CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 84 Pingsan



Di Solo


Cassandra yang tinggal di Al zhima guest house, sebuah kost-an eksklusif khusus muslim, yang juga menerima tamu penginapan seperti hotel. Guest house tersebut di wilayah Kartosuro ke utara dekat dengan Bandara. Tempat di wilayah itu masih sepi, tidak seramai di kota Solo. Meskipun agak masuk, namun keberadaan taksi online, maupun ojek online sangat banyak, sehingga akses gadis muda itu masih sangat banyak.


Pagi ini setelah membuat nasi goreng untuk sarapan pagi, tiba-tiba gadis itu merasakan letih yang teramat sangat. Untuk meredakan rasa nyeri yang sangat terasa di bagian pinggang ke bawah, Cassandra duduk dengan menyelonjorkan kaki di atas sofa. Beberapa kali, gadis itu mencoba menghangatkan bagian yang pegal dengan menggunakan cara tradisional, yaitu  mengisi botol bekas sirup dengan menggunakan air panas.


"Tumben banget pagi ini.., biasanya aku tidak merasakan pegal seperti ini. Tetapi sejak shubuh sampai sekarang, rasa pegal ini semakin lama malah semakin terasa," sambil mengusap-usap pinggang dengan menggunakan minyak kayu putih, Cassandra berbicara pada dirinya sendiri.


Setelah merasa nyeri di pinggang sudah agak mereda, Cassandra mengambil piring yang sudah berisi nasi goreng dan sosis serta telur dadar di atas meja. Tampilan cantik nasi goreng itu, akan membuat ngiler siapapun yang melihatnya, Perlahan gadis itu mulai memasukkan nasi goreng ke dalam perut, untuk mengurangi rasa laparnya. Sambil meringis ketika rasa nyeri itu datang lagi, Cassandra tetap berusaha untuk menghabiskan sarapannya.


"Aku harus segera ke dokter kali ini, setelah aku pindah ke kota ini, aku belum memeriksakan bagaimana kondisi kehamilanku. Kamu sehat ya nak, kuat.." Cassandra tersenyum sambil mengusap perutnya beberapa kali, untuk memberikan efek tenang pada bayi yang berada dalam kandungannya.


"Tapi aku belum mencari dokter kandungan yan berada paling dekat dengan guest house ini, karena aku memang tidak bisa untuk bepergian jauh. Aku harus melakukan pencarian, dan segera memesan jadwal konsultasi dengan dokternya." merasa belum mengenal kota ini, akhirnya Cassandra menginstall Hallo Dokter di ponselnya.


Sebuah rumah sakit yang paling dekat dengan tempat tinggalnya sekarang, milik dokter kandungan yang terkenal di kota ini menjadi pilihannya. Klinik Sehati namanya, yang berada di RS Medika, menjadi tempat yang dipilih gadis itu untuk memeriksakan kandungannya. Setelah mendapatkan nomor antrian, dan jam kunjungan akhirnya Cassandra menjadi agak lega.


"Arrhgh... kamu nakal nak.." tiba-tiba bayi yang berada dalam kandungan Cassandra membuat sebuah gerakan, dan Cassandra menjerit pelan, tetapi kemudian tersenyum dan mengusap perutnya perlahan.


"Kamu ingin bermain dengan Mommy ya nak.. tunggu nak, tidak lama lagi kamu akan terlahir di dunia ini sayang. Kita bisa bermain sepuasnya.." ucap gadis itu dengan kembali mengusap perutnya perlahan.


Setelah merasa perutnya sidah membaik, dan bayinya tidak membuat gerakan-gerakan yang menyakitinya, Cassandra akhirnya perlahan berdiri untuk membuat teh celup panas. Untungnya meskipun sebagai penggemar teh tubruk, sesekali jika gadis itu merasa malas, teh celup TongTji Premium menjadi alternatif pilihannya. Perlahan Cassandra menuangkan air panas dari dispenser ke dalam gelas mug yang sudah berisi kantong teh celup, kemudian menambahkan irisan jeruk lemon di dalamnya.


"Aku pakai madu saja deh untuk pemanis," melihat ada madu di atas meja, Cassandra menambahkan dua sendok madu untuk pemanis minumannya.


**********


Rumah Sakit Medika


Cassandra yang merasa terakhir kali sedang menikmati lemon tea panas, tiba-tiba merasa bingung. Ketika matanya terbuka, ternyata gadis itu sudah berbaring di dalam ranjang rumah sakit Medika dengan infus di tangannya. Melihat gadis muda yang sedang hamil tua itu sudah membuka matanya, tiba-tiba ada seseorang yang mendekat kepada gadis itu.


"Terima kasih ya mbak Tutik,  saya tidak tahu jika tidak ada mbak Tutik. Sejak pagi, saya memang sudah merasa tidak sehat mbak, tiba-tiba saja pinggang saya terasa pegal sekali, sudah saya kasih hangat-hangat tetapi malah semakin menjadi. Terakhir kali, saya hanya ingat sedang menikmati lemon tea di sofa.." Cassandra kebingungan,. tetapi tiba-tiba perempuan itu kembali merintih kesakitan.


Perempuan bernama Tutik yang membawanya ke rumah sakit ini, berlari keluar dari ruang perawatan, untuk memanggil dokter yang sedang berjaga. Tidak lama kemudian, seorang dokter muda bergegas mendatangi gadis itu kemudian memasang stetoskop di lehernya, dan mulai melakukan pemeriksaan ringan.


"Nyonya Cassandra mohon untuk mengangkat dan melipat kedua kakinya dengan lutut di atas dulu ya. Kami akan melakukan pengecekan, rahim Nyonya Cassandra sudah mengalami bukaan berapa.." dengan suara pelan, Dokter yang bernama Elvan itu memberikan arahan.


Seorang perawat perempuan datang mendekat, dengan senyum ramah memandu Cassandra untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh dokter tadi. Tanpa meminta persetujuan gadis itu, perawat perempuan itu melepaskan ****** ***** yang dikenakan Cassandra, dan gadis muda itu tersenyum malu. Namun sesaat kemudian, Cassandra sudah melupakan hal itu, karena tiba-tiba saja rasa sakit hebat menderanya kembali.


Tanpa disadari Cassandra, ternyata jari tangan perawat perempuan itu sudah masuk ke mulut rahim, dan ada rasa nyeri pada organ kewanitaan gadis itu.


"Dokter.. dokter.. pembukaan masih di angka yang sama, ketika tadi kita melakukan pemeriksaan dokter. Mungkin benar yang dokter sarankan, nyonya Cassandra harus melakukan operasi caesar, untuk menjaga kesehatan ibu dan juga bayinya.." tiba-tiba perawat itu memberi tahu dokter.


Cassandra dan Tutik terkejut, dan karyawan room service itu memegang tangan Cassandra mencoba menguatkan dan memberikan dukungan pada perempuan itu.


"Hmmm... baiklah. Bagaimana pendapat dari Nyonya Cassandra, karena nyonya ini yang mengalami, dan juga ada biaya yang harus dikeluarkannya, karena Nyonya Cassandra masuk tanpa ada dukungan asuransi maupun BPJS." sahut dokter.


"Dokter.. tolong selamatkan bayi saya dokter, bagaimanapun caranya. Saya siap untuk menanggung semua konsekuensi biaya maupun juga yang lainnya Dokter. Bahkan meskipun saya harus berkorban nyawa, asalkan anak saya selamat, saya sangat berterima kasih dokter." Cassandra langsung menanggapi apa yang diutarakan oleh dokter tadi.


"Baiklah jika ibu memang sudah bertekad... kami mohon perwakilan dari pihak ibu untuk membayar down payment, atau paling tidak melakukan open card, untuk jaminan pelunasan biaya di bagian keuangan rumah sakit." dokter memberi tahu langkah selanjutnya.


Cassandra memegang pergelangan tangan Tutik, kemudian menunjuk tasnya yang ada di atas nakas di samping ranjang tempatnya berbaring.


"Tutik.. bantu saya mengurus semuanya ya.. Ada beberapa card di dalam dompetku, gunakan satunya untuk membayar uang jaminan dulu ya.." ucap Cassandra lirih.


"Baik mbak Sandra.." merasa kasihan melihat kondisi perempuan itu, tidak ada pilihan lain bagi Tutik untuk tidak segera melakukan, apa yang diminta oleh Cassandra,


**********