
Herlambang menatap wajah Alexander ketika mendengar kata-kata yang diucapkan oleh laki-laki muda itu, tetapi tidak lama kemudian Herlambang kembali menundukkan wajahnya ke bawah. Bukannya tidak mau melupakan dan memupus perasaannya pada Cassandra, tetapi memang gadis muda itu memiliki porsi tersendiri di hati anak muda itu. Bahkan Miss Cathy yang sudah menjalin kedekatan kepadanya akhir-akhir ini, tidak mampu mengalihkan perhatiannya dari cassandra. Dan untungnya Miss Cathy maklum, dan tidak mencemburuinya.
"Herlam.. kenapa kamu malah melamun. Bagaimana hubunganmu dengan Miss Cathy.., ingat jangan terlalu lama untuk menunda sebuah komitmen. Jika memang kamu yakin, Miss Cathy akan menjadi perempuan baik yang dapat menemanimu di masa depan, segeralah lamar perempuan itu. Aku yakin, sebenarnya Miss Cathy saat ini sedang menunggu kepastian darimu. tunjukkan sikap jantanmu Herlambang...!" kembali Alexander mengulang pertanyaannya.
Herlambang mengambil nafas dalam, kemudian..
"Hubungan kami baik-baik dan aman saja tuan Alex.. Hanya saja, aku masih memiliki keraguan, apakah pada akhirnya perempuan itu yang akan menjadi pelabuhan terakhir bagiku. Sepertinya terlalu dini, jika aku memutuskan untuk melamar Miss Cathy, karena aku sendiri masih ragu dengan perasaanku.." Herlambang berucap lirih.
"Hmm... itu semua urusanmu Herlambang. Mungkin menjadi hal yang rumit untukmu, tetapi aku dengar lebih baik menikah dengan orang yang benar-benar mencintai kita, daripada kita yang mengejar dan cinta mati untuknya. AKu yakin.. kamu bisa mencari alasan dari apa yang aku ucapkan. Tetaplah semangat, dan jangan terlalu lama untuk menunda perasaanmu.." Alexander menepuk pundak Herlambang.
Anak muda itu terlihat masih ragu, meskipun sudah banyak kata-kata yang diucapkan tuan Alexander untuknya. Entah mengapa, Herlambang memang belum bisa mematikan atau mengalihkan pikirannya dari Cassandra. Padahal, merupakan kemustahilan baginya untuk berharap pada gadis muda itu. Karena suami yang sudah menikahinya, dan anggota keluarga yang menjaga dan menyayanginya sangat sulit untuk ditembus. Beberapa saat, laki-laki muda itu masih mengembara dalam kebimbangan, hingga akhirnya..
"Sepertinya yang semua tuan Alex katakan pada saya, bisa saya ambil kesimpulannya tuan.. Mungkin saya akan mulai mengajak bicara Miss Cathy.., karena jujur.., saya sendiri masih ragu apakah Miss Cathy itu betul-betul cinta pada saya, ataukah hanya menjadikan saya sebagai pelampiasan saja untuk kisah cintanya.." ucap herlambang lirih.
"Hmm.. benar sekali Herlambang, memang perlu untuk kita meyakinkan, apakah perempuan yang akan mendampingi kita sampai akhir hidup itu benar-benar merupakan pelabuhan terakhir kita. Tetap semangat, dan jangan pantang menyerah. Dan karena masih banyak aktivitas lain yang harus aku selesaikan, aku harap kamu segera keluar dari ruanganku ya. Nanti malam aku sudah harus meninggalkan negara ini untuk berbulan madu dengan istriku.." merasa sudah beberapa saat mereka menghabiskan waktu untuk bicara, akhirnya Alexander meminta Herlambang untuk meninggalkannya.
"Baiklah tuan Alex, saya akan mencoba apa yang sudah tuan Alex katakan pada saya. Terima kasih sudah banyak memberikan banyak advice untuk saya, dan mohon maaf juga sudah mengganggu waktunya." akhirnya sambil tersenyum malu, Herlambang berpamitan keluar,
Anak muda itu segera berdiri dan berjalan menuju pintu keluar ruangan, dan Alexander hanya tersenyum menatap punggung anak muda itu yang berjalan meninggalkannya.
"Anak muda yang betul-betul pekerja keras, dan terlalu hati-hati dalam menetapkan sebuah pilihan.." guman Alexander lirih.
*******
Inter Laken
Edward sedang menunggu Cassandra dan Andreas Jonathan di ruang tengah. Anak muda itu akan berpamitan untuk meninggalkan Inter Laken dan akan kembali beraktivitas dengan keluarganya. Alasan itu dipilihnya karena melihat jika suami dari gadis yang dicintainya itu, terus berada di mansion itu untuk menemani istrinya. Tidak ada alasan lain bagi Edward untuk bertahan di mansion itu, karena Altezza yang selama ini dijadikan alasan karena kedekatan mereka, lebih banyak berinteraksi dengan papanya.
"Baru beberapa menit saja Miss Sandra aku duduk disini.. By the way.., ada dimana Altezz, kenapa aku tidak melihat anak kecil itu disini bersamamu.." Edward menjawab pertanyaan Cassandra, dan malah balik bertanya tentang Altezza.
"Putraku sedang istirahat di kamarnya Edward.. dengan ditemani suster Rosanna. Untuk apa kamu meminta waktu untuk bertemu dengan kami..?" Andreas Jonathan seperti tidak memberikan kesempatan untuk laki-laki muda itu terlalu banyak berinteraksi dengan istrinya.
"Begini tuan muda Andreas.., karena sudah beberapa saat saya bertempat tinggal disini, hari ini saya ijin ingin kembali pada keluarga saya. Tidak bijak rasanya terlalu lama disini, karena pasti akan merepotkan Miss Sandra dan keluarga semuanya. Jika tuan muda Andre dan miss Sandra berkenan, keluarga saya akan mengirimkan sesuatu sebagai ucapan terima kasih telah merawat dan menampung saya di rumah ini.." dengan lancar, Edward segera berpamitan.
"Altezz pasti akan kehilangan teman bermain Edward, tetapi kami tidak akan menahanmu disini. Kembalilah pada keluargamu, sampaikan salam kenal dari kami.." tanpa bisa ditahan oleh suaminya, Cassandra memberi tanggapan pada anak muda itu.
"Sampaikan salam untuk raja dari Kerajaan Liechtenstein.. Edward. Aku harap kamu mengenal baik dengan mereka.." tidak diduga, dengan nada sarkasme Andreas Jonathan menyindir Edward.
Anak muda itu menjadi tidak banyak berkutik mendengar sindiran dari Andreas Jonathan, karena laki-laki tampan suami Cassandra itu, ternyata bisa dengan cepat mengendus identitas yang sudah disembunyikannya selama ini.
"Bagaimana kak Andre tahu.. jika Edward mengenal raja dari Kerajaan Liechtenstein?" dengan polos, Cassandra bertanya pada suaminya,
"Aku beberapa kali berkunjung ke negara itu honey, karena menawarkan hasil produk. Meskipun Kerajaan Liechtenstein merupakan kerajaan berbentuk monarkhi kecil, tetapi saat ini sebagai salah satu pengimpor besar, dari produk yang dihasilkan oleh perusahaan kita. Tidak salah bukan jika suamimu ini mengenal rajanya.." masih dengan menatap Edward, Andreas Jonathan menanggapi pertanyaan istrinya.
"Akan saya sampaikan jika saya bisa berjumpa dengan mereka tuan Andre. Mungkin tidak akan lama, saya berada di tempat ini, jadi saya mohon pamit sekarang.." merasa khawatir jika laki-laki tampan itu semakin jauh menguliti identitasnya, Edward segera berpamitan.
Cassandra hanya tersenyum dan mengagumi relasi yang dimiliki oleh suaminya. Karena terkesan Edward tergesa-gesa untuk keluar dari ruang tengah itu, akhirnya perempuan muda itu mengajak suaminya untuk mengikuti dan mengantarkan Edward keluar dari mansion itu,
"Miss Sandra.. tidak perlu mengantarkanku sampai di depan. Cukup disini saja.." tetapi melihat gelagat dari perempuan muda itu, Edward dengan tegas melarang Cassandra untuk mengikutinya, Andreas Jonathan hanya tersenyum melihat hal itu.
*********