
Andreas Jonathan yang sudah membersihkan diri, dan hanya mengenakan celana pendek selutut dan kaos T Shirt tersenyum melihat ke arah meja makan. Kehangatan seperti mengalir ke rongga dadanya, melihat menu sederhana itu tersaji di atas meja makan. Laki-laki itu mulai duduk di kursi, kemudian sambil menunggu Cassandra keluar menemaninya, laki-laki itu menyesap teh manis panas yang disajikan untuk dirinya.
Dari dalam kamar, Cassandra terkesiap melihat penampilan tuan mudanya. Dengan pakaian santainya, perawakan garang dari laki-laki itu seperti lenyap tidak berbekas. Perlahan gadis itu segera mendatangi laki-laki itu, dan berdiri di sisi meja yang ada di depan Andreas Jonathan.
"Apakah tuan muda akan segera makan malam, jika iya akan Sandra ambilkan nasi di piring untuk tuan muda.." melihat tuan mudanya yang tampak menggigit tahu pong yang tadi digorengnya, Cassandra menawarkan untuk mengambilkan nasi.
"Iya.. ambilkan." Cassandra segera mengambilkan nasi di atas piring, kemudian meletakkannya di depan laki-laki itu duduk. Karena tadi dia sudah makan sea food dengan Herlambang, Cassandra hanya makan tahu dan ayam goreng tanpa menggunakan nasi. Andreas Jonathan menatap gadis itu dengan mengerenyitkan dahi.
"Sandra.. kamu diet.. tidak makan nasi." pertanyaan lugas keluar dari bibir laki-laki yang mulai menyendokkan makanan ke mulutnya itu.
"Tidak tuan muda, kebetulan tadi sebelum mobil mas Herlam mogok, Sandra sudah terlalu banyak menikmati kepiting dan lobster. Masih terasa kenyang sampai sekarang tuan muda.." Cassandra menjawab pertanyaan yang diberikan tuan mudanya itu sambil tersenyum malu.
Laki-laki itu diam, dan kembali melanjutkan menikmati makan malam dengan menu rumahan. Baru kali ini, Andreas Jonathan merasakan kenikmatan menikmati makanan sederhana itu, yang langsung fresh dimasak dan disediakan untuknya. Sudut hatinya kembali menghangat, karena selama hidupnya belum pernah dilayani oleh orang terdekatnya. Selama ini, menu makanan kebanyakan dimasak oleh chef terkenal, atau diorder dari rumah makan terkenal. Sejak kecil, mamanya Nyonya Besar selalu memasrahkan urusan dapur pada Asisten Rumah Tangga.
"Apakah masih ada nasi putih, jika masih.. ambilkan untukku. Aku ingin menambah lagi makan malamku.." perkataan Andreas Jonathan mengejutkan Cassandra. tidak diduga, menu sederhana yang dimasakkan untuk tuan mudanya, ternyata cocok seleranya dengan tuan muda.
"Baik tuan muda.." Cassandra segera mengambil piring kosong di hadapan tuan mudanya, kemudian mengisinya dengan nasi putih.
Laki-laki itu tersenyum melihat kecekatan gadis itu dari belakang. Rasa hangat dan ketergantungan dengan Cassandra, pelan-pelan muncul dalam hati laki-laki itu.
"Ini tuan muda.." Cassandra meletakkan piring di depan laki-laki itu.
Sebenarnya gadis itu merasa capai, dan ingin segera istirahat. Tetapi keberadaan tuan mudanya di dalam apartemennya membuat gadis itu harus menunda istirahatanya. Tidak lama kemudian, Andreas Jonathan menyelesaikan makan malamnya, kemudian laki-laki itu beranjak menuju ke ruang tengah, dan menyalakan LED TV di depannya. Dengan terpaksa, Cassandra menemani laki-laki itu duduk, meskipun beberapa kali gadis itu sudah menguap.
"Tidurlah di kamarmu Sandra.. aku tahu kamu sudah mengantuk. Tidak perlu kamu urus aku, aku bisa mengurus urusanku sendiri. Paham dengan kata--kataku.." suara Andreas Jonathan mengejutkan Cassandra.
Perempuan itu memberanikan diri menatap laki-laki di depannya itu, dan Andreas Jonathan juga sedang memandangnya. Keduanya tanpa sadar saling berpandangan, tetapi untungnya Cassandra segera tersadar. Gadis itu sudah tidak mau ambil pusing, langsung beranjak masuk ke dalam kamar, dan mengunci pintu kamar dari dalam. Cassandra berpikir, toh Andreas Jonathan pemilik dari apartemen itu, jadi tidak ada kekhawatiran jika laki-laki itu akan lupa jalan pulang.
Pukul enam pagi, alarm Cassandra berbunyi. Gadis itu beranjak bangun dari tidurnya, dan setelah menyelesaikan urusan paginya, Cassandra keluar dari dalam kamar untuk menyiapkan sarapan pagi. Pengalaman kemarin Samsul menjadi korban dari keusilan Salsa, membuat gadis itu lebih berhati-hati untuk membuat bekal guna makan siang di kantor. Tetapi begitu keluar dari dalam kamar, gadis itu mengerenyitkan dahinya. Terlihat di atas meja, ada bekas kopi hitam yang sudah tidak ada airnya disitu. Semalam, gadis itu ingat jika dia membuatkan teh panas untuk tuan mudanya. Karena keburu mengantuk, Cassandra memang meninggalkan laki-laki itu sendiri di ruang tengah, dengan pikiran akan keluar sendiri dari apartemen, dan menitipkan kunci pintu kamar pada security lobby.
"Cangkir siapa itu, apakah tuan muda masih membuat kopi sebelum keluar tadi malam..?" sambil berpikir sendiri, Cassandra segera membereskan cangkir dan piring kecil kotor, kemudian membawanya ke tempat cuci piring untuk dibersihkan.
Beberapa saat dihabiskan Cassandra untuk menyiapkan bumbu masakan. Gadis itu berencana akan membuat balado ikan tuna yang digoreng, dan oseng buncis dengan daging sapi untuk sayurnya. Tetapi baru saja mengiris bawang merah, tiba-tiba gadis itu menghentikan aktivitasnya, karena mendengar pintu terbuka sendiri. Cassandra mencuci tangannya sebentar, kemudian melihat ke ruang tengah. Betapa terkejutnya gadis itu, karena melihat tuan mudanya yang masih mengenakan pakaian yang sama tadi malam sedang melihat gadget di ruang tengah.
"Tuan muda.. kapan tuan muda datang.." merasa kaget, seketika gadis itu bertanya pada Andreas Jonathan.
Andreas Jonathan mengangkat wajahnya ke atas, dan melihat sekilas pada Cassandra, kemudian mengarahkan pandangan mata kembali ke gadgetnya.
"Kenapa terkejut, aku tidak pulang semalam. Malas mau keluar, ya sudah daripada kamar sebelah itu kosong, jadilah aku tidur di bed itu.." dengan santai, Andreas Jonathan menjawab pertanyaan Cassandra.
Mendengar jawaban itu, Cassandra seperti mau pingsan. Baru pertama kali, dia tinggal dalam satu ruangan meskipun beda kamar, dengan laki-laki yang tidak memiliki hubungan dekat dengannya. Dan, sepertinya laki-laki itu menyadari, karena Andreas Jonathan kembali mengangkat wajahnya ke atas.
"Apakah kamu keberatan aku sudah menginap disini? Jika iya, agar aku tidak memiliki hutang denganmu, aku punya kamar di Presidential Suites yang ada di roof top apartemen ini. Nanti malam, gantian kamu yang menginap disana, aku tidak akan keberatan, dan hutang kita impas bukan.." Cassandra serasa ingin menepuk jidatnya mendengar jawaban santai dari laki-laki itu.
"Bukan begitu maksud saya tuan muda.., tetapi kita ini kan tidak memiliki hubungan keluarga. tidak dibenarkan, seorang laki-laki dan perempuan menginap bersama dalam satu tempat. Bisa menimbulkan fitnah, yang pasti akan merugikan pihak perempuan.." merasa jengkel dengan sikap santai laki-laki itu, dengan berani Cassandra memberikan penjelasan.
Andreas Jonathan terkejut mendengar perkataan Cassandra, di luaran sana banyak cewek dari berbagai kalangan yang antri ingin bertemu dengannya. Tetapi gadis ini malah mengacuhkannya, hanya karena tidak mau namanya hancur.
"Cassandra.. kamu ini bukan lagi hidup di kampung, atau di sebuah kota kecil. Ini Jakarta, tidak akan ada yang mempermasalahkan hal itu. Sudah siapkan aku sarapan, dan kopi. Perutku sudah mulai lapar lagi.." tidak mau mendengarkan perkataan Cassandra, Andreas Jonathan malah memberi perintah pada gadis itu.
Dengan jengkel, akhirnya Cassandra kembali ke arah pantry, dan menyiapkan apa yang diminta oleh laki-laki itu.
********