CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 27 Talent



Mendengar jika informasi yang baru mereka dengar itu benar adanya, para karyawan perempuan semakin iri dengan keberuntungan yang diperoleh Cassandra. Kebencian mereka terhadap sekretaris eksekutif itu semakin memuncak, dan beberapa di antara mereka usul untuk mengerjai gadis itu.


"Bagaimana caranya, aku tidak ada ide tuh.." Renny antusias menanggapi ide yang diusulkan Salsa,


"Tiap sore kan, Sandra dijemput sama cowok pakai Expander. Kira-kira itu cowok siapa sih, kekasih atau hanya temannya saja. Atau jangan-jangan malah hanya driver online.. Kita bikin hura hara saja sama cowok itu, pasti Cassandra panas deh.." Salsa menyampaikan kembali idenya.


Setiap sore Herlambang memang berusaha untuk menjemput Cassandra di depan lobby, meskipun beberapa hari belakangan mereka tidak pernah bertemu. Namun.., kesetiaan laki-laki itu memang patut diacungi jempol, meskipun tidak berjumpa deng an Cassandra, namun Herlambang tidak bosan tetap berusaha memfasilitasi antar jemput pada gadis itu. Padahal tidak pernah ada komitmen apapun antara dirinya dengan Cassandra.


"Kekasihnya  kali.. masak kalau cuma temannya, tiap hari kita pasti melihat laki-laki itu sudah ready di depan lobby, menjemput cewek resek itu." sahut Renny.


"Tidak tahu diri banget ya berarti si Sandra itu, sudah punya cowok, good looking lagi, setia antar jemput, masih keganjenan juga godain tuan muda dan tuan Alex." dari kubiknya, Astrid ikut menanggapi pergunjingan antara Salsa dan Renny.


"Bener banget apa yang dibilang Astrid.. ganjen. Makanya kita perlu untuk kasih dia pelajaran.. tunggu saja tanggal mainnya." sahut Salsa sambil tersenyum,


Ketiga karyawan perempuan itu akhirnya saling berembug, dan menyusun strategi untuk memberi peringatan pada Cassandra. Setelah semua memahami tugas mereka masing-masing, ketiga gadis itu saling menepukkan telapak tangan mereka.


********


Selesai sarapan bersama dua petinggi perusahaan, Cassandra segera membersihkan diri dengan menyikat gigi di wastafel, Setelah kembali merapikan make upnya, gadis itu kembali duduk di belakang meja kerjanya. Baru beberapa saat gadis itu duduk, tiba-tiba terlihat Guruh datang menghampirinya.


"Pak Guruh.. ada yang bisa saya bantu pak..?" dengan ramah, Cassandra menyapa laki-laki itu.


"Mau mengingatkan Sandra,, tuan Steven dari Singapore hari ini jadi melakukan visit ke perusahaan ini. Aku khawatir tuan muda lupa, jadi sejak tadi aku kesini untuk mengingatkanmu. Sekalian ini Sandra.., draft MOU baru yang dikirimkan oleh Tuan Steven beberapa menit yang lalu, kamu bisa membantu untuk memberikan koreksi." mengetahui potensi yang dimiliki Cassandra dari beberapa karyawan laki-laki, tanpa ragu Guruh menyerahkan beberapa lembar kertas ukuran HVS kuarto pada gadis itu.


"Okay.. aku akan mempelajarinya beberapa saat. Apakah pak Guruh hendak bertemu dengan tuan muda, jika iya.. aku akan sampaikan pada tuan muda di dalam. Kebetulan di ruangan tuan muda, juga ada tuan Alexander yang sedang bersamanya. Siapa tahu, pak Guruh hendak sekalian melakukan discusse dengan mereka." sambil menerima kertas itu, Cassandra tetap berperilaku ramah. Hal itu yang disukai oleh beberapa karyawan laki-laki yang pernah berinteraksi dengan gadis itu.


"Tidak non.. aku menunggu saja di kursi ini. Boleh kan,sekalian aku menunggumu melakukan koreksi pada draft konsep MoU itu, jadi aku tidak wira wiri kembali ke ruanganku, kemudian datang kemari lagi." Guruh minta ijin duduk, dan dengan tersenyum sambil menganggukkan kepala, Cassandra mengiyakan.


Beberapa saat, Cassandra terdiam karena sedang terpekur memelototi lembaran kertas yang ada di depannya. Beberapa klausul yang masih membutuhkan pencermatan, ditebalkan dengan menggunakan stabillo untuk mempermudahkan mengetahui letak ketimpangannya. Tidak lama kemudian,..


"Pak Guruh.. untuk wilayah hukum apakah tidak sebaiknya diganti di Jakarta saja. Bagaimanapun jika kita di negara sendiri, kita merasa lebih confident dan juga lebih banyak mengenal dengan para lawyer di negara kita. Sebenarnya kita tidak berharap sih.. tetapi siapa tahu. Karena kita berbicara untuk kurun waktu yang panjang.." setelah merasa cukup koreksinya, Cassandra mengajak Guruh untuk membicarakan pokok-pokok revisinya.


***********


Dari lobby, security mengantarkan mitra bisnis yang sudah ditunggu oleh Andreas Jonathan dan Alexander, langsung menuju ke lantai tujuh tempat ruang sidang untuk menerima tamu, dipersiapkan. Sebelum membawanya ke atas, security sudah memberi tahu Cassandra, sehingga gadis itu sudah menyiapkan segalanya. Karena terkait dengan tim hukum, Cassandra meminta ijin pada Alexander untuk dapat mengajak Guruh masuk ke dalam ruang pertemuan.


"Please have a seat Mr. Steven, it's a pleasure to meet you." melihat Steven dengan didampingi dua rekannya, Cassandra mempersilakan laki-laki berperawakan Chinesse itu untuk duduk di tempat yang sudah disediakan.


"Okay, thank you Miss Sandra.." Steven segera menempati kursinya dengan mengajak kedua rekannya.


Setelah ketiga tamu itu duduk, Cassandra memberi isyarat pada Jarwo agar segera menyajikan minuman panas sebagai wellcome drink untuk menyambut tamu, dengan snack yang sudah disiapkan sebelumnya. Sambil mempersilakan ketiga tamunya menikmati minuman dan makanan yang sudah disajikan, Cassandra segera menghubungi Andreas Jonathan dan Alexander.


"Sudah di dalamkah mereka Sandra.." tidak berapa lama kemudian, Alexander sudah datang dan bertanya pada gadis itu. Tanpa melihat pada Cassandra, Andreas Jonathan segera memasuki ruang pertemuan, dan menyambut ketiga tamunya dengan berjabat tangan.


"Sudah tuan Alex.., mereka sedang menikmati teh panas." sahut Cassandra singkat. Gadis itu segera masuk ke dalam, dan diikuti oleh Guruh di belakangnya.


Andreas Jonathan meminta Cassandra untuk duduk di dekatnya dengan meminta Alexander untuk memberi tahu gadis itu. Tanpa berpikir panjang, Cassandra langsung meninggalkan Guruh, dan duduk di samping kiri tempat duduk tuan mudanya. Sedangkah Guruh duduk di dekat Alexander.


"Young master.. I like your welcome to us. Very friendly and warm.." tiba-tiba Steven memuji penyambutan PT. Indotrex. Tbk yang terkesan bersahabat dan hangat.


"We are honored by the arrival of Mr. Steven and colleagues, our permission to serve the three of you..." Andreas menjawab pujian itu dengan merendah.


Akhirnya acara segera dimulai, kesepakatan-kesepakatan segera dirundingkan oleh mereka. Cassandra menyiapkan data yang dibutuhkan untuk menunjukkan setiap argumentasi yang disampaikan oleh CEO perusahaan.


"Tuan Steven dan rekan.. seharusnya bisa yakin dengan niche market dari produk yang dihasilkan oleh perusahaan kami. Bukan saatnya lagi kita berada dalam red ocean strategy.., tetapi dari blue ocean kita coba untuk menangkap ceruk tersebut. Kami sangat yakin, jika produk perusahaan kami dapat masuk dalam pasar itu.." dengan percaya diri, Cassandra menambahkan penjelasan yang dilakukan Andreas Jonathan.


Guruh yang selama ini lebih banyak mendapatkan cerita buruk tentang gadis itu, merasa kagum dan tercengang.


"Pantas saja, CEO dan wakil CEO sangat percaya dan selalu melibatkan Nona Cassandra. Gadis itu betul-betul memiliki talent yang jarang dimiliki oleh karyawan lain.." Guruh berpikir sendiri.


********