
Mata Andreas Jonathan seperti tersihir, tanpa mempedulikan darah yang masih mengalir dari jalan lahir istrinya, laki-laki muda itu tanpa jijik segera memberikan pelukan pada istrinya, dan mengabaikan dokter yang akan memberikan tindakan lanjutan. Dokter dan timnya saling berpandangan, kemudian melihat keharuan itu, mereka membawa bayi Cassandra untuk dibersihkan, setelah dipotong tali pusarnya. Sampai beberapa saat kemudian..
"Tuan muda.. ijin untuk memberikan perawatan lanjutan pada istri tuan muda.. Apalagi tuan muda harus segera mengenakan tampon, karena begitu bayi lahir, maka nona muda akan memasuki masa nifas.." merasa khawatir mati rasa akan segera hilang, dokter menginterupsi komunikasi Andreas Jonathan dan Cassandra.
Andreas Jonathan tersadarkan, dan perlahan laki-laki muda itu mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Cassandra. Barulah laki-laki itu menyadari jika darah belepotan di tubuh istrinya, dan beberapa mengenai pakaian atasnya sendiri. Cassandra juga menyadari hal tersebut...
"Kak Andre.. mandilah dan ganti pakaian sebentar. Masak dengan penampilan seperti ini, kak Andre akan mengadzani telinga putra kita. Mandilah dulu.. Cassandra akan ditangani dokter, dan akan dibersihkan juga oleh perawat.." dengan suara lirih karena masih lemas, Cassandra meminta suaminya untuk membersihkan diri.
Komunikasi pasangan suami istri itu membuat dokter itu tertegun, dan beberapa perawat yang melihat, sangat terharu dan berharap merekapun juga mendapatkan perlakuan yang sama dari pasangan hidup mereka. Andreas Jonathan kemudian menundukkan wajah ke bawah, kemudian memberikan kecupan di kening istrinya.
"Terima kasih honey... sudah memberikanku lagi jagoan yang pintar. Terima kasih.." dengan suara tertahan, Andreas Jonathan mengucapkan terima kasih.
Cassandra tersenyum dan menganggukkan kepala, kemudian dengan isyarat tangan meminta suaminya segera membersihkan dirinya, Tanpa banyak penolakan, Andreas Jonathan kemudian membalikkan badan untuk masuk ke ruang keluarga yang disiapkan untuk keluarga pendamping pasien.
"Nona muda.. saya dan tim mengucapkan selamat ya, atas kerja keras dari nona muda Cassandra melahirkan bayi. Kami mengapresiasi semangat nona muda untuk melahirkan secara normal.." dokter mengulurkan tangan mengajak perempuan muda itu untuk berjabat tangan. Dengan lemah, Cassandra mengangkat tangan dan menerima uluran tangan tersebut.
"Kami akan memberikan jahitan sedikit pada sobekan kecil pada jalan lahir bayi nona muda, agar nanti suami anda Tuan muda Andreas Jonathan tidak memprotes dan asing dengan sesuatu yang memberikan kenikmatan duniawinya.." dokter mencoba mengajak perempuan muda yang masih terlihat lemah itu bercanda.
"Wah dokter ini ternyata suka bercanda ya.." Cassandra menanggapi omongan dengan dokter pendampingnya. Para perawat hanya senyum-senyum melihat komunikasi mereka. Dokter terus mengajak perempuan muda itu berbicara tentang banyak hal, sampai akhirnya..
"Finished... nona muda untuk perawatan luka, kita harapkan begitu nona muda keluar dari rumah sakit, luka tersebut sudah kering, Dan tidak akan pencabutan ulang benang yang digunakan, karena benang akan langsung menyatu dengan dagingnya.." dokter tersenyum dan kembali membereskan peralatan setelah melepas sarung tangannya.
"Sudah selesai dokter.., kapan dokter melakukannya..?" Cassandra terkejut, karena tidak merasakan apapun, dan tiba-tiba dokter mengatakan jika dirinya sudah selesai.
"Saat kita berbincang tadi, sebenarnya saya sambil menjahit jalan lahir, selamat beristirahat, dan perawat akan segera membersihkan nona muda. Jadi ketika bayi sudah bersih, anda dan tuan muda juga dalam keadaan bersih. Ijin untuk meninggalkan kamar perawatan ini.." setelah melihat Cassandra menganggukkan kepala, barulah dokter pendamping keluar dari kamar perawatan. Begitu dokter keluar, para perawat kemudian membantu Cassandra untuk membersihkan dirinya.
**********
"Putra kita sangat menikmati suara adzan dan Iqamah yang kakak perdengarkan. Semoga putra kita terlahir menjadi putra-putra yang shaleh kak... " Cassandra mengapresiasi apa yang dilakukan oleh suaminya.
"Iya honey... terima kasih atas semua kebahagiaan ini.. Putra kita ingin dekat dengan mommy nya.." Andreas Jonathan yang tampak sudah piawai menggendong bayi, mendekatkan putra kedua mereka ke dada Cassandra. Begitu menyentuh kulit mommy nya, sepertinya sang bayi mencium sesuatu dari perempuan itu, dan mulut bayi bergerak-gerak.
"Suster.. apakah saya bisa berlatih untuk memberikan ASI pada putra saya. Sepertinya dia terlihat lapar.." sebelum memutuskan untuk memberikan ASI, Cassandra bertanya terlebih dulu pada perawat yang selalu mendampinginya.
"Apakah nona muda sudah kembali fit, dikhawatirkan karena proses melahirkan tadi, nona muda masih belum memiliki tenaga untuk memberikan ASI. Rencana besok pagi baru akan kita uji cobakan pada nona muda.." suster dengan khawatir berkata pada perempuan muda itu.
"Tidak suster.., saya akan melakukannya sekarang juga. Lagian ini bukan hal yang pertama untuk saya, karena saya sudah memiliki putra pertama.." Cassandra dengan dibantu oleh suaminya segera duduk dan bersandar pada sandaran bed. Sambil menggendong bayi mereka, Andreas Jonathan mengambilkan bantal dan mengganjal punggung istrinya dengan bantal tersebut.
Tidak menunggu lama, dengan piawai Cassandra sudah menggendong bayinya dengan penuh kasih sayang. Tampak aura keibuan muncul dari wajah perempuan muda itu, dan kekhawatiran yang dirasakan perawat tidak terbukti. Terlihat dengan lahapnya, bayi yang baru terlahir itu meminum ASI dari mommy nya. Dengan mata berkaca-kaca, Andreas Jonathan menyaksikan hal yang menakjubkan itu.
"Ternyata putra kita benar-benar lahap honey.. rupanya dia sangat kehausan.." sambil tersenyum Andreas Jonathan melihat interaksi bayi yang baru terlahir itu dengan istrinya.
"Hmm..." Cassandra memainkan rambut tebal dari putra keduanya, dan terus tersenyum menatapnya dengan tidak percaya. Baru beberapa jam yang lalu, dirinya menahan sakit dan berjuang untuk melahirkan putranya. Saat ini, dengan nyaman bayi itu sedang berada dalam gendongan dan tengah menikmati ASI darinya.
"Altezz pasti sangat senang dan bahagia jika tahu adiknya sudah terlahir. Besok aku akan meminta Alexander dan Stevie untuk membawa Altezz kemari. Kata Alex, malam ini mama Sheilla dan papa Wijaya berada di mansion untuk menemani putra kit. Stevie mendesak Alex untuk membawanya kemari, tetapi melihat kondisi ngidam istrinya, ALex melarang keras untuk datang kemari malam ini." Andreas Jonathan bercerita tentang putra pertama mereka.
"Iya kak... kita semua wajib bersyukur. Dapat berkumpul di negara Swiss ini dalam keadaan semua bahagia, dan tidak ada lagi dendam yang mengintai kita semuanya. Alhamdulillah, semuanya bisa berakhir dengan damai dan indah.." Cassandra menanggapi sambil melihat ke wajah suaminya.
"Semua karenamu honey.. terima kasih sudah mau menjadi pendamping hidupku, penyeimbang nyawaku.." dengan penuh haru, Andreas Jonathan berdiri dan memberikan ciuman di kening istrinya.
***********