
Dengan ditemani Alexander, Stevie duduk menghadap Cassandra yang masih tampak terlihat marah. Kemarahan kakak iparnya itu bukan karena adik iparnya menjalin hubungan dengan Alexander, asisten pribadi suaminya, namun karena mereka belum menikah tetapi sudah berada dalam satu kamar yang sama. Cassandra tidak mau, kesalahan fatal yang pernah dialaminya, juga dialami oleh adik iparnya.
"Benar kak.. tadi malam Stevie hanya kasihan pada kak Alex. Hotel ini full occupancy, jika kak Sandra tidak percaya, kakak bisa menanyakan pada petugas banquet, atau di receptionis. Jadi bukan kesengajaan kami, untuk bisa tidur dalam satu kamar berdua. Itupun kami berbeda tempat kak Sandra, tadi malam kak Alex tidur di atas sofa, tidak menjadi satu dengan Stevie di atas ranjang.." Stevie berusaha membuat penjelasan.
"Stevie.. aku tidak akan pernah mempermasalahkan dengan siapa kamu akan bersama. Tapi tunggu sampai kamu melakukan pernikahan dengan seseorang, baru membawa seorang laki-laki untuk masuk ke dalam kamarmu. Malam tadi kamu mungkin merasa masih bisa selamat, tapi apakah kamu bisa memastikan untuk di malam-malam yang lainnya. Kaum perempuanlah yang akan merasa rugi Stevie.. aku harap kamu bisa memahami kata-kataku.." merasa bertanggung jawab dengan apa yang akan terjadi pada adik iparnya, Cassandra memberikan masehat pada gadis itu.
"Iya kak.. Stevie paham." ucap Stevie lirih sambil menundukkan wajahnya ke bawah.
"Dan untuk kak Alex.., Sandra harap kak Alex bisa ikut menjaga harga diri dan kehormatan Stevie. Meskipun Stevie tidak lahir dan besar di negara ini, tapi paling tidak ada nilai-nilai sebagai warga negara Indonesia yang mengalir dalam tubuhnya. Kita harus menjaganya bersama-sama.." tidak hanya Stevie, ternyata Alexander juga ikut mendapatkan petuah dari gadis itu.
Alexander terdiam, dan laki-laki itu tidak menyangka akan mendapatkan peringatan dari nona mudanya. Semula Alexander melihat tidak akan mau, gadis itu memberinya nasehat, ternyata untuk mendirikan harga diri keluarga suaminya, Cassandra melakukannya.
"Baik nona muda.. aku tidak akan melakukannya lagi. Untuk nanti malam, aku akan menginap di hotel lain, karena sampai besok hotel ini memang benar full occupancy. Bukan hanya aku yang tidak mendapatkan jatah kamar, sepertinya tuan besar juga mengalaminya. Dan aku tidak tahu, bahkan para pengawal juga tidak ada yang mengetahuinya, ada dimana tuan besar Wijaya sekarang menginap." Alexander membuat penjelasan.
"Syukurlah kak Alex dengan cepat menangkap maksud dari kata-kata Sandra. Dan sepertinya tidak akan menjadi alasan untuk seorang Tuan Alexander wakil CEO PT. Indotrex Tbk, tidak bisa mendapatkan kamar di hotel ini. Bisa-bisa CEO hotel akan bertindak, dan memecar general managernya.." dengan bahasa sarkasme, Cassandra menyindir asisten pribadi suaminya itu.
"Ampun nona muda.." sahut Alexander sambil cengar-cengir.
"Oh ya Stevie.. aku dan kakakmu akan mengajak Altezza akan berkunjung ke tempat mamaku di Kalasan. Aku tidak memaksamu, jika akan ikut aku tunggu di lobby hotel, Namun.. jika kamu ada acara sendiri, maka silakan kamu pergi sendiri, aku tidak akan memaksamu untuk pergi bersama kami.." beberapa saat kemudian, Cassandra menawarkan pada adik iparnya.
"Ikut dong kak.., Stevie kan belum mengenal tempat ini kak.. Kemarin Stevie browsing, banyak objek wisata tidak jauh dari wilayah Kalasan. Ada Abhaya Giri, Candi Boko, Candi Prambanan, Suwatu dan Obelix. Stevie ingin ikut kesana kak.." dengan cepat gadis itu merespon tawaran kakak iparnya,
"Kakak mau bersilaturahmi dan mengunjungi mama Stevie.., bukan untuk travelling. Jika kamu menginginkan travelling, ajak kak Alex.. minta dia untuk menemanimu.." Cassandra dengan cepat mengalihkan permintaan Stevie pada laki-laki itu.
"Siap nona muda.. segera bersiap Stevie.., aku akan mengantarmu.." dengan cepat Alexander menyuruh Stevie untuk bersiap.
********
"Apakah kamu memberi tahu pada mama honey, jika kita akan datang berkunjung.." sambil memainkan anak rambut istrinya, Andreas Jonathan bertanya pada Cassandra.
"Tidak kak, Sandra takut akan merepotkan mama. Di usianya sekarang, mama harus lebih banyak beristirahat, dan tidak boleh kemrungsung." sambil menatap mata suaminya, Cassandra menanggapi perkataan suaminya.
"Bagus honey.. kita tidak akan merepotkan mama. Pasti Alexander sudah menyiapkan oleh-oleh untuk dibawa ke rumah mama." sahut Andreas Jonathan.
"Iya kak.., tadi Sandra lihat sendiri. Kak Alex sudah membuat pengaturan di mobil yang membawa papa dan mama, sebelum tadi kak Alex pergi dengan Stevie. By the way.. apakah kak Andre tidak khawatir dengan hubungan antara Stevie dan kak Alex.. kak. Bagaimana jika mereka kita paksa untuk menikah saja segera, agar tidak terjadi sesuatu yang buruk pada hubungan mereka." tiba-tiba Cassandra memancing hubungan antara Alexander dan Stevie, dan ingin mengetahui bagaimana respon suaminya.
"Jangan terlalu banyak berpikir honey, Alex dan Stevie.. sudah sama-sama dewasa. Mereka pasti sudah memikirkan bagaimana hubungan antara keduanya, apakah hanya saling menjajagi, hanya berteman, atau sudah memutuskan untuk menikah." tidak diduga, ternyata Andreas Jonathan terlihat pasif menanggapi hubungan antara adik kandung dengan wakil CEO nya.
"Bukan begitu maksud Sandra kak.. karena kita ini sebagai orang yang dituakan. Kita harus ikut mencegah agar tidak terjadi hal-hal buruk dalam hubungan keduanya. Begitu maksud Sandra kak.." Cassandra berusaha menjelaskan maksud dari kata-katanya.
Tiba-tiba Andreas Jonathan menundukkan wajahnya ke bawah, dan tanpa bisa dicegah bibir laki-laki itu memagut bibir merah Cassandra. Gadis itu tidak bisa menghindar, ketika lidah Andreas Jonathan sudah menerobos masuk ke dalam mulutnya.
"Masih ada papa dan mama honey.. apakah kamu lupa. Biarkan papa dan mama yang mengurus Stevie, karena itu masih menjadi tugas mereka. Kita hanya akan menjadi pengamat atau penggembira saja. Dan apakah honey meragukan Alexander. laki-laki itu akan cukup bertanggung jawab, jika sampai dia membuat kerugian pada adikku Stevie.." sambil tersenyum dan mengerling, Andreas Jonathan menanggapi kekhawatiran istrinya.
Wajah Cassandra sudah berubah menjadi merah padam, karena di depan suster Rossana dan driver yang baru kali ini bertemu dengannya, tidak mengenal malu, suaminya telah memberinya ciuman.
"Jangan terlalu khawatir honey, Alex sudah secara langsung memintaku untuk melepaskan Stevie untuknya. Hanya saja, Stevie masih meragukan keseriusan laki-laki itu untuk meminangnya. Semoga saja, satu persatu masalah keluarga kita akan cepat terselesaikan." melihat keraguan di wajah istrinya, akhirnya Andreas Jonathan memberi penjelasan pada istrinya.
**********