CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 213 Ajakan Bergabung



Sepeninggal suaminya, dan melihat Altezza sudah mulai bosan melihat acara televisi Nickelodeon, Cassandra mengajak anak kecil itu untuk bermain di Play Ground. Tetapi melihat banyak meal yang disiapkan untuk mereka di meja makan, Cassandra mengajak putranya untuk menikmati meal tersebut. Sambil mengangkat tubuh kecil Altezza dan mendudukkannya di kursi makan, perempuan muda itu memberi kecupan di pipi gembul Altezza,


"Altez.. kita makan snack dulu ya, dan Altezz harus banyak minum juice biar tubuhnya cepat bertambah tinggi,.." agar putranya mau menuruti apa yang diinginkannya, Cassandra mengajak Altezza berbicara.


"Jika tinggi, Altezz bisa menjaga mommy ya.., tidak perlu lagi ada Uncle pengawal di sekitar mommy.." dengan celotehan lucu, Altezza menanggapi kata-kata mommy nya.


"Benar sayang, ini mommy ambilkan Pancake sayang, mau diberi topping gelato tidak sayang..." Cassandra mengambil dua buah pancake, kemudian menyiram dengan sirup maple di atasnya.


"Mau mommy .. rasa vanila dan coklat ya mommy.." mendengar ada gelato, mata Altezza menjadi berbinar cerah.


Tidak lama kemudian, satu piring kecil berisi pancake, lengkap dengan lelehan sirup maple dan topping gelato sudah siap di depan ALtezza. Sembari menunggu putranya menikmati pancake nya, Cassandra hanya mengambil beberapa potong buah dan puding untuk mengisi perutnya.


"Manis mommy... enak.. Altezz boleh tambah lagi ga mommy.." seperti anak kecil lainnya yang menyukai es krim, begitu juga dengan Altezza. Anak itu ingin menambah gelato nya saja, tetapi khawatir mendapat larangan dari mommy nya, maka meminta tambahan pancake juga,


"Mmmm.. boleh sayang, tapi harus tetap pakai pancake ya.." khawatir putranya kekenyangan, Cassandra hanya mengambilkan satu pancake, dan memperbanyak gelato di atasnya.


Melihat apa yang dilakukan mommy nya, Altezza sangat bahagia sekali. Para pengawal yang berada tidak jauh dari mereka berada, hanya tersenyum dan saling berpandangan mata melihat keharmonisan ibu dan anak itu. Beberapa saat Cassandra dan Altezza menghabiskan waktu di meja makan.


********


Play Ground


Setelah mengisi perut dengan makanan ringan, akhirnya Cassandra mengajak putranya untuk bermain di Play Ground. Tampak ada empat pemandu bermain di Play Ground, dan hal itu sangat memuaskan perempuan muda itu. Putranya Altezza bisa bermain dengan ditemani mereka, dia bisa kembali sibuk dengan gadgetnya.


"Selamat datang di Play Ground nona muda.., tuan kecil. Kami siap untuk memberikan pelayanan pada nona muda dan tuan kecil.." ke empat pemandu itu membungkukkan badan, memberikan hormat pada mereka berdua.


"Terima kasih, tolong layani dan temani bermain putraku ya kak... Altezz... sementara bermain dengan kakak-kakak dulu ya, mommy menunggui Altezza di tempat ini." sambil tersenyum ramah, Cassandra menanggapi ucapan salam dari pemandu permainan, kemudian meminta putranya untuk mengikuti mereka.


"Bye bye  mommy.., Altezz akan bermain dulu dengan kakak ya.." dengan mudah, Altezza bersosialisasi dengan orang baru. Anak kecil itu segera mengikuti ke empat anak muda itu.


"Kenapa grup sepi ya, apa sudah pada tidur teman-teman di Indonesia.." karena perbedaan waktu, dimana jam siang di Swiss, merupakan jam malam di Indonesia, Cassandra tidak dapat berbuat banyak.


Perempuan muda itu akhirnya kembali melihat ke arah putranya bermain, dan tampak pengawal yang sejak tadi mengawasi mereka, akhirnya ikut bergabung bermain dengan Altezza, Tampak dengan banyak orang di sekitarnya, Altezza tampak menikmati permainan tersebut.


**********


Sambil sesekali melihat ke arah Altezza yang tengah bermain tembak-tembakan dengan para pengawal, Cassandra membuka gadgetnya. Tidak lama kemudian, Cassandra mencari tempat wisata yang unik dan menarik di kawasan Switzerland, dan berencana untuk sekali waktu akan mengajak suaminya untuk berkunjung ke tempat tersebut. Negara Switzerland memang laksana negeri dongeng, yang menawarkan panorama alam yang sangat menakjubkan. Beberapa objek wisata yang berada di pegunungan pun, dengan mudah wisatawan bisa menjangkaunya dengan menggunakan sarana transportasi umum,


"Tring.. tring.. tring..." tiba-tiba ponsel Cassandra berbunyi, dan terlihat di screen ponsel Stevie adik iparnya sedang melakukan panggilan kepadanya.


"Hi Stevie... bagaimana kabarmu sayang... Maafkan kakak ya, tidak bisa datang tatkala kamu dan Alexander kemarin menikah.. Pasti sangat seru sekali pestanya, sayang kakak dan ALtezz tidak ada disana Stevie.." dengan ramah, karena rasa kangen juga, Cassandra menyapa adik iparnya.


"Iya kak.., Stevie dan kak Alex juga sangat menyesal, di hari kebahagiaan Stevie kakak tidak bisa datang. Acara sepi kak, yah.. karena kakak tahu sendiri bukan. Begitu acara pernikahan usai, papa membawa mama ke Canada kak, jadi lengkaplah kesepian yang Stevie alami. Kakak tahu sendiri bukan, di Jakarta Stevie belum memiliki teman.." merasa mendapat teman bicara, Stevie malah berkeluh kesah dengan keadaanya.


"Hemm... sabar Stevie.., kan setelah kita pergi, Stevie bisa mengajak kak Alex untuk melakukan honey moon, mumpung tidak ada kak Andre yang suka mengganggu kak Alex... Paling tidak, rasa kesepianmu akan sedikit terhibur.."  Cassandra mencoba menghibur adik iparnya.


"Tapi kak Sandra tahu sendiri bukan dengan kak Alex, yang sangat workholic. Tapi saat ini Stevie sudah berhasil merayu kak Alex kak, dan kami sudah berada di Italia sejak dua hari yang lalu. Apakah kak Sandra ada ide, negara mana yang akan kami kunjungi lagi kak. Tahu sendiri kan kak, Stevie tidak banyak mengetahui negara mana yang cocok untuk menghabiskan waktu staycation. Siapa tahu nih, kak Sandra ada rekomendasi tempat.." rupanya Stevie sudah mulai memancing kakak iparnya.


"Wow.. kalian sudah berada di Italia, really....??? Jika begitu, kenapa tidak mampir ke Switzerland sayang, negara Italia kan berbatasan langsung dengan negara Swiss. Tinggal satu kali penerbangan saja, menuju ke Zurich, saat ini kami sedang ada di kota Zurich, ingin berkeliling di kota ini.." mendengar keberadaan adik iparnya, Cassandra langsung menawarkan pada Stevie. Padahal itu memang yang diinginkan oleh Stevie dan Alexander, karena tanpa ijin dari Andreas Jonathan, mereka tidak akan berani menyusul ke Swiss. Tetapi jika itu karena undangan Cassandra, tidak akan ada yang bisa untuk melarangnya.


"Woalah.. ternyata kak Sandra dan kak Andre berada di negara Swiss.. Jadi kami boleh kak, menyusul ke negara itu, kami sangat kangen dengan Altezz juga kak.." Stevie pura-pura menegaskan kembali ajakan dari kakak iparnya.


"Bolehlah.. langsung ke Zurich saja, cari penerbangan hari ini, atau kak Alex diminta pakai private jet saja untuk menjemput kalian berdua. Aku akan meminta kak Andre menunggu di kota ini, sampai kalian berdua datang kesini.." seperti gayung bersambut, dengan senang hati Cassandra meminta adik iparnya untuk datang ke kota Zurich.


*********