas Jonathan membaca ada gerakan di tubuh Cassandra.
"Bayiku... dimana bayiku..?" suara lirih terdengar keluar dari bibir gadis muda itu.
Andreas Jonathan segera berdiri dan mendekat di samping Cassandra. Kedua tangannya meraih tangan gadis itu, kemudian menggenggamnya.
"Sandra.. putra kita aman honey.. sebentar lagi perawat akan membawanya kesini.." Andreas Jonathan bermaksud untuk menenangkan gadis muda itu. Tetapi hal sebaliknya terjadi, Cassandra malah berubah menjadi ketakutan melihat kehadiran laki-laki itu..
"Tuan muda.. kenapa tuan muda berada disini... tolong jangan sakiti Cassandra.." tubuh gadis itu menjadi menggigil dan akan menggeser tubuhnya, tetapi rasa perih bekas operasi masih menderanya. Selang infus juga masih tergantung dan terhubung di tangan gadis muda itu.
"Maafkan kesalahanku yang tak terampuni Sandra.. maafkan aku. Aku mengaku salah, dan sudah kalah di hadapanmu. Ampuni aku...!" melihat respon Cassandra ketika melihatnya, tidak diduga Andreas Jonathan meratap dengan mencium tangan gadis itu. Air mata tampak membanjir di mata laki-laki itu, Tetapi Cassandra malah semakin tertekan dan merasa ketakutan.
Melihat apa yang terjadi antara tuan mudanya dengan Cassandra, Alexander sampai tidak kuat melihatnya. Air mata juga merembes di mata Alexander.
"Tuan muda.. mungkin sebaiknya tuan muda mundur dulu, untuk memberikan kesempatan pada nona muda Cassandra untuk berpikir." Alexander mengusulkan sebuah saran kepada tuan mudanya.
"Tidak Alex.., aku harus bertahan disini sampai Cassandra memaafkan dan bisa menerimaku. Apapun akan aku lakukan untuknya.." namun di luar dugaan, laki-laki itu tetap bertahan tidak mau melepaskan gadis itu,
Cassandra tersadar ketika air mata laki-laki muda itu membasahi kakinya, dan spontan menarik kaki untuk menghindari wajah Andreas Jonathan. Namun ternyata, Andreas Jonathan sangat erat mempertahankan kaki gadis muda itu. Tidak tega melihat kerapuhan putra laki-lakinya, tuan besar Abraham melangkah ke depan menghampiri Cassandra dan memeluk putranya dari belakang.
"Sandra sebagai papa dari Andreas Jonathan, aku memintamu untuk anakku. Maafkan kesalahan putraku Sandra.., terimalah dia. Aku berjanji akan mengawasi putraku untuk berbuat baik dalam memperlakukanmu ke depan." terdengar suara sesak tercekat tuan Abraham meminta maaf pada Cassandra.
"Tuan besar.. jangan lakukan itu.." Cassandra seperti tersedak, merasa sesak dan bingung bagaimana memperlakukan kedua laki-laki itu. Padahal untuk saat ini, menggeser tubuhnya saja, masih terasa sulit untuk bergerak.
"Nak Sandra... bahkan mencium kakimu seperti yang dilakukan putraku kepadamu, akan aku lakukan nak. Asalkan kamu bersedia memaafkan dan memberikan ampun pada putraku.." dengan air mata yang mengalir deras, tuan Abraham terus mengalir.
Gadis itu merasa dalam sebuah kebimbangan. Di satu ada rasa sakit yang tidak terkira, dan rasa trauma akan perlakuan dari tuan mudanya. Namun melihat kedua laki-laki yang meratap kepadanya, membuat dada perempuan itu menjadi sesak. Hanya tangisan yang bisa dilakukan oleh Cassandra untuk melegakan rasa sesak di dadanya.
"Nona Cassandra.. saya berharap, nona bisa melonggarkan hati dan rasa nona, untuk menerima tuan muda.. nona. Sebagai orang terdekat dengan tuan muda.. sejak kepergian nona muda.. tuan muda sangat menyesali tindakannya, dan selalu berusaha untuk menemukan keberadaan nona Cassandra. Aku sanggup bersaksi no.., maafkan tuan muda Andreas Jonathan." melihat pemandangan itu, akhirnya Alexander memutuskan untuk berbicara. Bagaimanapun, selama Cassandra masih menjadi sekretaris eksekutif di PT. Indotrex. tbk, Alexander yang memiliki hubungan lebih dekat dengan gadis itu, jadi hal yang wajar jika laki-laki itu akhirnya turut berbicara.
Dalam ketakutan dan kepanikan, Cassandra memandang wajah Alexander, dan laki-laki muda itu menganggukkan kepala. Setelah itu pandangan gadis muda itu beralih ke arah Andreas Jonathan yang masih berada di kakinya, dan pada tuan Abraham yang berada di sisinya.
"Baik tuan muda... Sandra memaafkan perbuatan tuan muda. Tapi mohon dimaafkan, jika Sandra belum bisa untuk memaafkan.." dengan air mata yang masih mengalir, akhirnya Cassandra dengan terpaksa memaafkan laki-laki yang sudah menyebabkan dirinya saat ini memiliki seorang bayi mungil.
Mendengar perkataan gadis muda itu, Andreas Jonathan segera mengangkat wajahnya ke atas, kemudian mendekat ke wajah gadis itu. Laki-laki muda itu mengambil tissue dan membersihkan air mata yang mengalir di wajah gadis itu, meskipun Cassandra menolehkan wajahnya ke kiri karena tidak mau beradu pandang dengan laki-laki itu.
Tiba-tiba dari belakang, pintu dibuka dan seorang perawat masuk dengan membawa bayi yang baru saja dilahirkan oleh gadis itu.
"Selamat siang... kita akan melakukan proses inisiasi menyusui dini (IMD). Mohon tuan-tuan untuk bergeser sebentar.." ucap perawat sambil tersenyum.
Tanpa diminta, seperti seorang bapak sejati, Andreas Jonathan mengangkat tubuh Cassandra dari pinggang ke atas, kemudian menegakkan ranjang yang digunakan untuk berbaring gadis itu. Oleh perawat, bayi yang baru lahir itu, diletakkan pada dada dan perut Cassandra. Sebelumnya Cassandra merasa malu ketika perawat tanpa permisi menyingkap baju bagian atasnya, dan terlihat dada gadis itu yang sudah tidak memiliki penutup di atasnya. Andreas Jonathan merasa malu melihat itu, laki-laki itu kemudian mundur untuk memberikan kesempatan bagi gadis itu untuk mengenal lebih dekat dengan bayinya.
*********