
Dengan menahan rasa jengkel dan emosi, Alexander berjalan mendekati Stevie. Tanpa bicara apapun, laki-laki muda itu langsung memeluk istrinya dan memberikan ciuman mesra pada gadis muda itu. Mata Smith terbelalak, tetapi laki-laki itu tidak bisa berbuat apapun, karena Stevie tidak keberatan dan membalas pelukan serta ciuman dari Alexander. Beberapa saat kemudian, Alexander langsung membantu istrinya berdiri dan masih memeluk bahu gadis muda itu, laki-laki itu mengajak istrinya berpindah dari tempat itu.
"Smith... aku duluan ya, Ini suamiku.." merasa pembicaraannya dengan Smith terpotong karena kedatangan suaminya, Stevie berpamitan dengan laki-laki itu.
Mendengar hal itu, mata Alexander menjadi berkilat melihat istrinya berinteraksi dengan laki-laki lain. Tanpa bicara, Alexander segera membawa istrinya ke arah mobil yang diparkirkan di depan lobby, karena laki-laki itu mengambil valley untuk parkir mobil.
"Kak Alex... please, apa kita tidak mencari makanan untuk mengisi perut dulu, atau sekedar jalan-jalanlah ke pusat perbelanjaan sekedar untuk relaksasi." masih belum menyadari sikap suaminya, Stevie mengajak suaminya untuk berkeliling terlebih dahulu.
Namun tidak terdengar respon dari suaminya, Alexander langsung membawa Stevie menuju ke arah mobil, dan begitu pintu mobil terbuka, laki-laki itu langsung mengangkat Stevie, serta memasukkannnya ke dalam mobil. Sesaat Stevie baru tersadar jika suaminya sedang mengalami cemburu padanya. Gadis muda itu akhirnya terdiam, tidak berani bersuara. Beberapa saat kemudian...
"Mudah sekali kamu menjalin pembicaraan dengan laki-laki lain, ketika suamimu sedang mencari barang untuk kebutuhanmu.. Itu memang sikap yang kamu bawa dari Singapura, atau karena pergaulan masa sebelum ditemukan oleh kak Andre.." tiba-tiba kata-kata Alexander seperti menampar wajah Stevie. Kata-kata itu seperti memberikan penghinaan kepadanya.
"Apa maksud kak Alex membawa masa-masaku selama di Singapura, apakah menurut kakak, aku ini perempuan yang serendah-rendahnya. Mudah sekali mulut kak Alex, mengeluarkan kata-kata itu.." dengan wajah marah, Stevie menanggapi perkataan suaminya.
"Hmm.. masih tidak sadar diri juga Stevie.. jaga mata, jaga pandanganmu. Tidak malah ganjen dengan laki-laki lain, di saat suaminya sedang memenuhi kebutuhannya." tidak ada yang mau mengalah, ALexander malah memberikan jawaban yang sengit, Sambil mengemudi, laki-laki itu terus menginjak pedal gas, bahkan seperti tanpa mengerem sama sekali.
"Hentikan di jalan kak.., aku masih muda, masa depanku masih panjang. Aku tidak mau berada dalam satu mobil, dengan laki-laki sumbu pendek, yang mudah tersulut emosi tanpa bertanya atau mendengarkan pembicaraan dari lawan bicaranya. Jika tahu, akan begini menikah denganmu .., lebih baik aku membatalkannya dari dulu. Ternyata aku tertipu dengan casing..." merasa terpancing, Stevie tidak mau diam. Kata-kata yang keluar dari bibirnya malah semakin membakar keadaan,
"Licin sekali lidahmu Stevie...." tiba-tiba Alexander menginjak rem mobil, dan menepikan mobilnya di pinggir jalan tanpa peringatan, sampai Stevie hampir terbentur kaca mobil di depannya. Air bag sampai keluar.
Begitu mobil berhenti, satu tangan Alexander menurunkan sandaran kursi mobil yang diduduki istrinya. Kemudian laki-laki itu dengan wajah beringas, mengisyaratkan kemarahan menarik tubuh Stevie di kursi belakang. Tanpa melihat tempat, laki-laki itu menarik pakaian yang ada di tubuh istrinya, dan pakaian Stevie sobek. Gadis itu tidak meronta, karena melihat kemarahan suaminya, dan ketika mereka beradu pandang, tiba-tiba saja Stevie merasa ngeri, Laki-laki itu seperti orang yang sedang kesetanan, dan tidak menunggu pakaian Stevie sudah terlolos dari tubuhnya.
"Aaaakkh... sakit..." beberapa saat kemudian, Stevie menjerit lirih. Laki-laki di atasnya tidak mempedulikan rintih kesakitan istrinya, malah seakan menikmati tubuh istrinya dengan penuh kenikmatan. Stevie menutup wajahnya dengan menggunakan kedua tangannya, meskipun dirinya dan Alexander pasangan suami istri, tetapi melakukan hubungan suami istri di pinggir jalan seperti itu, membuat harga dirinya merasa direndahkan. Tetapi tidak ada kata-kata yang keluar dari bibir perempuan muda itu, hanya rintih perih dan kesakitan yang keluar dari mulutnya. Namun Alexander mengabaikannya, atau mungkin malah mengira jika istrinya merintih kenikmatan.
**********
Begitu sampai di mansion Andreas Jonathan, menyadari pakaian istrinya sudah tidak mungkin lagi dikenakan, Alexander menarik lipatan pashmina yang kebetulan ada di dalam mobil itu. Tanpa bicara, laki-laki muda itu kemudian menggulung pashmina itu di tubuh bagian atas istrinya, kemudian tidak lama kemudian, tubuh Stevie sudah berada dalam gendongannya. Tanpa melihat ke sekeliling, Alexander membawa tubuh Stevie masuk ke dalam mansion, bahkan ketika laki-laki muda itu berpapasan dengan Cassandra, Alexander tidak menyapanya.
"Kak Andre.. ada apa dengan kak Alex dan Stevie.. Aku melihat ada sesuatu yang terjadi dalam hubungan mereka," merasa khawatir dengan Stevie, Cassandra bertanya pada suaminya,
Andreas Jonathan yang sedang melihat ke arah gadget yang ada di tangannya, kemudian meletakkan gadget tersebut, dan menatap ke wajah istrinya yang tampak penasaran.
"Duduklah dulu honey.., apa yang honey tanyakan tadi. Aku tidak begitu mendengarnya.." Andreas Jonathan menyuruh istrinya Cassandra untuk duduk di sampingnya. Laki-laki itu menepuk sebelahnya, dan Cassandra segera menghampiri laki-laki itu kemudian duduk di sebelahnya.
"Barusan Sandra berpapasan dengan kak Alex yang sedang menggendong Stevie masuk ke dalam mansion. Tetapi Sandra tidak tahu keadaan Stevie, karena gadis itu menyembunyikan wajahnya di dada kak Alex. Tatapan mata kak Alex tampak berbeda, bahkan laki-laki itu sedikitpun tidak membalas sapaan Sandra, malah menatap Sandra dengan mata merah.." Cassandra menceritakan apa yang baru saja dilihatnya.
Tidak diduga, Andreas Jonathan malah tersenyum kemudian memberikan kecupan di kening perempuan yang duduk di sebelahnya itu.
"Honey.. abaikan saja mereka. Itu pasti tatapan cemburu Alex.., dan karena belum lama saling mengenal, Stevie belum mengetahui sisi lain dari Alexander. Anak muda itu, jika sudah merasa memiliki sesuatu, dan merasa jika apa yang dimilikinya terancam, akan menunjukkan jati dirinya. Mereka sekarang sudah pasangan suami istri honey.., biarkan mereka belajar bagaimana harus menyelesaikan masalah mereka." Andreas Jonathan bercerita sedikit tentang Alexander, dan Cassandra hanya menganggukkan kepalanya.
"Tapi kak... jujur Sandra merasa tidak nyaman, dan merasa khawatir dengan Stevie.. Mungkin Stevie perlu kita beri masukan, jangan sampai gadis itu menjadi putus asa. Kak Andre juga harus mengajak kak Alex bicara, jangan sampai karena kebodohan atau rasa cemburunya yang tidak beralasan, istrinya tiba-tiba pergi meninggalkannya sendiri." seperti menyindir suaminya, Cassandra mengusulkan masukan.
"Ha.. ha.. ha.., ini yang buat salah Alexander dan Stevie.. malah aku yang diomeli istriku sayang.. Okay... okay honey, nanti coba aku akan mengajak bicara Alexander dan Stevie sekalian, agar tidak ada salah pesan untuk mereka." mendengar kata-kata istrinya, Andreas Jonathan malah tertawa terbahak.
**********