
Miss Cathy kaget dengan teguran yang disampaikan langsung oleh CEO dan wakil CEO, karena dia memang tidak tahu persis awal mula ceritanya. Tadi kepala security melaporkan kepadanya perihal Samsul yang mengalami pusing, dan muntah-muntah. Perempuan itu sudah bertindak cepat, dengan meminta teman-teman security untuk membawa Samsul ke ruang kesehatan. Tidak disangkanya, ternyata semua terkait dengan Cassandra, yang juga merupakan sekretaris eksekutif perusahaan.
"Baik tuan muda.. akan segera saya telusuri masalah ini. Maafkan ketidak tahuan saya, karena tadi non Sandra ketika berpapasan dengan saya di ruang kesehatan, juga tidak berkata apa-apa. Sama sekali saya tidak paham, jika ternyata kasus ini ada kaitannya dengan nona Cassandra." dengan sikap gentle, Miss Cathy menanggapi perkataan tuan mudanya.
"Jangan hanya ditelusuri Cathy.. sekarang juga, pecat Salsa dan siapapun yang terkait dalam kejadian ini. Perusahaan tidak akan mentolerir sikap merugikan dengan sengaja yang dilakukan oleh SDM. Hal ini sudah mencoreng nama baik perusahaan, apalagi jika sampai terendus oleh orang luar," CEO bereaksi keras, laki-laki itu tidak menerima penjelasan dari manajer SDM itu.
Mendengar perintah yang keluar dari CEO perusahaan, Cassandra kaget. Gadis itu sama sekali tidak mengira, jika masalah miss perception Salsa terhadap dirinya, akan menjadi masalah sebesar itu. Padahal, Cassandra juga merasa tidak melakukan kesalahan apa-apa, namun dirinya merasa bingung kenapa banyak SDM perempuan di perusahaan yang sering memancing masalah dengannya.
"Tuan muda.. mungkin tidak sampai seekstrim itu tuan muda. Salsa mungkin hanya keliru berpersepsi tentang saya, sehingga gadis itu kemudian bermaksud untuk memberikan pelajaran pada saya. Kiranya tuan muda bisa memberi kesempatan pada gadis itu, untuk menyadari kesalahannya." Cassandra mencoba berbicara.
"Apa hakmu untuk berbicara Sandra..??? Hal ini bukan hanya karena terkait denganmu. Siapapun yang berlaku merugikan SDM yang lain dalam perusahaan, dan dilakukan dengan sengaja, maka hukumannya dia harus keluar dari perusahaan ini. Banyak orang yang antri untuk dapat masuk ke perusahaan kita, untuk apa kita memelihara laten dalam perusahaan." Andreas Jonathan malah menumpahkan kemarahan pada Cassandra.
"Sandra.. untung saja Samsul kuat, jika staminanya tidak bagus, maka obat pencahar yang sudah melebihi kapasitas tubuh manusia normal itu, akan dapat mengancam nyawanya. Dan itu ditujukan buatmu Sandra, bukan pada Samsul. Untuk apa kamu masih memberikan pembelaan pada Salsa.. Cathy.. segera selesaikan masalah ini secepatnya, dan jika Salsa menolak atau melawan, maka ancaman tindak pidana akan segera kita proses." tidak diduga, Alexander juga turut bersuara keras.
"Baik tuan muda.., tuan Alex.. semua akan segera saya bereskan. Maafkan atas keteledoran saya, dan jika tidak ada lagi yang akan dibahas, saya akan segera menyelesaikan masalah ini." Miss Cathy segera beranjak dari ruang kerja Andreas Jonathan ketika melihat dua atasannya itu sudah mengangkat tangannya.
Cassandra diam tidak berbicara apapun, gadis itu bingung apa yang akan dilakukannya. Gadis itu tidak menyangka jika hanya karena keisengan semata, seseorang bisa kehilangan pekerjaan dengan tidak hormat. Sejak tadi Cassandra hanya mempermainkan pulpen yang ada di tangannya sambil pikirannya mengembara kemana-mana.
"Sandra.. kamu bisa keluar dari ruangan ini. Kerjakan semua agenda perusahaan.." tiba-tiba suara Alexander terdengar, dan mengagetkan gadis itu.
"Baik tuan.. permisi." dengan kondisi yang masih bingung, Cassandra segera keluar dari ruang kerja CEO.
*********
Sore harinya, ketika Cassandra keluar menuju lobby tidak ada satu orangpun yang terlihat berbicara sarkasme kepadanya. Ternyata punishment yang diberikan secara sepihak pada Salsa, membuat para SDM lebih berhati-hati pada gadis itu. Padahal Cassandra sendiri tidak menyetujui apa yang dilakukan oleh tuan mudanya, juga wakil CEO. Tetapi gadis itu tidak bisa melakukan apa-apa, untuk mencegah hal itu.
"Sandra.. aku sudah berada disini.." Cassandra kaget, gadis itu mendengar suara Herlambang memanggilnya. Ketika gadis itu mengangkat wajahnya, ternyata Herlambang sudah melambaikan tangan memanggilnya.
"Sudah lamakah mas Herlam, menungguku disini.." Cassandra menoleh ke arah laki-laki itu,
"Baru saja sampai, tumben kamu bisa keluar perusahaan seawal ini. Biasanya orang-orang sudah pada keluar, kamu baru belakangan keluarnya.." laki-laki itu menjawab sambil mengarahkan kemudianya ke jalan besar.
"Iya.. tuan muda sepertinya sedang dalam mood yang tidak baik, jadi membiarkanku untuk pulang terlebih dahulu. Apalagi tadi ada kesalah pahaman di perusahaan, dan aku sama sekali tidak menyangka jika tuan muda dan tuan Alex akan menjadi sekejam itu, Dengan mudahnya, mereka memecat seorang SDM hanya karena masalah sepele," membutuhkan teman untuk bicara, Cassandra tanpa sadar curhat tentang masalahnya pada Herlambang,
"Sandra.., ini Jakarta bukan Jogja ya. Hal biasa seperti itu terjadi di kota ini, apalagi jika masalah itu menyangkut hal prinsip, maka dari pada perusahaan menyimpan api dalam sekam, lebih baik mengeluarkan SDM tersebut. Hal itu juga bisa untuk peringatan bagi SDM yang lain, agar mereka lebih berhati-hati dalam bertindak." Herlambang menanggapi curhat Cassandra,
Cassandra terdiam sejenak, kemudian gadis itu menceritakan apa yang sudah terjadi di perusahaan. Begitu laki-laki itu tahu, jika apa yang diceritakan itu menyangkut dengan diri Cassandra sendiri, Herlambang turut terpancing kemarahannya.
"Jika aku menjadi seorang pemimpin sebuah perusahaan, akupun akan melakukan hal yang sama Sandra. Bahkan tidak hanya memecat perempuan itu, bertanggung jawab pada hukum juga akan aku libatkan. Seenaknya saja, membuat ulah yang bisa mencelakakan orang lain." sahut Herlambang dengan diliputi kemarahan,
Gadis itu menoleh ke arah laki-laki itu, kemudian kembali mengarahkan pandangan ke depan. Cassandra baru menyadari ternyata mobil Herlambang sudah melewati apartemen tempat tinggalnya.
"Mas Herlam.. kita harus putar balik, apartemen sudah terlewat.." Cassandra meminta Herlambang untuk memutar mobilnya.
"Kita pergi dulu untuk makan. Aku belum syukuran denganmu kan, alhamdulillah ujianku lancar Sandra. Ini tinggal urusan yudisium.. sebentar lagi aku berhasil mencapai impianku menjadi sarjana.." sambil mengemudi, Herlambang menyampaikan kabar gembira.
"Wow.. selamat mas Herlam,,, maaf ya ga bisa menemani saat ujian. Soalnya perusahaan hanya beri hari libur di hari Sabtu saja.. jadi ga bisa datang ke kampus mas Herlam.." Cassandra bertepuk tangan memberi ucapan selamat pada laki-laki yang selalu ringan tangan membantunya itu.
Herlambang tersenyum mendapat ucapan selamat dari gadis yang sudah menarik perhatiannya itu. Laki-laki itu menoleh sekilas pada Cassandra, kemudian melanjutkan menyetir mobilnya.
*******