CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 185 Berpisah Kembali



Mata Cassandra berkaca-kaca mendapat kejutan itu, melihat kumpulan bunga mawar yang sangat disukainya saat ini ada di depannya. Ternyata bukan berapa nilai dari sesuatu yang diberikan oleh pasangan kita, namun betapa berkesan dan arti makna dari barang atau bingkisan yang diberikan oleh pasangannya. Altezza dan Andreas Jonathan tersenyum melihat bagaimana respon dari gadis itu, yang tidak berhenti menciumi kumpulan bunga mawar tersebut. Tanpa sadar ada air mata menitik di sudut mata gadis itu, dan hal itu membuat Andreas Jonathan menjadi terkejut.


"Honey.. kenapa honey malah menjadi menangis, apakah honey tidak menyukai bunga mawar ini sayang.. Bukankah ketika di Indonesia, aku sering melihat honey mencium bunga mawar langsung dari pohonnya, ketika melihat pohon itu sedang berbunga.." dengan rasa khawatir, Andreas Jonathan langsung reaktif.


"Mommy... mommy jangan menangis.." Altezza langsung meronta turun dari gendongan papanya, kemudian berlari memeluk mommy nya.


"Tidak apa-apa sayang, mommy baik-baik saja Altezz. Mommy hanya terharu saja, bisa mendapatkan bunga kesukaan mommy, dan dirangkai dalam buket yang indah sayang.. Ayolah Altezz jangan bersedih, mommy sangat bahagia kali ini, mommy tidak sedih.." tangan kecil Altezza berusaha menghapus air mata yang masih ada di kelopak mata mommy nya. Andreas Jonathan tersenyum melihat kedekatan dan hubungan emosional antara putranya dengan istrinya atau mommy dari Altezza.


Andreas Jonathan berjalan mendekati istri dan putranya, ketiga orang itu akhirnya berpelukan erat di tengah taman bunga. Semilir angin dingin berhembus, dan menerpa keluarga kecil ini. Mempertimbangkan kesehatan istri dan putranya, yang belum beradaptasi dengan suhu udara di tempat itu, Andreas Jonathan mengajak keduanya untuk segera kembali ke dalam rumah,


"Honey.. Altezz, kita kembali pulang dulu yukk.. Angin dingin bercampur kabut sudah mulai turun kesini, nanti kalian masuk angin. Kita segera kembali ke rumah, dan ada heater yang akan menghangatkan suhu tubuh kita.." Andreas Jonathan memberikan kecupan di pucuk kepala Cassandra, dan juga di kepala ALtezza.


"Iya benar.. titik titik kabut sudah mulai turun, kasihan Altezza. Ayuk kak Andre.. kita harus cepat kembali.." menyadari titik-titik air embun sudah menetes di lengannya, akhirnya Cassandra segera bergegas mengajak suami dan putranya untuk segera kembali ke rumah,


Keluarga kecil itu segera berjalan meninggalkan tempat itu sambil berpelukan. Dari arah gerbang masuk ke rumah, terlihat penjaga rumah berlari-lari ke arah mereka dengan membawakan sebuah payung besar. Andreas Jonathan segera mengangkat tubuh ALtezza dan menggendong anak itu. Kemudian dengan merangkul istrinya, laki-laki muda itu segera berjalan menuju ke tempat penjaga rumah.


"Tuan muda Andreas..., nona muda Cassandra, kenakan payung ini. Udara memang tidak bisa diprediksi, sewaktu-waktu kabut dan hujan rintik akan turun tuan muda .., nona muda.." penjaga gerbang itu menyerahkan payung besar ke tangan majikannya, dan dia sendiri hanya menggunakan payung yang kecil.


Andreas Jonathan segera mengambil alih payung itu, kemudian digunakannya untuk memayungi istri dan putranya. Keluarga kecil segera di bawah rintik rintik air kabut, berjalan cepat untuk menuju ke teras rumah. Di teras, sudah menunggu maid yang membawakan baju tebal untuk ketiga orang itu, namun Cassandra menolaknya.


"Tidak perlu Jane.. toh kita sudah sampai di rumah. Heater rumah sudah menyala bukan..?" tanya Cassandra pada perempuan itu.


"Sudah nona muda, tadi saya hanya berjaga-jaga saja, siapa tahu nona muda masih merasa dingin karena belum terbiasa dengan suhu udara di kota ini. Baiklah.. segeralah masuk ke dalam tuan muda, nona muda.." sambil membungkukkan badan, maid bernama Jane itu mempersilakan majikannya masuk ke dalam rumah,


Andreas Jonathan segera membawa istri dan putranya masuk ke dalam. Begitu mereka sudah masuk ke dalam rumah, udara hangat menyambut mereka, dan Andreas Jonathan segera membawa istri dan putranya untuk masuk ke dalam kamar. Jane mengambil buket mawar dari tangan Cassandra, untuk memindahkannya ke dalam vas bunga yang besar.


********


Andreas Jonathan mencium kening istrinya, karena laki-laki itu sudah siap untuk berangkat kembali menuju ke Indonesia. Tiba-tiba mata Cassandra terbuka, dan mata itu mengerjap menatap jernih ke mata suaminya. Perlahan gadis itu mengangkat tubuhnya, dan Andreas Jonathan membantu mendudukkan perempuan itu di sisi ranjang.


"Honey.. sudah tengah malam, aku sudah harus berangkat. Sebenarnya aku tidak bermaksud untuk membangunkanmu sayang, hanya ingin memberikan ciuman kepadamu saja." ANdreas Jonathan tersenyum, dan tidak beralih terus menatap ke mata istrinya.


"Sandra paham kak Andre.., dan jika kak Andre berangkat tanpa pamitan pada Sandra, justru Sandra akan marah pada kakak. Terima kasih ya kak, sudah membangunkan Sandra.." tanpa merasa malu, Cassandra malah memeluk erat tubuh suaminya yang sudah akan berangkat pergi meninggalkannya. Beberapa saat, Andreas Jonathan membiarkan perempuan muda itu tetap berada dalam pelukannya.


Tiba-tiba saja Cassandra mengangkat wajahnya, dan di luar dugaan ternyata perempuan muda itu tanpa malu dan risih, memberikan ciuman di bibir suaminya. Seperti gayung bersambut, bibir Andreas Jonathan segera menangkap bibir mungil itu, dan keduanya berpagutan dalam waktu beberapa saat.


"Pergilah sekarang kak, Cassandra dan Altezza tidak apa-apa. Kami yakin, kami akan hidup tenang di tempat ini kak.. Salam untuk mama, papa, Stevie dan juga untuk kak Alex.." tiba-tiba Cassandra melepaskan pelukan, dan meminta suaminya untuk segera berangkat.


"Terima kasih honey.., dan aku menggunakan helikopter untuk menuju ke bandara Zurich sayang. Untuk menghemat waktu, karena kabut masih menutup pandangan sopir jika aku menggunakan mobil untuk menuju ke bandara.." Andreas Jonathan menceritakan sarana transportasi yang akan digunakannya.


"Apapun itu, tidak masalah kak.. Yang penting kak Andre dapat selamat sampai ke Indonesia untuk membereskan semuanya, dan bisa datang kembali ke sini untuk menemani Sandra dan Altezza.." dengan manja, Cassandra menjawab perkataan suaminya.


Andreas Jonathan kemudian kembali merangkul gadis itu, kemudian membawanya keluar dari dalam kamar. Di bawah tampak maid yang belum tidur, karena menunggu keberangkatan tuan mudanya untuk menuju bandara. Suara mesin helikopter ternyata dengan keras terdengar ketika pasangan suami istri itu sudah sampai di bawah. Dari kamar mereka tidak terdengar, karena dinding kamar di rumah itu, semuanya dilengkapi dengan peredam suara.


"Aku akan berangkat honey.. tidak perlu mengantarkan sampai di luar, karena suhu udara di luar sangat dingin sekali. Sampai disini saja." Andreas Jonathan kembali memberikan ciuman di bibir gadis itu, kemudian juga di atas kepalanya. Tidak lama kemudian, laki-laki itu berbalik arah untuk keluar dari dalam rumah itu. Cassandra menatap punggung suaminya yang berjalan meninggalkannya sampai punggung itu tidak kelihatan. Beberapa saat kemudian, akhirnya Cassandra kembali menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya.


*********