CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 68 Rasa Penyesalan



PT. Indotrex. Tbk


Terlihat Andreas Jonathan termenung di dalam ruang kerjanya, setelah memeriksa dan menanda tangani berkas-berkas yang harus segera didistribusikan. Alaxander hanya melihat CEO, atasan, dan juga sekaligus sahabatnya itu dalam keadaan prihatin. Laki-laki itu tidak menyangka jika ternyata Cassandra, sekretaris eksekutif perusahaan mereka sudah tertanam sangat dalam di hati CEO perusahaan. Baru beberapa hari lalu, Alexander mendengar cerita sebenarnya dari sahabatnya itu. Semua rekaman CCTV disimpan khusus oleh Andreas Jonathan sendiri.


Upaya untuk mencari tahu keberadaan Cassandra belum bisa ditemukan sampai saat ini, dan hal itu menyebabkan rasa bersalah yang besar dari Andreas Jonathan. Bahkan keluarga Cassandra di Jogja, juga tidak mengetahui keberadaan putri mereka. Namun.. kepada mama Cassandra, mereka tidak memberi tahukan ada apa sebenarnya. Mereka tidak mau membuat perempuan paruh baya itu terkejut. Meskipun demikian, seluruh kebutuhan mama Cassandra dan adiknya masih dipenuhi oleh perusahaan.


"Tuan muda.. sepertinya tuan muda tidak bisa selamanya begini tuan muda.., bangkitlah tuan muda. Kembalilah bersemangat, dan ketika tuan muda suatu saat bertemu dengan Cassandra, gadis itu akan selalu mengingat tuan muda. Kejadian malam itu murni sebuah ketidak sengajaan, karena tuan muda berada dalam pengaruh obat. Tuan muda harus menjelaskannya." Alexander menyampaikan beberapa kata pada tuan mudanya.


Andreas Jonathan mengangkat wajahnya menatap Alexander, dan mereka bertatapan. Terlihat garis halus, dan cambang tipis yang tidak rapi menghiasi wajah CEO perusahaan itu,


"Aku betul-betul menyakiti hati gadis polos itu Alex.., dan hal itu merupakan penyesalan terbesarku. Kenapa malam itu aku harus menghindari Jennifer yang sudah menyodorkan tubuhnya kepadaku. Kenapa aku harus berangkat ke Pent House dengan ditemani beberapa pengawal bersamaku. Dan kenapa juga, para pengawal juga tidak mendengar jeritan Cassandra. Semuanya terjadi begitu cepat Alex..." terlihat kembali Andreas Jonathan terpuruk, dan yang melihat akan muncul rasa kasihan.


"Hentikan penyesalan itu tuan muda.., menurutku semua memang sudah kehendak takdir. Dan aku yakin, suatu saat dengan sendirinya takdir akan kembali menemukan tuan muda dengan Sandra, Percayalah tuan muda.. ayo kita bangkit, untuk mempersiapkan semuanya," hampir setiap hari, kata-kata yang sama selalu diucapkan Alexander untuk menyadarkan kembali laki-laki muda itu. Tetapi tidak pernah ada tanggapan dari atasannya itu.


Tetapi respon yang diberikan tuan mudanya kali ini, sungguh membuat Alexander terkejut. Tidak diduganya, laki-laki itu berdiri kemudian berjalan ke wastafel untuk mencuci wajahnya. Setelah wajahnya terlihat segar, Andreas Jonathan mendatangi Alexander di kursinya.


"Alex.. benar katamu, aku pasti dapat menemukan dimana Cassandra, dan akan membawanya sebagai pendamping hidupku di pelaminan. Aku tidak mau, gadis itu bertemu denganku dalam keadaan lain, antarkan aku ke salon. Aku harus merapikan rambut dan juga cambangku.." ucap Andreas Jonathan tegas.


"Okay.. selalu ada untukmu tuan muda.." dengan wajah bahagia, Alexander segera berdiri sambil mengangkat ponselnya.


Laki-laki muda itu segera mengatur janji dengan salon langganan PT. Indotrex. Tbk untuk memberikan treatment pada Andreas Jonathan. Keduanya keluar dari dalam ruang CEO, dan beberapa karyawan tampak terkejut melihat perubahan dua anak muda itu. Melihat dua orang CEO dan wakil CEO tampan yang akhir-akhir ini sangat tidak bisa untuk dilihat dengan lebih lama itu, karyawan memang banyak yang kemudian menjaga jarak. Tetapi kali ini, mereka melihat tabir yang menutup wajah CEO perusahaan sepertinya sudah tersingkap.


*********


Di lokasi shooting


"Berkacalah kamu Miss Jenni.. kamu sudah tidak punya lagi sandaran yang selalu menopangmu saat ini. Kamu harus berlatih untuk berusaha dengan upayamu sendiri, jangan kecewakan kami.." kembali sindiran terdengar dari pendamping sutradara.


Dahulu, bahkan sutradara saja tidak ada yang berani memarahinya seperti itu, karena ANdreas Jonathan akan langsung bertindak. Bahkan tidak segan, CEO perusahaan itu akan membuat perusahaan yang menaungi shooting film atau sinetronnya, menjadi bangkrut. Namun untuk kali ini, crew saja sudah berani membentak, dan terkadang bahkan mereka juga tidak segan melecehkannya.


"Iya masa dibandingkan dengan Chatrine yang baru debut pertamanya sudah kalah. Cathrine dengan mudah akan menjalankan semua perannya dengan baik, dan tanpa cela.," sahut crew film yan g lain.


"Baik.. saya akan berusaha lebih baik lagi, Saya akan beristirahat dulu..., karena jadwal pengambilan film masih nanti jam dua siang." dengan hati dongkol, namun Jennifer masih harus menjaga citranya. Perlahan di bawah tatapan menindas dari sesama rekan crew, gadis itu berjalan masuk ke dalam resort,


Tanpa melihat ke kanan dan ke kiri, Jennifer langsung berjalan masuk ke dalam kamar yang digunakan untuk istirahat para artis lainnya. Jika selama ini, setiap break shooting, akan ada mobil yang menunggui dan mengantarnya pergi kemanapun., Baru ketika dukungan sumber daya dihentikan, jangankan sopir, datang ke lokasipun Jennifer harus diantarkan oleh ojek online.


"Uhuk.. uhuk.. sombong sekali kau Jenni.. kamu itu sudah bukan lagi Jennifer yang dulu. Masih saja berlagak sombong, keberadaan kitapun sama sekali tidak kamu anggap. Memang kami ini patung bagimu.." baru saja gadis itu akan melangkahkan kaki masuk ke kamar, tiba-tiba terdengar teguran dari seorang perempuan dari belakangnya.


Secara refleks, Jennifer menoleh dan ternyata ada tiga orang gadis yang sedang merokok di dalam ruangan yang itu. Karena tadi tidak memperhatikan, Jennifer memang tidak melihat keberadaan mereka. Gadis itu hanya fokus memperhatikanĀ  jalan masuk menuju ke arah kamar.


"Sorry Absari.., Dennise.., Cleo.. aku betul-betul tidak menyadari jika kalian berada disitu. Fokusku hanya jalan masuk ke kamar saja." sambil menangkupkan telapak tangan ke depan dadanya, Jennifer membuat permintaan maaf.


"Halah alasan saja..., tapi ya sudahlah. Kami tidak akan membuatmu menderita kok. Melihatmu dalam keadaan terpuruk seperti ini saja, sudah merupakan kebahagiaan bagi kami.. Ratu sinetron..., calon artis terkenal negara ini.., ratu endorsement.., saat ini berakhir mengenaskan. Ha.. ha.. ha.." mendengar bully an kata-kata ejekan yang ditujukan kepadanya, Jennifer tidak banyak bisa bersikap.


Tanpa melihat lagi ke belakang, Jennifer segera menutup pintu kamar dan menguncinya dari dalam kamar. Tetesan air mata menjadi bukti kesedihannya, bagaimana kondosi kontras sangat dirasakannya selama ini. Rasa penyesalan karena sudah mencoba menjebak Andreas Jonathan kembali membuncah di dada perempuan itu.


***********