CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 184 Berlaku Romantis



Pagi harinya


Andreas Jonathan meluangkan waktu di pagi hari untuk menemani istrinya Cassandra, dan Altezza berjalan-jalan di sekitar tempat tinggalnya. Laki-laki muda itu berniat akan kembali menuju ke Indonesia, dan meninggalkan istri juga putranya nanti pada waktu tengah malam. Waktu itu dipilihnya, karena lalu lintas pada jam segitu baik di darat maupun di udara relatif lebih sepi, sehingga tidak akan terkendala delay ataupun kemacetan. Cassandra sudah memberinya ijin untuk kembali secepatnya, untuk segera mendampingi pernikahan Stevie dan Alexander, juga membereskan urusan perusahaan lainnya.


"Honey.. lihatlah salju di atas puncak gunung itu..! Itu merupakan pegunungan Uetliberg, yang merupakan sebuah gunung yang terletak di dataran tinggi Swiss. Jika honey mau, kapan-kapan kalau aku sudah kembali ke negara ini kembali, aku akan mengantar dan menemani melakukan hiking di pegunungan tersebut. Tetapi, kita harus mempersiapkan baju hangat agar bisa bertahan dalam kedinginan di puncak gunung tersebut." Andreas Jonathan menunjuk puncak gunung yang terlihat dari jalanan di depan rumah mereka.


"Benarkah kak Andre.., Sandra pasti akan menunggu berita baik itu kak. Kita juga bisa mengajak Altezz, bagaimana sedini mungkin kita akan kenalkan padanya bagaimana bersahabat dan berdamai dengan alam sekitar, dan lingkungannya. Pasti putra kita akan sangat bahagia kak Andre.., benarkah demikian Altezz..." Cassandra memegang kedua pipi tembem putranya.


"Mmmm... apa momm... mommy cara apa...?" dengan polosnya Altezz menatap mata mommy nya.


"Hmm... Altezz mau jalan-jalan ke atas puncak gunung disana itu. Jika mau, papa akan mengajak kita kesana sayang, maukah Altezz..." sambil tersenyum, Cassandra mengajak berkomunikasi pada putranya. Andreas Jonathan tersenyum melihat kepolosan Altezza.


"Mau momm... mau.. kapan momm..." Altezza langsung mengejar pada Cassandra kapan akan menuju ke tempat itu.


"Ha.. ha.. ha.., kejar terus mommy jagoan papa..." Andreas Jonathan tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata Altezza.


"Tidak dalam waktu dekat ini sayang..., kita tunggu papa ya. Karena papa akan kembali untuk bertemu dengan opa, dan juga oma serta aunty Stevie, uncle Alexander. Setelah papa kembali kesini, barulah kita akan melakukan perjalanan jauh ke gunung itu.." Cassandra mencoba memberi pengertian pada putranya.


Altezza kecil mengangguk-anggukkan kepala, seperti memahami apa yang dikatakan sama mommy nya. Andreas Jonathan tiba-tiba melihat ada florist yang menjual berbagai bunga segar. Tiba-tiba muncul keinginan laki-laki itu, untuk membelikan bunga untuk istrinya. Andreas Jonathan sangat paham, jika Cassandra sangat menyukai bunga mawar, apapun warnanya.


"Honey.. tunggu sebentar ya, jaga Altezza sebentar.." Andreas Jonathan meminta ijin pada Cassandra, dan belum terdengar jawaban dari istrinya, anak muda itu sudah berlari meninggalkan istri dan juga putranya.


"Altezz.. kita lihat kupu-kupu yukk.. Lihatlah di taman bunga kecil itu, banyak kupu-kupu yang hinggap di tanaman bunga. Kita kesana, dan mengenali jenis kupu-kupu apa itu..." melihat taman bunga yang banyak bunga bermekaran di dalamnya, dan kebetulan baru banyak kupu-kupu, Cassandra mengajak putranya.


Dengan digandeng tangan oleh mommy nya, Altezza berjalan menuju ke taman bunga kecil itu. Anak kecil itu mencoba melepaskan pegangan tangan mommy nya, dan berlari untuk mengejar kupu-kupu yang langsung terbang, melihat kedatangan anak kecil itu. Cassandra tersenyum, hanya melihati dan mengawasi putranya dari tempatnya berdiri saat ini. Perempuan muda itu sengaja membiarkan anaknya bereksplorasi dan mencari pengalaman sendiri, yang merupakan hal yang jarang untuk bisa dilakukannya di kota Jakarta.


"Mommy... kupu terbang momm..., Tezz tidak bisa mengejarnya momm.." terdengar teriakan Altezza. Cassandra tersenyum kemudian mendatangi putranya.


Altezza seperti terlihat bingung, dan menatap ke wajah mommy nya. Cassandra tersenyum dan menganggukkan kepala, dan tidak meninggalkan putranya sendiri. Perempuan muda itu sadar, jika saat ini putranya sedang membutuhkan pendampingan, dan belajar tentang alam sekitarnya.


"Mommy.. kesana yukk..." melihat ada sungai kecil mengalir, dengan batu-batuan indah di dalamnya, Altezza mengajak mommy nya ke tempat itu.


"Kita lihat dari atas saja ya sayang, karena airnya sangat dingin, mommy dan Altezz tidak kuat jika harus turun ke sungai. Kita biarkan ikan-ikan kecil berenang di dalamnya.." Cassandra segera kembali menggandeng tangan Altezza, kemudian mengajak anak kecil itu ke pinggir sungai kecil. Ikan-ikan kecil yang berenang tampak menarik mata Altezza, tetapi ternyata anak kecil itu patuh dengan kata-kata yang diucapkan oleh mommy nya. Altezza hanya melihat ikan-ikan yang berenang itu dari atas, di samping mommy nya duduk.


Beberapa saat, mommy dan putranya itu duduk di pinggir kali kecil. Keduanya tidak sadar, jika papa ALtezza sudah datang dan berjalan ke arah mereka. Di belakang tubuh laki-laki itu, ada buket bunga mawar beraneka warna yang tersusun indah dalam sebuah buket yang dipesan khusus oleh Andreas Jonathan. Laki-laki itu merasa, jika sudah lama tidak melakukan hal romantis pada istrinya itu, dan baru terpikirkan tadi ketika melihat ada penyetor bunga menyerahkan bunga ke florist yang tidak jauh dari mereka berada.


"Honey... Altezz.., kalian sedang melihat apa sayang.. Masak papa berdiri di tempat ini sejak tadi, dicuekin oleh kalian berdua. Papa bisa ngambek lho nantinya.." dari belakang terdengar suara Andreas Jonathan yang pura-pura melakukan protes.


"Altezz.. ada papa tuh.. Kita datengin yukk, nanti kalau papa marah, tidak asyik dong.." mendengar suara suaminya, Cassandra mengajak Altezza untuk berdiri.


"Baik momm... kita samperin papa.." dengan nada cadel, Altezza menanggapi kata-kata mommy nya.


Pasangan mommy dan putranya itu segera berdiri, dan membalikkan badan. Cassandra tersenyum, tapi bingung karena melihat kedua tangan suaminya berada di belakang punggungnya, dan tampak sedang memegangi sesuatu.


"Papa bawa apaan..?" dengan polosnya, Altezza bertanya pada papanya.


"Wah ternyata putra papa sangat teliti.. Papa bawa sesuatu untuk mommy sayang, ayuk bantu papa menyerahkannya pada mommy. Biar mommy kita hatinya senang sayang..." tangan kiri Andreas Jonathan melambai memanggil ALtezza, dan anak kecil itu berlari menghampiri papanya.


Senyuman lepas muncul dari bibir Andreas Jonathan melihat kepolosan putranya. Setelah anak kecil itu sudah sampai di depannya, satu tangan laki-laki muda itu mengangkat tubuh Altezza dan membawanya ke dalam gendongannya.


"Kita sama-sama hampiri mommy ya sayang.." Andreas Jonathan kemudian berjalan menghampiri istrinya Cassandra. Laki-laki memindahkan bunga ke depan, dan dengan satu tangannya menyerahkan buket  bunga mawar itu pada istrinya.


*********