CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 78 Semangat Baru



Sejak melihat acara talk show Kick Andi dengan guest star Andreas Jonathan, tiba-tiba saja Cassandra kehilangan mood. Apa yang dilakukannya seperti merasa serba salah, ditambah dengan reaksi bayi yang ada di dalam kandungannya. Bayi itu terasa bergerak terus, seakan tahu jika yang tadi muncul di layar televisi adalah papanya. Untung saja, gadis itu tetap ingat untuk makan dan minum, meskipun seleranya terasa hilang.


"Ternyata apa yang aku perkirakan benar adanya.. heh... kamu hanya pelampiasan hasrat saja dari tuan mudamu Sandra. Jangan pernah berharap atau bermimpi lebih tinggi,.. Belum adanya pasangan dalam hidup Andreas Jonathan, bukan menandakan jika laki-laki muda itu belum menemukan pasangan. Namun menunggu kedatangan pasangannya yang sudah disakiti hatinya. Sedangkan diriku ini, hanya menjadi objek pelampiasan hasrat laki-laki.." Cassandra berusaha menguatkan hati dan perasaanya.


Ada rasa nyeri di ulu hati Cassandra, dan sambil tersenyum perih, gadis itu mengusap dadanya dengan mengambil nafas panjang. Beberapa saat, gadis itu tetap berada pada posisinya. Cassandra tidak pernah tahu, bagaimana sebenarnya tuan muda Andreas Jonathan juga terjebak dengan dirinya. Laki-laki muda itu terperangkap dengan sikap impulsive di malam itu, dan merasa kehilangan setelah dirinya tidak lagi muncul di hadapannya,


"Aku harus menghilangkan nama Andreas Jonathan dari dalam pikiranku. Tidak bisa jika aku terus memikirkannya, karena akan menambah rasa sakit pada diriku. Selain itu, aku juga tidak mau terlalu bergantung pada mas Herlambang, laki-laki itu juga perlu untuk menata dan mengatur hidup di masa depannya. Mungkin aku perlu menjauh dari tempat ini, dan akan mengirim pesan untuk mas Herlambang." ucap Cassandra pilu.


Gadis muda itu terdiam untuk beberapa saat, mencoba berpikir dan mencari, dimana dia akan melarikan diri, untuk melupakan semua kehidupan kelamnya. Di satu sisi, Cassandra juga mengingat jika tabungannya juga mulai menipis, dan tidak mungkin hanya akan bertahan hidup untuk membesarkan bayi, jika sudah dilahirkan sendirian.


"Apakah aku harus memberi tahu mama tentang keadaanku, dan menitipkan bayi ini kepada mama..?" Cassandra kembali berpikir.


"Tapi.. tidak mungkin aku akan menambah beban pikiran mama. Dengan tidak mengirimkan uang beberapa bulan terakhir kepada mama, aku tidak tahu bagaimana keadaan mama sekarang, bagaimana harus mencukupi kebutuhan hidupnya. Mama.. maafkan Sandra ma.." air mata kembali menitik dari sudut mata gadis itu, ketika teringat dengan keadaan mamanya di Kalasan, Jogja.


"Jika aku pulang dengan membawa bayiku, bukan kasih sayang yang akan aku peroleh, namun amarah karena tanpa ada suami atau ayah dari anakku nantinya.." Cassandra kembali mempertimbangkan segala kemungkinan. Gadis itu saat ini berpikir, jalannya sudah merasa sedang berada dalam kotak. Dimana memutuskan maju, mundur, ataupun berjalan ke samping, terhalang oleh dinding yang tidak ada jalan keluar.


Merasa bingung dengan kondisi yang dirasakannya saat ini, Cassandra mengambil gadget kemudian mulai pengecekan email dan beberapa notifikasi akun-akun lainnya. Melihat email yang banyak menumpuk di email masuk, gadis itu langsung mengambil tindakan clear chat, merasa khawatir jika ada orang yang bisa melacak keberadaannya saat ini. Tidak lama kemudian, Cassandra mulai mencari informasi secara online untuk mendapatkan tempat tinggal sementara untuknya.


"Kota Solo.. apakah aku akan siap untuk tinggal di kota kecil itu.." melihat ada sebuah kost eksklusif bernuansa Islami, Cassandra tertarik untuk tinggal di tempat tersebut.


"Aku akan mencoba dulu untuk kirim email pada ownernya, dan setelah semuanya siap, aku harus segera mempersiapkan segalanya. Aku juga tidak boleh egois, secepatnya mas Herlam harus tahu tentang keadaanku, yang sudah tidak lagi membutuhkan bantuannya." ucap Cassandra sambil tersenyum pahit.


********


Tidak perlu menunggu waktu lama, Cassandra akhirnya mendapatkan balasan email masuk dari pemilik kost eksklusif di kota Solo yang masuk wilayah Jawa Tengah. Gadis itu segera mengatur semuanya sendiri, mengirim uang transfer untuk booking kost-an, kemudian juga membuat surat dan akan mengirimkannya ke email Herlambang. Pada saat gadis muda itu memutuskan pergi, barulah Cassandra akan mengirimkan email sehingga Herlambang tidak akan dapat melacak keberadaannya.


"Hmmm... selamat tinggal Cimanggu, padahal aku merasa cocok dengan pemandangan dan alam sekitar tempat ini. Tetapi aku sudah memutuskan untuk menutup rapat pintu hatiku, melupakan semua kenangan buruk dan berniat untuk terlahir kembali menjadi Cassandra yang baru." gadis itu membuka jendela kamar, kemudian menghirup udara malam yang bercampur angin, yang masuk melalui jendela kamar tersebut.


Cassandra tersenyum mendengar suara jangkrik, dan binatang malam yang tampak bersuara seperti memberikan semangat kepadanya. Semangat untuk terlahir kembali, semangat untuk menempuh sebuah kehidupan baru. Perlahan gadis itu kembali mengusap perutnya yang sudah mulai membesar, dan hanya  dalam kisaran waktu satu bulan lagi diperkirakan, Cassandra sudah akan dapat melahirkan bayi yang dikandungnya.


"Putraku.. kamu akan menjadi putra mama yang kuat nak.. Bersamamu kita akan menghadapi kerasnya hidup, dan akan merintis kehidupan dari nol, dari bawah putraku.. Tapi percayalah.., mama akan terus berjuang dan berusaha, untuk tidak membuatmu kekurangan." Cassandra menundukkan wajahnya ke arah perut, dan mengajak bayi yang masih berada dalam kandungan itu berbicara.


Tiba-tiba bayi itu membuat gerakan kencang, sampai Cassandra merasa terkejut.


"Kamu mendengar mama bicara nak... syukurlah. Kita akan menjadi team work yang hebat nak. Tidak boleh pantang menyerah, dan pantang mundur dalam berusaha.." kembali Cassandra mengajak bicara.


Bagi orang yang tidak tahu, dan mendengar pembicaraan gadis itu, akan mengira jika Cassandra memiliki partner bicara. Namun gadis itu tidak peduli, tiba-tiba saja merasa terlahir kembali dan mendapatkan semangat baru untuk berjuang dengan bayi dalam kandungannya. Tiba-tiba Cassandra merasa ada percikan air, dan gadis muda itu tersadar, dan menengok ke arah luar. Ternyata di luar rumah, terjadi hujan gerimis sehingga airnya tampias dan masuk melalui jendela yang terbuka lebar.


"Ya Tuhan... semoga turunnya hujan di malam ini, mengiringi turunnya rejeki untuk kami ya Tuhan. Aamiin." setelah menutup daun jendela, Cassandra memanjatkan doa.


Setelah memanjatkan doa, Cassandra sedikit merasa tenang, dan juga optimis tentang apa yang akan dilakukannya di masa mendatang. Gadis muda itu kemudian masuk ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan kaki, karena habis melakukan packing barang-barang yang akan dibawanya ke kota Solo. Rencana besok pagi pukul 08.15 menggunakan kereta Argo Wilis, Cassandra harus sudah berangkat ke Solo. Untuk itu, gadis itu berniat untuk tidur lebih awal, dan sudah menyusun satu trolly bag yang akan dibawanya. Karena kontrak rumah ini masih sampai satu tahun ke depan, jadi beberapa barang masih ditinggalkannya disinu, dan akan meminta Herlambang untuk membawanya.


************