CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 24 Niat Buruk



Herlambang tersenyum melihat kerepotan Cassandra membawa barang bawaannya, Tetapi melihat pakaian dan perlengkapan yang dikenakan gadis itu di pagi ini, membuat laki-laki ini mengerutkan kening. Herlambang tahu jika pakaian, sepatu dan tas yang dikenakan Cassandra itu merupakan barang-barang mahal, dan laki-laki itu sangsi jika uang yang diperolehnya dari ojek online bisa membeli fashion tersebut. Melihat Herlambang yang menjadi terbengong, tiba-tiba..


"Hello.. mas Herlam.. sebegitunya kali melihat aku. Sorry mas.. aku ga bisa meminta mas Herlam untuk masukĀ  ke dalam, karena aku sudah tergesa. Ini sudah hampir jam delapan, bisa telat aku masuk kantornya.." tidak bermaksud menolak kedatangan laki-laki itu, Cassandra bicara yang sebenarnya.


"Iya aku tahu cantik.. sudah sejak tadi aku di bawah ngobrol sama security, katanya kamu belum turun. Karena khawatir jika kamu kesiangan bangunnya, maka aku naik kesini. Pas kebetulan.. kamu juga sudah bersiap mau berangkat. Sudah ayuk aku antar sekalian ke kantor.. sekalian aku mau pergi ke kampus." ucap Herlambang santai, sambil tangannya mengambil goodie bag di tangan kanan gadis itu.


Mereka berdua segera berjalan beriringan menuju ke arah pintu lift. Laki-laki itu tidak banyak bicara, seakan memahami waktu yang dibutuhkan oleh Cassandra agar cepat sampai ke PT. Indotrex. Tbk. Sebuah perusahaan multinasional, yang menjadi impian banyak orang untuk dapat join bekerja disana. Begitu juga dengan dirinya, selain agar selalu bisa bersama dengan gadis di sebelahnya, iming-iming gaji besar sangat menggiurkan untuk bisa bergabung di perusahaan tersebut.


Sesampainya di bawah, ternyata mobil Herlambang sudah siap terparkir di depan lobby. Laki-laki itu segera membukakan pintu untuk Cassandra masuk, kemudian menutupnya kembali. Tidak lama kemudian, laki-laki itu sudah membawa mobilnya keluar dari lingkungan apartemen. Security yang bertugas melihat ke arah pasangan itu, karena tahu jika tadi malam CEO perusahaan dan wakilnya datang berkunjung ke kamar yang ditempati gadis itu. Mereka mengira jika Cassandra memiliki hubungan kedekatan dengan boss PT. Indotrex. Tbk.


"Mas Herlam tadi bilang mau ke kampus ya... syukurlah semoga studi kakak cepat selesai, dan berhasil menjadi Sarjana.." dengan tulus, Cassandra mendukung laki-laki itu. Tidak tahu mengapa gadis itu merasa menemukan saudara laki-laki di kota besar Jakarta.


"Terima kasih doanya Sandra.. aku belum cerita ya. Aku ke kampus, untuk menjalani sidang skripsi, giliranku masih nanti jam sepuluh. Sorry ya.. aku baru sempat memberi tahumu.. karena susah memadukan waktu kita.." sambil mengemudi, Herlambang menceritakan tujuannya ke kampus.


"Oh my God.. sukses mas Herlam, Sandra doakan semoga mas Herlam bisa menjalani ujian di pagi ini. Sorry ya mas, aku tidak bisa menemani dan memberi dukungan mas Herlambang di kampusnya. Karena aku harus kerja, dan tidak mungkin juga untuk ijin secara mendadak." merasa prihatin, Cassandra meminta maaf pada laki-laki yang selalu baik dan memberinya pertolongan itu.


"Tidak masalah Sandra.. makanya pagi-pagi aku mampir ke apartemen. Aku mau minta doa, agar dilancarkan untuk menempuh ujian hari ini dan bisa mendapatkan hasil sesuai yang kuinginkan.." sambil mengemudi, laki-laki itu menoleh ke arah Cassandra.


"Pasti dong mas.. tidak perlu mas Herlam, Cassandra selalu mendoakan keberhasilan mas Herlamban. Sukses, dan semangat ya mas menjalani ujiannya." ucap Cassandra tulus sambil mengangkat satu lengannya kemudian mengepalkan tangannya.


Herlambang tersenyum, kemudian laki-laki itu melanjutkan menyetir mobil menuju ke Indotrex building. Bertemu dengan gadis itu, dan mendapatkan doa sebelum berangkat ujian membuat mood Herlambang menjadi bagus. Laki-laki itu merasa optimis akan dapat menempuh ujian dengan lancar.


*****


Tanpa prasangka sedikitpun, Cassandra berjalan masuk ke dalam ruang perkantoran. Seperti biasanya, muncul tatapan tidak senang dari para karyawan perempuan yang merasa iri dengan keberuntungan dan posisi Cassandra. tetapi gadis itu berusaha mengabaikan, dan tidak mau mencari masalah dengan mereka, kecuali mereka yang memulai keributan terlebih dahulu.


"Open book yukk... biar cepat naik ke puncak." terdengar lagi ada suara orang menanggapi.


"Hmm.. sabar Sandra.. belum tentu juga omongan mereka itu ditujukan kepadamu. Kamu tidak melakukan bukan, abaikan saja. Life must go on.." Cassandra mengambil nafas panjang, kemudian lanjut berjalan cepat dan masuk ke dalam lift.


Orang-orang yang membicarakan Cassandra di belakang tampak jengkel dengan sikap yang ditunjukkan oleh gadis itu. Mereka kemudian bergabung dan menggosip bersama.


"Sialan sombong sekali cewek baru itu.. sudah mengalahkan Miss Cathy saja, HRD kita.." perempuan yang tadi berceletuk terlihat marah merasa diabaikan oleh Cassandra.


"Iya belagu banget.. mentang-mentang saja jadi anak emasnya Tuan Alexander. Beruntung sekali dia, baru masuk langsung bisa duduk manis mendampingi dua laki-laki tampan idaman semua karyawan pada perusahaan. Kita sampai disemprot miss Cathy untuk cari perhatian tuan muda, dilihat sajapun tidak.." temannya perempuan ikut menanggapi.


"Heh.. diam, diam.. saatnya kerja, kerja dan kerja. Sejak dulu sampai sekarang.., gosip saja pekerjaan kalian. Berusahalah ikhlas melihat keberuntungan karyawan lain, tidak malah menggosipkan dan membuat omongan fitnah. Jika nona Cassandra tidak ikhlas, gadis itu bisa menuntut kalian, mengirimkan somasi melalui lawyer. Apakah kalian mau diperlakukan seperti itu..?" seorang karyawan laki-laki dengan usia yang sudah mendekati paruh baya, menegur dua karyawan perempuan yang menggosipkan Cassandra.


"Tidak perlu ikut campur lah pak, urus saja urusan Bapak sendiri. Tidak suka ya melihat rekan kerja berbahagia.." satu perempuan menanggapi bali laki-laki itu.


"Hah.. sepertinya kalimat untuk mengurus urusan sendiri lebih cocok ditujukan untuk kalian berdua. Aku tidak akan ikut bicara, jika tuduhan kalian pada nona Cassandra sekretaris eksekutif tuan muda.itu salah, segeralah kalian bertobat. Itu saja pesanku, sebelum terjadi sesuatu yang buruk pada kalian berdua.." merasa jengah dengan kekonyolan dua karyawan perempuan itu, laki-laki itu berdiri dan meninggalkan mereka berdua di ruang kerja.


"Itu orang tua, kenapa sih sirik banget dengan kita. Mengalah lah pada yang lebih muda, tidak kepo saja, dan turut campur dengan urusan orang lain. Sebel deh.. kita mendapatkan teman kerja seperti itu, sedangkan cewek ga jelas itu, dia mendampingi dua laki-laki tampan di atas sana.. Pingin.." satu karyawan perempuan itu mengomentari laki-laki yang keluar dari dalam ruangan itu.


"Iya ya.. bagaimana cara kita menjegal Cassandra, biar dia tidak semakin belagu. Penampilannya saja, wow.. mengalahkan manajer divisi." dengan perasaan iri, temannya menimpali.


"Gampang.. nanti kita provokasi saja teman-teman, kita tunggu tanggal mainnya saja." sambil tersenyum sinis, perempuan itu memikirkan cara untuk mengerjai Cassandra.


************