CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 204 Kompensasi



Cassandra berdiri mendatangi Altezza, dan anak kecil itu tampak riang bermain dengan pesawat barunya. Jika tidak melihat secara langsung pesawat mainan itu, dan hanya melihatnya dari rekaman orang pasti akan mengira jika pesawat itu adalah pesawat beneran. Tadi Cassandra sudah melakukan browsing tentang pesawat yang digunakan mainan oleh putranya itu, dan ternyata harganya memang ratusan juta rupiah (jika dirupiahkan). Selain itu, mainan itu merupakan produk limited edition, yang hanya diproduksi sebanyak tujuh buah di dunia. Oleh karena itu, dengan Edward memberikan mainan mahal itu pada putranya, Cassandra berpikir tentang identitas misterius laki-laki muda yang tinggal bersamanya itu,


"Mommy... pesawat Altezz tidak kalah ketika bertabrakan dengan hembusan angin mommy... " ALtezza berteriak kegirangan.


"Good job ALtezz.., mommy di sini saja ya, tapi mommy tidak pergi jauh dari sisi Altezz. Jika Altezz kedinginan, bisa ke tempat mommy, sudah dibuatkan teh panas oleh Jane.." Cassandra yang sudah kembali duduk di gazebo taman, menanggapi putranya.


"Yess momm..." sambil terus memainkan remote control di tangannya, anak kecil itu tampak menikmati permainan.


Cassandra membuka ponsel, dalam hati perempuan muda itu menunggu-nunggu kabar dari suaminya Andreas Jonathan. Sudah dua hari, suaminya belum mengirim kabar keberadaan dan aktivitas apa yang sedang dilakukannya. Padahal, setiap harinya bisa terjadi lebih dari dua kali, Andreas Jonathan melakukan video call pada istrinya. Tetapi sudah dua hari, bahkan hanya sekedar chat saja juga tidak dilakukan oleh suaminya. Hal itu membuat hati Cassandra agak down, karena berusaha mencari tahu kabar suaminya. Namun sama juga dengan suaminya, Alexander juga tidak membalas pesan yang dikirimkan oleh perempuan muda itu.


"Apakah ada sesuatu yang terjadi dengan kak Andre.. sudah beberapa hari belum ada kabar dari papanya Altezza. Aku sangat merindukanmu kak Andre..." tanpa sadar Cassandra bergumam sendiri.


Berada di negeri orang, meskipun banyak fasilitas melimpah yang menunjang semua kebutuhan, namun bukan hal itu yang diinginkan oleh perempuan muda itu. Bisa berkumpul menjadi satu dengan putra dan juga suaminya, merupakan keinginan yang selalu diharapkan Cassandra, meskipun mereka harus hidup sederhana. Namun.. hal itu mustahil terjadi melihat status yang dimiliki suaminya. Ditambah dengan masa lalu keluarga suaminya, kali ini mereka harus berhadapan dengan sesuatu yang pelik, sehingga mereka harus terpisah seperti ini.


"Hemm..., aku tidak bisa terus berpikir tentang kak Andre, khawatir jika kak Andre malah kepikiran dan kerasa jika aku sedang memikirkannya. Aku harus fokus menemani Altezza, memastikan putraku mengalami masa tumbuh kembang yang normal. Sandra.. jangan terganggu fokusmu, doakan saja suamimu agar semua masalah yang dihadapi keluargamu, segera usai dan tuntas semuanya.." Cassandra akhirnya meyakinkan dirinya sendiri.


Cassandra kembali melihat ke arah ALtezza yang masih bermain pesawat terbang, tetapi perempuan muda itu sedikit terkejut karena keberadaan Edward yang sudah menemani putrnya bermain. Perempuan muda itu tidak tahu kapan anak muda itu datang, dan malah sudah bermain berdua dengan Altezza.


"Tidak bijak jika aku menanyakan masalah mainan pesawat mini itu pada Edward sekarang, takut Altezza akan terluka. Nanti saja aku ajak anak muda itu bicara berdua, ketika Altezza sudah istirahat. Mainan itu memiliki nilai jual tinggi, aku harus menggantinya, karena tidak mungkin untuk mengembalikannya, khawatir jika akan membuat hati putraku sakit dan sedih." Cassandra menunda untuk bertanya pada Edward tentang mainan yang diberikannya pada Altezza.


**********


Beberapa saat kemudian..


"Duduklah kalian bertiga dalam ruangan ini, karena apa yang akan aku bicarakan dengan Edward bukan sesuatu yang rahasia, maka aku mengundang juga dua pengawal untuk ikut di dalam ruang ini.." Cassandra meminta ketiga laki-laki itu untuk duduk.


"Baik nona muda.." ketiga laki-laki itu segera duduk di kursi sofa yang ada di dalam ruangan tersebut,


Sambil membawa satu gelas air mineral hangat, Cassandra duduk di depan ketiga laki-laki tersebut. Sebelum berbicara, perempuan muda itu meneguk air mineral beberapa teguk, kemudian meletakkan gelas di atas meja. Setelah itu tatapan Cassandra menatap tajam ke arah Edward..


"Edward.. aku harap kamu sudah bisa menebak, untuk apa aku memanggilmu ke ruangan ini, dan menunggu putraku Altezz tertidur terlebih dahulu." Cassandra memulai pembicaraan.


Edward tidak memberikan tanggapan, anak muda itu hanya mengangkat kedua bahunya ke atas, dengan tersenyum sambil menatap balik wajah perempuan muda yang sangat dikaguminya itu.


"Aku mau bertanya, dan tolong jawab dengan jujur Edward. dan jika aku tahu kamu telah membohongiku, maka aku tidak segan untuk mengusirmu dari mansion ini. Aku tidak mau melibatkan keluargaku dalam bahaya, dan ketika kami menemukanmu dan membawamu ke mansion ini, melihat apa yang terjadi, jangan salahkan jika kami sudah berpikiran buruk kepadamu. Ditambah lagi, mainan yang kamu berikan pada putraku, kamu tidak bisa menghindar lagi Edward, dan jujur aku menjadi tidak berkenan. Pesawat mini itu hanya diproduksi sebanyak tujuh buah dan ditawarkan ke seluruh penjuru dunia. Dengan kamu bisa memilikinya, aku sudah bisa menyimpulkan, identitas apa yang kamu miliki Edward.." dengan panjang lebar, Cassandra seakan mengadili Edward.


Anak muda itu tampak mengambil nafas, kemudian setelah berpikir sebentar kemudian menatap lagi wajah Cassandra yang masih menatapnya dengan curiga.


"Hemm... semua yang nona muda katakan, tidak sepenuhnya benar. Tetapi sebagian ada pula yang benar. Untuk pesawat itu, aku tidak membelinya. Itu salah satu koleksi mainanku yang dibelikan grandpha beberapa tahun lalu, sebagai hadiah ulang tahunku. Melihat Altezz.., aku merasa mendapatkan seorang adik, dan rasa sayangku pada Altezz itu pure, aku sangat menyayanginya. Untuk itu, aku meminta orang-orangku untuk mengirimkan mainan pesawat itu kemari, untuk aku berikan pada Altezza. Apakah hal itu dianggap salah oleh nona muda.." sambil tersenyum, Edward bertanya pada Cassandra,


Cassandra diam berpikir, dan berusaha memilih kata-kata untuk diucapkan pada anak muda itu, tetapi tanpa menyinggung perasaannya,


"Okay.., okay Edward.. tetapi aku tidak bodoh Edward, harga mainan pesawat kecil itu ribuan dollar. Aku tidak akan melihat siapa orang yang berada di belakangmu, tetapi beriĀ  rekeningmu. Aku akan mengganti uang yang dikeluarkan your granpha, dan pesawat itu akan sah menjadi milik Altezza. Keluargamu adalah urusanmu sendiri, begitu juga dengan Altezz putraku, adalah urusanku sendiri. Aku tidak mau, suatu saat akan ada yang bertanya padaku, terlebih menuduhku dengan tuduhan tidak berdasar." dengan tegas, Cassandra menanggapi penjelasan yang disampaikan oleh Edward.


*********