
Sesampainya di rumah, ternyata Stevie dan Nyonya Sheilla mengadakan upacara penyambutan. Ternyata banyak orang sudah berada di mansion Andreas Jonathan membuat acara penyambutan. Suami Cassandra itu tengah menggendong putra mereka, sambil menggandeng istrinya, berjalan masuk ke dalam rumah mereka. Ternyata banyak hiasan seperti ada perayaan pesta tengah diadakan di dalam rumah. Banyak balon dan hiasan lainnya tampak ramai dan meriah, dan terlihat Altezza menikmati pemandangan kemeriahan itu,
"Selamat datang ke rumah cucu oma..." Nyonya Sheilla mengambil putra Andreas Jonathan dan Cassandra dari tangan papanya, kemudian menggendong dan melihatkan pada beberapa tamu yang hadir.
"Duduklah honey.., atau mau langsung ke kamar saja istirahat jika masih terasa lemah.." bisik Andreas Jonathan pada istrinya. Sebenarnya laki-laki itu tidak begitu menyukai keramaian seperti itu, tapi melihat wajah cerah istri dan juga putranya Altezza, akhirnya Andreas Jonathan tersenyum.
"Tidak bisa begitu kak.., bagaimanapun acara ini diadakan untuk menyambut kedatangan putra kita, adiknya Altezza. Akan menjadi hal yang aneh bukan, jika kita malah meninggalkannya dan masuk ke dalam kamar. Untuk sementara, kita biarkan dulu mama mengenalkan putra kita pada teman-teman di perusahaan, dan teman berkumpulnya. Paling sebentar lagi, putra kita akan kehausan.." Cassandra meminta suaminya untuk bersabar sedikit saja.
Akhirnya tidak ada pilihan lain bagi laki-laki itu untuk menuruti keinginan istrinya, dan sambil memegang bahu Cassandra, Andreas Jonathan mengajaknya duduk.
"Tuan muda... by the way siapa nama bayi ganteng ini... Wajahnya mirip, plek jiplek dengan Altezza, ada kemiripan wajah dengan kalian berdua." tiba-tiba mitra bisnis papanya bertanya pada Andreas Jonathan.
Cassandra tersentak mengangkat wajah dan melihat ke arah suaminya. Perempuan muda itu terkejut karena dia dan suaminya memang belum menyiapkan nama untuk buah hati mereka yang kedua. Tapi terlihat berbeda dengan suaminya, laki-laki itu tetap tersenyum dan dengan percaya diri yang kuat...
"Fazwan Rafandra... itulah nama putra keduaku.. Sebuah nama yang bagus bukan, dan layak untuk putra Andreas Jonathan dan Cassandra, adik dari Altezza..." sambil menatap mata istrinya, Andreas Jonathan ternyata sudah menyebutkan nama yang disiapkan untuk putra keduanya.
"Prok... prok... prok..." tepuk tangan meriah memenuhi ruangan tersebut, dan ternyata di halaman belakang juga banyak para tamu yang sedang menikmati barbeque.
Cassandra tersenyum senang melihat meriahnya pesta dadakan penyambutan putra keduanya, dan ketika teringat bagaimana Altezza terlahir hanya ditunggu laki-laki yang kemudian baru menikahinya, dan acara perayaan dirayakan di rumah sakit, tiba-tiba dada Cassandra menjadi sesak. Perempuan muda itu kemudian memanggil putra pertamanya Altezza, dan anak kecil itu untungnya segera tanggap. Altezza kemudian berlari menghampiri mommy nya.
"Terima kasih sayang, dan maafkan mommy ya karena sudah tiga hari tidak menemani ALtezza... Apakah Altezz iri dengan kemeriahan pesta penyambutan adik.." Cassandra memeluk erat dan mencium pucuk kepala Altezza, sambil berbisik mencoba mencari tahu bagaimana perasaannya. Andreas Jonathan melirik ke arah istri dan putranya, dan seperti tahu kesedihan yang dialami istrinya.
"Tidak apa-apa mommy, Altezz suka karena sudah punya adik. Nanti ALtezz tidak sendiri lagi, jika adik sudah besar, akan menjadi teman untuk Altezz. Dan Altezz berjanji akan selalu menjaga adik mommy... swear.." dengan lucunya, ALtezza mengangkat dua jari tengahnya, sebagai tanda jika anak itu mengucap janji.
Andreas Jonathan kemudian mendekat ke arah istri dan putra keduanya, dan tidak diduga ternyata laki-laki itu mengangkat tubuh Altezza ke atas serta memeluknya tanpa canggung di depan para tamu yang hadir.
"Tidak lupa para hadirin, ini adalah putra pertama keluarga kami yaitu Altezza.. Mungkin kami terkesan menutup diri selama ini perihal keberadaanya, tapi semua kami berdua lakukan untuk alasan keamanan dan keselamatan putra kami, keluarga kami... Jadi tolong doakan juga putra kami, agar bisa tumbuh menjadi anak yang shaleh.." air mata menggenangi kelopak mata Cassandra, ketika mendengar suaminya mengumumkan keberadaan Altezza secara langsung pada tamu yang hadir.
***********
Malam Harinya
Andreas Jonathan tersenyum senang menatap istri dan dua putranya malam ini tidur jadi satu dalam kamar mereka, Pelayan sampai harus menambah single bed untuk dirinya tidur, karena mereka sengaja berkumpul untuk menyenangkan hati Altezza, yang sudah beberapa hari ditinggalkannya di rumah bersama dengan oma dan opanya, juga auntienya.
"Tidak ada yang aku inginkan dan aku cari di dunia ini, selain melihat tiga orang yang aku cintai ini bahagia.. Aku sangat mencintai mereka, dan harus berusaha menjaga serta membahagiakan mereka.." sambil berdiri, Andreas Jonathan bergumam. Seperti tidak pernah ada puasnya, laki-laki muda menatap ketiga orang yang tengah tertidur di depannya itu.
"Cassandra istriku.. aku beruntung bisa mendapatkan hatimu, meskipun harus ada proses yang tidak sedikit untuk dapat mendapatkan dan memenangkan hatimu.. Kamu seorang perempuan muda yang sangat baik, humble.. dan bisa memenuhi semua kekuranganku." tatapan laki-laki muda itu fokus menatap wajah istrinya.
Meskipun baru hari ini Cassandra pulang dari rumah sakit, dilanjutkan dengan acara pesta penyambutan bayi mereka, namun tidak sedikitpun terlihat ada gurat kelelahan di wajah cantik istrinya. Perempuan muda itu selalu menjalani dan melakukan semuanya dengan keikhlasan sehingga tidak menjadi beban berat bagi pikirannya.
"Mmm.. kak Andre belum tidur.., apakah ada yang perlu Sandra siapkan kak..?" tiba-tiba tanpa laki-laki muda itu sadari, ternyata istrinya sudah terjaga. Dengan suara serak khas bangun tidur, perempuan muda itu menatapnya.
"Tidak ada honey.. aku hanya merasa bahagia, merasa puas bisa melihat kalian bertiga. Hidupku seperti didampingi bidadari dan dua malaikat kecil, yang selalu menyiramkan rasa kebahagiaan dalam hatiku.." laki-laki muda itu berjalan mendekat, kemudian duduk disamping istrinya.
"Kak Andre suka melow malam-malam begini, sudahlah kakak istirahat saja. Sudah malam kak, atau jika kakak tidak mau tidur sendiri, kita bisa tidur bersama di kamar ini. Di samping ALtezz, atau disamping Sandra, masih ada tempat dan cukup untuk berbaring kak Andre.." menyadari jika suaminya akan kesulitan untuk tidur sendiri tanpa kehadirannya, Cassandra menawarkan pada suaminya untuk tidur bersama.
"Really honey... jika begitu aku akan tidur disampingmu malam ini. Di samping Altezza sudah ada single bed, jadi kita tidak perlu khawatir jika putra kita terjatuh ke bawah.." laki-laki muda itu tetap terbilang egois, meskipun sudah memiliki dua putra, namun tetap belum mau untuk mengalah.
"He.. he.. he.., terserah kak Andre, dimana merasa nyaman. ALtezza sudah semakin besar, dan sudah pasti tahu bagaimana kebucinan papa sama mommy nya, putra kita pasti akan memakluminya.." sambil tersenyum, dan dengan nada sarkasme Cassandra mengeluarkan kata-kata untuk suaminya.
"Ha.. ha.. ha.., benar honey.." Andreas Jonatha malah langsung tertawa terbahak, tapi segera ditutup oleh tangan istrinya.
***********