
Ball Room Hotel Bulgary
Suasana di dalam ball room tampak meriah, beberapa artis ibukota terlihat di stage sedang membawakan beberapa lagu mereka. Ada Tulus, Lyodra Ginting, dan Tiara Andini yang berada di atas stage, dan bergantian mereka menyanyikan single lagu mereka masing-masing. Penonton tampak terhipnotis, dan mengikuti musik yang mereka bawakan. Demikian juga dengan Stevie yang duduk di round table pada barisan paling depan. Tampak satu round table kosong, dan Alexander tidak memperbolehkan siapapun untuk duduk di kursi tersebut.
"Baiklah... karena melihat semua hadirin, tamu undangan dari jajaran manajerial PT. Indotrex. Tbk sudah berada pada tempat duduk mereka masing-masing, maka acara akan segera kita mulai. Silakan penanggung jawab kegiatan, Bapak Herlambang untuk memberikan kata sambutan selamat datang pada semua yang sudah hadir menyempatkan diri.." Master ceremony segera mengambil alih acara, dan tampak para artis penyanyi segera berjalan munduk ke balik stage.
Tepuk tangan menggemuruh di dalam ruangan ball room, mengiringi satu laki-laki tampan yang naik menuju ke atas podium di area stage., Herlambang dengan setelah jas, dan dasi yang menghias lehernya tampak bertambah ketampanannya, terlihat beberapa tamu yang hadir yang masih gadis, tampak bersuit untuk mendapatkan perhatian dari Herlambang. Sedangkan Miss Cathy hanya menatap laki-laki itu dengan tatapan takut kehilangan.
"Terima kasih pada MC yang sangat cantik dan tampan malam ini. Naiknya saya ke podium, tidak akan memperlama jalannya acara kita malam ini..." Herlambang segera mengawali kata-kata sambutannya. Anak muda itu dengan jelas, didukung dengan tampilan layar LCD menayangkan makna dan tujuan mereka berkumpul di hotel ini, dan juga menyampaikan sambutan selamat datang. Tidak sampai lima menit, herlambang sudah mengakhiri kata-kata sambutannya.
Herlambang selaku Ketua Panitia, tetap tidak beranjak turun, masih menunggu di atas stage. Karena di dalam run down acara, setelah acara sambutan, akan dilanjutkan dengan acara pidato inti dari pemilik perusahaan. MC terlihat bingung untuk menunjuk siapa yang akan membuka dan mewakili perusahaan secara keseluruhan, dan tampak mendatangi Herlambang untuk memberinya bantuan.
"Bagaimana tuan Herlambang..., tuan Andreas Jonathan tidak dapat hadir malam ini. Kira-kira siapakah yang akan mewakili beliau.." MC itu bertanya.
"Kita bisa meminta wakil CEO Tuan Alexander dan istri untuk maju ke depan, mewakili Tuan muda Andreas Jonathan," Herlambang langsung berpikir cepat, apalagi melihat pasangan suami istri itu terlihat cantik dan tampan malam ini.
"Baik Tuan Herlambang..." MC sebagai host acara kemudian kembali berjalan di tengah stage untuk melanjutkan acara yang dihentikannya sejenak.
"Hemm... sudah lama yang menunggu saya berbincang dengan tuan Herlam. Baiklah.. sebelum owner dan juga CEO serta wakil CEO akan ke depan untuk menyampaikan acara pembukaan, ada baiknya dulu kita akan mengenal lebih dekat dengan perusahaan, dimana kita semua yang ada di dalam ball room memutuskan untuk bergabung.." slide on pemutaran video tentang perusahaan, cikal bakal pendiri dari awal, sampai pada posisi sekarang ditayangkan di screen lebar yang ada di belakang host.
Decak kagum para SDM pada jajaran manajerial beserta keluarganya, teriring keluar, dan menambah kebanggaan mereka malam ini. Tidak sampai sepuluh menit pemutaran video, host kembali mengambil alih acara.
Herlambang yang juga berada di stage dengan host, tampak ternganga melihat siapa yang datang, dan tengah berjalan ke depan. Ratusan tamu yang datang ikut menengok, ke arah penglihatan host dan Herlambang. Beberapa yang mengenali siapa mereka langsung bertepuk tangan, dan semua yang ada di dalam ball room mengikuti tepuk tangan tersebut.
"Prok.. prok.. prok..." suasana di dalam ball room langsung bergemuruh, dan host segera menunggu sampai tepuk tangan yang riuh terdengar itu kembali terkendali.
"Cassandra.. kamu sangat cantik sekali malam ini, dan terlihat sangat elegant. Berbeda dengan penampilanmu sebelumnya.." bibir Herlambang berdesis, mengagumi kecantikan gadis yang sudah mengisi satu sisi dari relung hatinya itu.
Tapi untung saja Herlambang segera menyadari, karena Andreas Jonathan terus berjalan ke depan, dan mengajak istri dan kedua putranya untuk naik ke atas stage. Tepuk tangan kembali bergemuruh, merasa senang bisa mengenal dan melihat keluarga dari tuan muda mereka. Beberapa teman kerja Cassandra selama gadis itu masih bergabung di PT. Indotrex. Tbk dulu, banyak yang hampir tidak mengenalinya. Perubahan penampilan dan pembawaan Cassandra, telah menjadikan perempuan itu nampak berubah kelas.
"Benarkah itu Cassandra, yang dulunya adalah Sekretaris Eksekutif di perusahaan...?" salah satu supervisor bertanya pada rekan kerjanya yang lain.
"Wajahnya sih tidak bisa untuk kita lupakan, benar itu Miss Cassandra.. Ya Tuhan.. untung saja, dulu aku termasuk apatis dan tidak ikut-ikutan karyawan yang lain, ketika masih bertugas di lantai satu. Bagaimana banyak karyawan perempuan membully, dan bahkan hampir mencelakakannya kala itu. Jika aku terlihat.. Oh My God.. akan aku taruh dimana wajahku ini..." sahut temannya yang lain,
Decak kekaguman dari para jajaran manajerial terus terucap, sambil pandangan mata mereka terus menatap ke atas stage. Perlakuan tuan muda mereka, yang tampak penuh kasih sayang dalam memperlakukan istri dan kedua putra mereka, sangat bertolak belakang, dan berbeda jauh dengan pembawaan laki-laki muda itu ketika berada di perusahaan. DIngin, tidak banyak suara, dan terkesan arogan... itulah pembawaan dari laki-laki itu, sehingga membuat para karyawan di perusahaan merasa sungkan untuk mendekat padanya.
"Kita akan mulai lagi acara kita malam ini, dan di depan sudah hadir CEO PT. Indotrex. Tbk beserta istri dan dua putra, yang sangat mengejutkan kita semua malam ini. Baiklah... kami mohon untuk tuan muda Andreas Jonathan untuk menyampaikan beberapa kata, untuk memberikan semangat, memberikan contoh suri tauladan pada semua jajaran manajerial yang sudah hadir di ball room malam ini." setelah beberapa saat terdiam karena keterkejutan dan kekaguman, host kembali menghandle acara.
Andreas Jonathan menerima microphone yang dipasangkan host dengan dijepitkan pada sisi jasnya, dan sebelum bicara laki-laki itu tersenyum, kemudian memberikan kecupan ke kening Cassandra di depan semua yang hadir di ball room. Tepuk tangan kembali bergemuruh, melihat keuwuan itu.
**********