CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 63 Penyesalan



Keesokan Harinya..


Andreas Jonathan terbangun sambil memijit-mijit kepalanya yang masih terasa sedikit pusing. Ketika melihat tubuhnya ke bawah, laki-laki itu kaget karena dia saat ini sedang dalam keadaan tidak berpakaian. Seketika Andreas Jonathan terbangun, dan melihat ke king size bed yang saat ini ditempatinya. Semua dalam keadaan kacau tidak karuan, dan betapa terkejutnya laki-laki itu melihat ada bercak noda darah berwarna merah di atas sprei berwarna putih di kamarnya itu.


"Oh my God.. apa yang aku lakukan semalam?? Siapa gadis yang aku tiduri semalam.., tapi kenapa aku teringat dengan Cassandra sekretaris eksekutifku.." Andreas Jonathan mendadak merasa kaku, melihat ada noda darah di atas spreinya.


"Tetapi aku meminta pengawal untuk memanggilkan Cassandra tadi malam, harusnya gadis itu ada disini sekarang. Aku akan membersihkan diriku, kemudian mencarinya.." teringat dengan gadis yang minta dipanggilnya tadi malam, Andreas Jonathan berdiri kemudian bergegas masuk ke kamar mandi.


Laki-laki itu menghabiskan waktu beberapa saat di kamar mandi, dan setelah merasa tubuhnya kembali merasa segar, Andreas Jonathan segera keluar dari dalam kamar mandi. Tidak lama kemudian, anak muda itu mengenakan celana bermuda, dengan T shirt branded, kemudian keluar dari dalam kamar untuk mencari Cassandra.


"Kenapa aku tidak mencium aroma keberadaan gadis itu di sekitar ruangan.." CEO PT. Indotrex . Tbk itu berpikir sendiri.


Setelah dari ruang makan tidak bisa menemukan Cassandra, laki-laki itu masuk ke dalam pantry. Namun di ruangan itu, laki-laki itu juga tidak menemukan gadis itu. Andreas Jonathan seketika merasa panik, setiap ruangan yang ada di dalam Pent House dimasukinya, untuk menemukan keberadaan Cassandra. Namun, gadis itu juga tidak terlihat. Merasa tidak melihat gadis itu..., Andreas Jonathan melangkahkan kaki keluar dari dalam ruangan, untuk bertanya pada pengawal.


"Selamat pagi tuan muda.. semoga istirahatnya menyenangkan. Apakah tuan muda ingin disiapkan breakfast di ruangan saja.." melihat kedatangan tuan muda mereka, dua pengawal berjalan menghampiri Andreas Jonathan.


"Dimana Cassandra, bukankah tadi malam aku meminta kalian untuk mendatangkan di kamarku. Kenapa pagi ini aku tidak melihatnya, dan siapa yang sudah tidur di kamarku tadi malam..?" dengan nada tinggi. Andreas Jonathan ternyata bertanya tentang sekretaris pribadinya.


Mendengar pertanyaan dari tuan mudanya, kedua pengawal itu saling berpandangan. Mereka seperti merasa takut, dengan reaksi yang akan didapat dari tuan mudanya, jika mereka bercerita tentang apa yang terjadi semalam. Melihat kediaman dua orang laki-laki muda itu, Andreas Jonathan merasa semakin bertanda tanya.


"Apakah kalian tuli, dimana Cassandra. Jawab dengan sejujurnya, atau aku akan memecatmu sekarang juga.." kembali suara mendominasi terdengar seperti mengancam dua pengawal itu.


"Maaf tuan muda.., kami sebenarnya tidak tahu apa yang terjadi semalam di dalam ruangan. Kami hanya melihat nona Cassandra berjalan tertatih dengan mengenakan pakaian tuan muda, dan berjalan sambil menangis meninggalkan Pent House. Ketika kami bermaksud untuk bertanya, dan mengantarkannya turun ke bawah, gadis itu malah mengancam kami akan terjun dari apartemen. begitu cerita tadi malam tuan muda.." dengan penuh rasa takut, pengawal itu akhirnya menceritakan apa yang terjadi tadi malam.


"What the ****..." Andreas Jonathan berteriak, kemudian laki-laki itu bergegas kembali masuk ke dalam ruangan.


Andreas Jonathan segera menyalakan laptop yang ada di dalam kamar tidurnya, kemudian menyambungkan koneksi ke CCTV yang ada dalam ruangan ini. Setelah tersambung, mulut laki-laki itu terbuka karena terkejut.


"Biadabnya aku ya Tuhan.." laki-laki itu ternganga melihat keberingasannya tadi malam. Andreas Jonathan sedikitpun tidak memberikan kesempatan pada Cassandra untuk melawan kepadanya. Dengan beringasnya. Andreas Jonathan menarik dan melucuti pakaian Cassandra sampai tidak mengenakan pakaian sama sekali. Gadis itu menangis dan berteriak, mencoba untuk melawan laki-laki itu, namun Cassandra kalah tenaga.


"Sandra.. please forgive me baby.." keluar gumaman dari mulut laki-laki itu, sambil terus menjambak rambut, dan menangkupkan kedua telapak tangannya di atas wajah.


"Aku harus bertanggung jawab, aku akan mencari Cassandra.." teringat dengan gadis itu, Andreas Jonathan segera beranjak dari posisi duduknya. Laki-laki itu segera berlari keluar menuju ke arah pintu lift. Dua pengawal yang berjaga, segera ikut berlari mengejar tuan mudanya.


"Lantai berapa tuan muda.." dengan rasa was was karena melihat ekspresi Andreas Jonathan, pengawal bertanya dengan hati-hati.


"Tujuh.." sahut Andreas Jonathan singkat. Laki-laki itu terus menutup wajah  dengan kedua telapak tangannya, dan kedua pengawal itu tidak berani untuk mengajak laki-laki itu berbicara.


Tidak lama kemudian, lift berhenti di lantai tujuh, tempat yang ingin tuan muda mereka datangi. begitu pintu lift terbuka, Andreas Jonathan langsung berlari menuju kamar tempat Cassandra tinggal. Laki-laki itu berkali-kali menekan bel, namun tidak ada yang membukakan pintu untuknya. Karena tidak ada jawaban, Andreas Jonathan menggedor-gedor pintu, berpikir jika gadis itu ada di dalam.


"Sabar tuan muda.., sebentar lagi customer service akan datang kesini untuk mengantarkan acces room. Kita bisa menunggunya beberapa saat." salah satu pengawal mencoba menenangkan CEO PT. Indotrex. Tbk itu.


"Cepat.., atau dobrak pintu ini segera.." Andreas Jonathan berteriak.


Merasa takut dengan gertakan tuan mudanya, kedua laki-laki itu mencoba mendobrak pintu masuk apartemen. namun,. pintu itu ternyata kokoh, keduanya tidak mampu membukanya tanpa menggunakan alat. Tiba-tiba seorang perempuan, customer service apartemen itu sudah tiba, dan dengan ketakutan menyerahkan kunci pada pengawal. Tidak menunggu lama, acces room segera di scan pada barcode yang ada di pintu, dan pintu kemudian terbuka lebar.


Andreas Jonathan segera merangsek masuk ke dalam ruangan Cassandra. Namun.. lagi-lagi laki-laki muda itu harus menelan kekecewaan. Andreas Jonathan tidak dapat menemukan keberadaan gadis yang sudah dinodainya itu di dalam ruangan. ketika laki-laki itu masuk ke kamar pribadi gadis itu, terlihat semua pakaian dan perlengkapan sudah dibawanya.


"Cassandra.... where are you now baby..." tidak diduga Andreas Jonathan berteriak, meraung mencari keberadaan Cassandra. Laki-laki itu merasa gagal, dan merasa telah menodai gadis polos yang sangat baik kepadanya.


"Tuan muda.. sadarlah tuan muda. Ada baiknya kita kembali ke Pent House, dan mengundang tuan Alexander untuk segera datang kesini tuan muda.." mendengar teriakan tuan mudanya, kedua pengawal mencoba menenangkan laki-laki itu.


Namun sedikitpun, Andreas Jonathan tidak bereaksi. Laki-laki itu malah merangsek masuk ke dalam kamar gadis itu, kemudian membaringkan tubuhnya dan memeluk guling dengan erat.


***********