
Herlambang termenung di dalam mobilnya, teringat dengan perkataan dua teman perempuan Cassandra ketika di kantor. Tetapi dalam hati, laki-laki itu tetap meyakini jika alasan yang digunakan Cassandra sore ini, tidak ada kebohongan sama sekali. Keberadaan dua laki-laki petinggi di PT. Indotrex. Tbk. di apartemen, dan sedang bersama dengan gadis itu hanya faktor kebetulan saja, Apalagi tadi berdasarkan perkataan security, ketiga orang itu memang memiliki jadwal untuk melakukan pertemuan dengan kolega.
"Herlam.. kenapa kamu malah meragukan Cassandra. Dia itu gadis yang lugu, baik.. tidak mungkin melakukan hal-hal seperti ucapan kedua temannya tadi." Herlambang berpikir sendiri.
"Tetapi kenapa kamu harus bertemu dengannya, ketika bersama dengan dua pemimpinnya. Siapa tahu, memang Cassandra yang memancing dan mengajak ke apartemennya sendiri." sudut hati laki-laki itu berkata lain.
"Itu hanya faktor kebetulan saja, bukankah kamu juga tahu, jika apartemen tempat Cassandra itu tinggal, merupakan fasilitas dari perusahaan, dan memang apartemen itu juga di bawah manajemen dari salah satu perusahaan milik Tuan Andreas Jonathan. Tidak masalah bukan, jika kedua laki-laki itu berada di salah satu asset milik mereka." kembali perdebatan dalam hati Herlambang masih terus terjadi.
Berbagai pikiran berkelebat dalam pikiran laki-laki itu.., antara masih yakin dan percaya dengan kebaikan Cassandra. Tetapi sudut hatinya yang lain, seakan meragukan apa yang telah dilakukan gadis itu. Perlahan, Herlambang menghirup nafas panjang, kemudian menghembuskannya lagi secara perlahan.
"Bagaimanapun Cassandra Herlam.., kamu juga tidak punya hak untuk memarahi apalagi menghakimi gadis itu. Memang siapa Cassandra untukmu, apakah kamu sudah memilikinya. Mengatakan tentang perasaanmu pada gadis itu saja, belum pernah berani kamu katakan bukan.." satu sudut hati Herlambang kembali mengingatkan posisinya bagi Cassandra.
Perlahan Herlambang menyalakan mesin mobil, kemudian perlahan mobil itu meluncur pergi dari lobby apartemen Cassandra. Dengan separuh keraguan, laki-laki itu berusaha meyakinkan dirinya.
*********
Setelah menyiapkan dua cangkir hot black coffee di atas meja, Cassandra segera masuk ke dalam kamar untuk bersiap. Dengan rasa malas, gadis itu merasa tidak nyaman dengan apa yang ada dalam apartemennya. Baru kali ini, Cassandra membawa kembali dua laki-laki petinggi perusahaan ke kamarnya. Meskipun tidak ada hubungan apapun di antara mereka, tetap saja gadis itu merasa tidak nyaman.
"Aku harus cepat mandi dan bersiap, waktu sudah lewat dari pukul 18.00.." sambil memandang jam yang ada di dinding kamar, Cassandra perlahan bangkit kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Air hangat mulai mengguyur kepalanya dan sedikit mendinginkan pikirannya yang gundah sejak tadi. Aroma shampoo dan conditioner berbau theraphy membantu gadis itu sedikit rileks, dan sejenak gadis itu melupakan apa yang sedang terjadi. Tidak lama kemudian, karena mengingat jika mereka memiliki keterbatasan waktu, akhirnya Cassandra segera mengakhiri ritual mandinya.
Menggunakan hair dryer, perlahan Cassandra mengeringkan rambut kemudian menyisirnya. Setelah agak kering, gadis itu kembali menyimpan hair dryer, dan melanjutkan merias wajahnya dengan riasan minimalis. Apalagi tidak banyak perlengkapan make up yang dimilikinya. Dengan sedikit blush on dan eye liner, wajah mungil Cassandra menjadi terlihat tegas, dan bertambah cantik.
"Pakaian apa ya, yang harus aku kenakan malam ini." sesaat Cassandra bingung dengan pakaian yang akan dikenakannya. Sebenarnya banyak pakaian yang dikirimkan oleh Jhonny desainer langganan Andreas Jonathan dan Alexander. Tetapi kebanyakan baju yang dikirimkan ke rumah, memiliki bahu terbuka. Cassandra merasa tidak nyaman mengenakannya.
Ketika gadis itu membuka almari pakaian, pandangan matanya menatap baju batik dengan potongan model midi. Gadis itu segera mengeluarkannya, dan batik rancangan desainer terkenal itu kemudian dipakainya.
"Syukurlah.. baju ini pas di tubuhku.." sambil tersenyum, Cassandra segera mengenakan baju itu, yang tampak cantik melekat di badannya. Mengambil cluth, dan sepatu yang tidak begitu tinggi, Cassandra segera keluar dari dalam kamar.
"Saya sudah siap tuan.." sesampainya di luar kamar, Cassandra memberi tahu pada kedua atasannya jika dia sudah siap untuk berangkat.
"Klunting.." sendok kecil yang dipegang Andreas Jonathan terjatuh di atas meja, laki-laki itu terkejut dengan penampilan Cassandra. Dalam waktu beberapa menit saja, gadis itu sudah merubah penampilannya menjadi seseorang yang lain.
"Bagus sekali batikmu Sandra.. terlihat pas di badanmu.." Alexander tanpa risi, langsung menyoroti penampilan gadis itu.
Andreas Jonathan tetap terdiam, laki-laki itu mengambil kembali sendok yang terjatuh. Kemudian berdiri,..
"Kita segera berangkat, keburu malam. Restaurant mana yang disiapkan oleh customer service perusahaan Alex.." seperti tidak menyukai kedekatan Alexander dan Cassandra, Andreas Jonathan segera mengajak mereka untuk berangkat.
"Akira Black, di Setiabudi, Jakarta Selatan tuan muda. Ayo Sandra.. kamu berjalan di sampingku, agar kita terlihat seperti pasangan.." Alexander masih melanjutkan menggoda gadis itu, tetapi tanpa disadari Andreas Jonathan menatapnya dengan tatapan tajam.
"Jangan banyak bertingkah, ayo kita segera keluar." sahut Andreas Jonathan ketus.
Cassandra tersenyum kemudian bergegas berjalan mendahului dua laki-laki itu, dan ANdreas Jonathan serta Alexander berjalan di belakangnya, seperti memberikan pengawalan pada gadis itu.
*********
Akira Black Restaurant
Senyuman Steven dan dua temannya menyambut kedatangan Andreas Jonathan dan kedua orang yang bersamanya. Steven dan Andreas Jonathan saling berjabat tangan, dan mata Steven tidak bisa terlepas pandangannya dari melihat Cassandra. Laki-laki itu seperti terpesona melihat keanggunan gadis itu, dengan busana yang membalut tubuhnya.
"Tuan Steven.. bisa mengkondisikan penglihatan. Tujuan kita malam ini adalah untuk menikmati makan malam." dengan ucapan sarkasme, Andreas Jonathan menyindir Steven.
"Of course Young Master.., ada keindahan di depan mata, saya tidak bisa mengelakkannya. Malam ini menjadi semakin indah.., apalagi setelah kita makan malam, tuan muda mengijinkan Miss Cassandra untuk menemani saya." sambil mengerlingkan mata pada Cassandra, Steven menjawab perkataan Andreas dengan bergurau.
Untungnya Cassandra segera sadar diri, tidak mau menjadi objek perdebatan antara tuan muda dan koleganya itu, gadis itu kemudian berdiri dan mengambil peralatan makan, kemudian meletakkannya di depan Andreas Jonathan dan Alexander. Namun ketika, gadis itu akan mengambilkan piring dan meletakkan di depan meja Steven dan kedua temannya, tanpa diduga, tangan Andreas menghentikannya dengan memegangi pergelangan tangannya.
Cassandra dan Alexander merasa kaget, melihat sikap reflek yang ditunjukkan oleh tuan mudanya. Tapi, Cassandra segera tahu diri, karena kemudian kembali duduk dan melepaskan tangannya dari cekalan Andreas Jonathan. Tidak lama kemudian, mereka mulai menikmati makanan yang disajikan, dan beberapa kesepakatan baru muncul di atas meja makan itu.
"Kami sangat tersanjung dengan lezatnya jamuan makan malam ini tuan muda.., aku sangat berharap kerja sama kita akan terus berlangsung lama." di akhir pembicaraan, ketika mereka menikmati dessert, Steven menyampaikan beberapa kata pada CEO PT. Indotrex itu.
"Demikian juga dengan kami, selamat beristirahat menikmati malam Jakarta Tuan Steven.." Alexander segera menanggapi perkataan laki-laki itu.
Setelah mereka saling berjabat tangan, akhirnya Steven berjalan meninggalkan mereka bertiga. Tetapi tiba-tiba Steven mendatangi Cassandra, kemudian menyerahkan secarik kertas di tangan gadis itu.
"Aku menunggumu malam ini.." Steven membisikkan sesuatu di telinga Cassandra, dan gadis itu sangat terkejut dengan perilaku impulsive yang dilakukan oleh laki-laki itu.
**********