
Andreas Jonathan dan Alexander yang sedang dalam perjalanan kembali ke perusahaan, tiba-tiba mendapatkan pemberi tahuan dari pengawal. Dua pengawal mengirimkan rekaman pertengkaran antara Nyonya Sheilla dengan tuan besar Abraham, dan juga rekaman bagaimana Stevie juga terlibat keributan. Akhirnya terlihat bagaimana istrinya Cassandra berusaha menengahi dan menenangkan mereka.
"istriku memang luar biasa, bisa mengendalikan dalam situasi apapun. Alex.. putar arah mobil, kita ke Senayan City mall sekarang..!" tanpa menceritakan apa yang terjadi, tuan muda segera memberi perintah pada Alexander.
Tanpa menjawab, Alexander segera mencari arah putaran jalan, dan laki-laki itu mengemudiak mobil dengan sangat kencang. mendengar kata Senayan City.., jantung ALexander juga merasa deg-degan karena dia tahu jika Stevie ikut bersama Cassandra dan juga Nyonya Sheilla untuk berjalan-jalan di mall tersebut. Tidak sampai lima belas menit, mobil yang dikendarai Alexander sudah berhenti di lobby mall. Para pengawal yang mengenali mobil tersebut, langsung mengambil alih mobil kemudian mencarikan tempat parkirnya.
"Kita langsung menuju lower ground Alex.., Saladstop! ada di lokasi itu.." begitu naik ke atas lobby, Andreas Jonathan memberikan arahan pada laki-laki muda yang selalu setia bersamanya itu,
Tanpa banyak bicara, Alexander segera mengekor mengikuti tuan mudanya di belakangnya. Melihat tampang tegang dua anak muda itu, orang-orang yang berpapasan dengannya, menghindar dengan sendirinya tidak mau beradu pandang apalagi berurusan dengan keduanya.
"Selamat siang tuan muda.., tuan Alex.. nona muda ada di lower ground. Tuan muda bisa ambil eskalator di sebelah sini, semua sudah kami kondisikan.." seorang pengawal menghadang dua laki-laki muda itu, kemudian mengarahkan mereka untuk turun melalui eskalator yang sudah clear area.
Kedua anak muda itu segera mengikuti arahan para pengawal, dan tidak mempedulikan tatapan ingin tahu dari orang-orang yang melihat mereka. Keduanya segera mengambil arah lurus ke depan, dan tidak lama kemudian keduanya melihat suasana tegang dan dingin di meja makan. Keduanya mendatangi meja makan tersebut, dan berdiri di samping meja sambil melihat pada semua yang berada di tempat itu.
"Kak Andre.. kak Alex.. ada apa kalian datang kemari, mau join LUNCH bareng..?" seperti tidak ada masalah dengan kondisi mereka saat ini, Cassandra segera menyambut kedatangan suaminya.
"Bagaimana bisa kalian berada di tempat ini, tanpa mengajak Andre dan Alex untuk bergabung bersama..?" sambil menundukkan wajah untuk memberikan ciuman pada istrinya, Andreas Jonathan bertanya sambil lalu pada semua yang ada disitu,
"Iya kak kebetulan tadi Sandra mengajak mama dan Stevie jalan-jalan, bukankah Sandra sudah minta ijin pada kak Andre.. Papa mau mencari Altezz mau diajak jalan-jalan, ketika tanya ARTÂ dijawabnya sedang ke Sen Cy.. akhirnya papa menyusul ke mall ini kak.." Cassandra tetap bersikap seperti tidak terjadi apa-apa. Namun reaksi kebencian yang ditunjukkan mamanya Sheilla tidak bisa dibohongi,
"Siapkan menu untukku dan Andre.. kebetulan kami juga belum sempat makan siang.." seperti memahami apa yang dikodekan oleh istrinya, Andreas Jonathan bersikap seolah tidak tahu jika terjadi apa-apa di tempat itu. Kebahagiannya adalah melihat istrinya Cassandra dan putranya Altezz dalam keadaan aman.
Cassandra segera menyiapkan piring dan garpu serta pisau untuk melayani suaminya, dan membiarkan Andre untuk mengambil sendiri makanannya. Kembali keluarga itu menikmati makan siang dalam diam.
********
Dua Jam kemudian
"Mama.. apakah masih ada sesuatu yang akan mama cari, atau mungkin kamu Stevie..? Jika tidak ada, sebaiknya kita kembali pulang ke hotel." dengan ramah, Cassandra bertanya pada dua perempuan itu.
"Stevie tidak ada lagi kak.., tapi kalau masih mau jalan-jalan berkeliling, Stevie ikut saja." Stevie menjawab dengan cuek. Alexander tersenyum mendengarnya, dan muncul ide untuk mengajak gadis itu jalan-jalan ke mall berdua.
"Pulang saja Sandra.. sudah tidak menjadi menarik jika laki-laki tidak berperi kemanusiaan itu ikut bersama kita." dengan maksud untuk menyindir tuan Wijaya, Nyonya Sheilla berbicara sarkasme.
"Hmm.. bukankah aku butuh waktu kita untuk bicara Sheilla, hanya berdua saja. Akan aku jelaskan ketidak tahuanku, dan duduk perkaranya.." tiba-tiba saja tuan Wijaya merasa tersindir. Laki-laki itu langsung menyela pembicaraan.
"Sudah terlambat semuanya Wijaya.. rasa sakit ini tidak akan pernah hilang begitu saja.." masih dengan nada sinis, nyonya Sheilla menanggapi perkataan tuan Wijaya.
Cassandra garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal, merasa bingung untuk kembali menengahi perselisihan itu, Yang lainnya terdiam.., dan adu mulut antara kedua orang dewasa itu masih terus berlanjut.
"Brakkk.., prangg..." tiba-tiba tanpa diduga, Andreas Jonathan memukul meja, dan piring serta gelas kosong berhamburan di lantai mall.
Semuanya terdiam, dan Cassandra secara impulsive memeluk dan menenangkan suaminya. Wajah ANdreas Jonathan menjadi merah padam, dan menatap kedua orang tuanya secara bergantian. Stevie langsung berlari dan memeluk mamanya yang tampak kaget melihat reaksi putranya.
"Tidakkah kalian berdua papa dan mama, memperhatikan bagaimana perasaanku, perasaan Andreas Jonathan dan perasaan Stevie. Kami berdua ini adalah korban dari keegoisan kalian, kami ini korban kekelaman masa lalu kalian. Tanpa sedikitpun mempertimbangkan perasaan kami, kalian berdua hanya ribut dan terlibat pertengkaran di depan kami. para putra dan putri kalian, juga menantu dan cucu kalian. Begitukah cara kalian mendidik kami selaku anak kalian.." tidak diduga, Andreas Jonathan bersuara dengan nada tinggi,
Para pengawal segera menutup akses pintu masuk, bahkan menghalangi secutity dan pelayan restaurant yang ingin melihat keadaan. Tuan Wijaya kaget melihat reaksi putranya seperti itu, dan berusaha menelaah kalimat demi kalimat yang diucapkan anak muda itu. Mendengar kalimat pedas yang diucapkan Andreas Jonathan, Nyonya Sheilla merasa tertampar dan tersindir, sebagai seorang ibu.. perempuan itu terlalu egois untuk meninggalkan seorang anak kecil di masa lalu.
"Kak Andre... kendalikan emosi kakak. Tidak baik untuk tumbuh kembang putra kita, jika Altezz sampai terlalu sering mendengar kedua orang tuanya berselisih." suara lembut Cassandra berbisik di telinga laki-laki itu. Perlahan mendengar suara istrinya, Andreas Jonathan menjadi stabil kembali emosinya. Pelukan dan ciuman yang diberikan Cassandra, dan ketika gadis itu mendekatkan Altezza ke tubuhnya, hati keras Andreas Jonathan menjadi luluh kembali. Anak muda yang keras itu tiba-tiba terduduk sambil memeluk istri dan putranya.
***********