
Cassandra tersenyum ketika membuka matanya, terlihat Andreas Jonathan tengah mengamati wajahnya dari atas. Tangan gadis itu terangkat dan mencoba menjauhkan tubuh laki-laki itu dari atas badannya. Andreas Jonathan tersenyum, kemudian tidak mau merepotkan istrinya, akhirnya laki-laki itu mengangkat tubuhnya dan menyingkir dari gadis itu. Pasangan suami istri itu akhirnya tidur berdampingan, dan ketika Cassandra akan terbangun, Andreas Jonathan menahan tubuh istrinya untuk tetap tertidur.
"Berbaringlah honey.. ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Jangan takut.., aku tidak akan mengajakmu untuk berbuat yang aneh-aneh.." sambil tersenyum smirk, Andreas Jonathan meminta istrinya untuk tetap berbaring. Cassandra tersenyum, dan mengikuti apa yang diinginkan oleh suaminya. Gadis itu tetap berbaring merebahkan tubuhnya di samping laki-laki itu.
"Ada apa kak Andre.. hal apa yang ingin kakak bicarakan dengan Sandra.. Mumpung Altezz belum datang kemari, karena tadi Sandra membiarkannya tertidur dengan suster Rosanna," Cassandra meminta suaminya untuk segera menyampaikan hal yang akan dibicarakannya.
"Sesuatu hal yang penting honey.., hal ini menyangkut dengan hubungan antara Stevie dengan Alexander. Barusan tadi malam, ketika mau berangkat tidur, papa melakukan panggilan denganku, yang mengabarkan tentang rencana perkawinan antara Stevie dengan Alexander.." Andreas Jonathan memulai penjelasan,
Cassandra terdiam, tidak mau memotong perkataan suaminya. Gadis itu menunggu sampai suaminya Andreas Jonathan memberinya waktu untuk bicara.
"Papa sudah merencanakan pernikahan keduanya pada awal pekan depan, dan tidak akan ada ceremony atas pernikahan mereka. Untuk itu honey.., aku meminta persetujuanmu, bolehkan jika aku kembali ke Indonesia minggu depan untuk menghadiri perkawinan mereka. Dan aku terpaksa meninggalkanmu sementara di Switzerland, bersama dengan Altezza dan ditemani suster Rosanna saja." akhirnya laki-laki itu menyampaikan pokok permasalahannya.
"Tidak masalah kak.., memang menjadi kewajiban kak Andre untuk pulang, dan menghadiri pernikahan Stevie dan kak Alex.. Cassandra tidak masalah kak, berada di negara Switzerland hanya berdua dengan Altezza. Toh.. negara itu jauh dari jangkauan tante Sandrina dan juga Jennifer, Apalagi bukan keluarga kita yang sebenarnya diincar oleh Om Armansyah, jadi kak Andre bisa tenang meninggalkan kami di negara tersebut.." tanpa ada kemarahan sedikit pun, Cassandra mengijinkan suaminya pergi.
Andreas Jonathan seakan tidak percaya dengan kata-kata yang diucapkan oleh istrinya, namun, Cassandra malah mengangguk, untuk menegaskan jika gadis itu sadar dengan kata-kata yang dikeluarkannya.
"Apakah aku tidak salah dengar honey.., honey dengan mudah mengijinkanku untuk kembali ke Indonesia dalam waktu yang cepat..?" kembali Andreas Jonathan bertanya.
"Benar kak.. lagian Cassandra akan berlatih untuk bersosialisasi dengan lingkungan baru.. Altezza akan selalu menemani Sandra kak, janganlah terlalu khawatir. Kak Andre adalah kakak satu-satunya untuk Stevie, dan kalian juga belum lama dipertemukan oleh Tuhan. Untuk itu, kewajiban kak Andre untuk menjadi saksi pernikahan mereka, meskipun sudah ada papa. Demikian juga kak Alex.., bahkan sebelum kenal dengan Sandra, kak Alex sudah menjadi bagian dari keluarga kak Andre. Untuk itu, jangan kecewakan mereka kak. Apalagi sekali tempo kak Andre juga harus melihat ke perusahaan juga.." Cassandra mengulang kembali kata-kata persetujuannya.
Dengan tidak percaya, Andreas Jonathan memeluk istrinya dan menghujani perempuan muda itu dengan ciuman. Ternyata menjadi hal dan sesuatu yang sangat membahagiakan, ketika pasangan hidup kita setuju dengan apa yang sudah kita rencanakan. Cassandra juga ikut tersenyum, namun karena teringat dengan putranya, Cassandra menyingkirkan tangan suaminya untuk menjauh dari tubuhnya. Andreas Jonathan hanya tersenyum, dan perlahan laki-laki itu menyingkirkan tangan dan kaki dari tubuh istrinya.
********
Karena untuk mengejar waktu kepulangan suaminya kembali ke Indonesia, Cassandra segera meminta suaminya untuk cepat mengantarkannya ke Switzerland. Waktu yang sudah diatur di negara Frankfurt dengan tegas ditolak oleh gadis itu, karena tidak mau suaminya dikejar-kejar oleh waktu dan akhirnya mengakibatkan laki-laki tersebut kecapaian, apalagi merasa sakit.
"Apakah honey tidak keberatan, jika malam ini juga kita langsung menuju Switzerland.. Apalagi mungkin jet lag dari penerbangan Indonesia menuju negara ini, belum sepenuhnya hilang honey.." Andreas Jonathan menatap dengan khawatir ke arah istrinya.
"Tapi keadaan sudah berbeda honey.. kala itu honey masih sendiri. Belum ada Altezza di dunia ini, tapi sekarang keadaan sudah berubah honey... apakah honey tidak menyadarinya.." masih dengan kekhawatiran, Andreas Jonathan kembali bertanya pada istrinya.
"Kak Andra.. suami Cassandra tercinta, dan juga papa dari ALtezz putra sholeh mommy.. Sudahlah.. hilangkan rasa panik, dan khawatir itu. Jangan ragukan Sandra.., meskipun Sandra sudah menikah, Sandra tidak kehilangan kekuatan apapun kak.. Sandra masih mampu dan sanggup melakukan semuanya.." kembali Sandra mencoba meyakinkan suaminya.
Laki-laki itu terdiam, dan beberapa kali tersenyum menatap istrinya. Cassandra terus berusaha membuat suaminya percaya, dan tidak meragukannya sedikitpun.
"Baiklah jika begitu honey.. kita harus sudah bersiap. Pengawal sudah menunggu kita, dan akan membawa kita ke bandara. Private jet sudah siap untuk membawa kita terbang ke Switzerland, bersiaplah.." beberapa saat terdiam, akhirnya Andreas Jonathan bisa mempercayai kata-kata istrinya.
Laki-laki itu segera mengajak Cassandra bersiap, dan kemudian mengeluarkan barang yang akan mereka bawa, serta membiarkan istrinya bersiap-siap. Tampak pengawal sudah siaga di depan pintu kamar mereka, dan segera mengambil alih barang-barang yang ada di tangan laki-laki itu.
"Pap... papa... kut..." terdengar suara Altezza dari arah pintu kamar sebelahnya.
Andreas Jonathan tersenyum, kemudian menghampiri kamar itu dan menggendong ALtezza di dadanya. Laki-laki itu kemudian melihat ke arah suster Rossanna..
"Suster.. jika semua perlengkapanmu dan ALtezz sudah siap semuanya, keluarkan biar dimasukkan pengawal ke dalam mobil.." melihat suster Rossanna menganggur, laki-laki muda itu memberi perintah.
"Baik tuan muda.. semua sudah saya persiapkan di luar kamar.."
Masih dengan menggendong Altezz, Andreas Jonathan membawa putra laki-lakinya itu kembali ke kamar untuk menengok persiapan istrinya. Wajah ALtezza tersenyum cerah, melihat mommy nya yang sudah selesai bersiap,
"Mommy... mommy... ikut mommy..." Altezza mengangkat kedua tangannya dan mengarahkan pada Cassandra.
"Altezz... jika bersama mommy.. Altezz tidak boleh minta gendong. Kasihan mommy akan kecapaian, ALtezz berdiri di samping mommy saja yah.." Andreas Jonathan memberi arahan pada putra mereka. Anak kecil itu menatap ke wajah papanya, kemudian menganggukkan kepalanya dengan cepat.
*********