CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 34 Bagaimana Hubungan Kalian



Dengan wajah jengkel, Cassandra membanting gagang telpon. Gadis itu tidak menyadari jika Alexander mengawasi gerak geriknya dari arah pintu masuk, tetapi laki-laki itu mendiamkannya. Setelah melihat Cassandra bisa menguasai dirinya kembali, Alexander masuk ke dalam dan berhenti di depan meja gadis itu. Cassandra menengadahkan wajahnya ke atas, gadis itu terkesiap melihat atasannya sudah berada di depannya.


"Tuan Alex..," ucap Cassandra tercekat, tetapi ketika melihat di belakang laki-laki itu tidak ada CEO perusahaan, gadis itu bernafas lega.


"Bagaimana kabarmu pagi ini Sandra, sepertinya kali ini kamu sedang tidak ada pada mood yang baik? Apakah efek dari kejadian tadi malam.." melihat reaksi yang ditunjukkan gadis itu, Alexander bertanya padanya.


Cassandra terdiam, memang bad mood yang terjadi padanya pagi ini, selain efek dari kejadian tidak menyenangkan yang ditunjukkan oleh Steven, juga karena laki-laki itu kembali membangkitkan rasa amarahnya.


"Ceritakan padaku Sandra.. jika itu bisa membuatmu lega. Jika kemarahanmu terkait dengan ulah Steven, tuan muda akan mengakhiri kerja sama yang sudah kita jalankan. Kita tidak akan memberi angin segar, pada rekanan yang jelas-jelas melecehkan atau mungkin menindas SDM kita. SDM perusahaan merupakan kehormatan bagi perusahaan.." Cassandra terkejut dengan perkataan yang diucapkan Alexander.


Gadis itu betul-betul tidak menyangka, bagaimana upaya yang ditempuh perusahaan untuk melindungi SDM nya. Perusahaan tidak mempedulikan berapa kerugian yang akan mereka tanggung, yang penting SDM di PT. Indotrex. Tbk, tetap memiliki harga diri. Tetapi karena merasa masih bisa menghandle sendiri permasalahan Steven, Cassandra menyimpan sendiri apa yang terjadi padanya.


"Tidak perlu sampai sejauh itu tuan Alex.., saya masih bisa menghandle sikap tuan Steven. Toh.. kita juga tidak terjadi skin touching.. jadi saya masih bisa untuk melupakan ketidak sopanannya." sahut Cassandra akhirnya, sambil menghela nafas.


"Baiklah jika kamu bisa mengatasi sendiri masalahmu. Oh iya Sandra.. sepertinya hari ini tuan muda tidak berangkat ke kantor. Orang tuanya datang dari Canada, jadi pasti mereka tidak akan mengijinkan laki-laki itu untuk keluar dari mansion. Jadi kamu handle semua ya..., pekerjaan yang membutuhkan campur tangan tuan muda.." sambil berjalan meninggalkan gadis itu, Alexander menyampaikan kabar Andreas Jonathan...


"Baik Tuan Alex.. nanti saya akan mengaturnya. Saya juga bisa berkomunikasi dengan tuan muda via gadget, semoga saja tuan muda stay online.." dengan santai, Cassandra menanggapi pemberi tahuan Alexander. Gadis itu mulai stabil emosinya, merasa mendapatkan perhatian dari pemimpinnnya tentang masalah yang dihadapi.


Sepeninggalan Alexander, Cassandra segera menekuni berkas dan soft file yang ada pada perangkat komputer yang ada di depannya. Dengan cekatan, gadis itu memisahkan file-file sesuai dengan disposisi penugasan, dan file mana yang membutuhkan feed back segera.


*******


Mansion Pantai Indah Kapuk II


Andreas Jonathan terbangun, dan dengan kepala masih pusing laki-laki itu terduduk. Beberapa saat, Andreas menghabiskan waktu dengan duduk di pinggir king size bed, sambil memijat-mijat pelipisnya. Melihat ke arah jarum jam, ternyata jarum sudah menunjukkan angka delapan, dia sudah terlalu siang untuk berangkat ke kantor.


"Tok.., tok.., tok.." tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar, dan tanpa menunggu jawaban dari laki-laki itu,pintu didorong dari luar.


Seorang perempuan paruh baya dengan penampilan seperti anak muda masuk ke dalam kamar, sambil membawa satu mangkok. Andreas Jonathan terkejut melihat kedatangan perempuan itu, yang langsung mendatangi Andreas Jonathan.


"Minum sup penghilang mabuk ini, Yukgaejang! Sup ini  terbuat dari daging sapi, dengan rasa pedas dapat membantu kamu untuk menyembuhkan efek mabuk." dengan sendok cekung atau sendok bebek, wanita paruh baya itu menyuapi laki-laki itu.


"Letakkan saja di meja mam.. nanti Andre akan minum sendiri. Kapan mama datang..:" dengan pandangan tidak suka, Andreas Jonathan meminta mamanya meletakkan mangkuk di meja kecil, samping tempat tidurnya.


Dengan terpaksa, Andreas Jonathan mengikuti permintaan mamanya, malas akan mendapatkan omelan jika tidak menghabiskan sup Yukgaejang itu. Sambil terus berbicara, perempuan paruh baya yang ternyata adalah Nyonya Besar Sandrina itu menyuapkan sup dari sari pati daging ke mulut putra laki-lakinya. Tidak lama kemudian, akhirnya sup di mangkok itu habis, dan perlahan rasa pusing di kepala laki-laki muda itu, mulai menghilang.


"Segera mandi, papa dan mama tunggu di meja makan." sambil mengangkat kembali mangkuk, Nyonya Besar Sandrina melangkah keluar dari dalam kamar,


"Damn it..., siapa yang meminta papa dan mama datang ke Indonesia, bosan telingaku.." sambil mengumpat, Andreas Jonathan dengan malas bangun dari sisi ranjang.


Dengan muka sebal, laki-laki itu segera berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Beberapa saat kemudian, suara guyuran air terdengar di dalam bath room.


********


Nyonya Besar Sandrina terkejut ketika sampai di meja makan, ternyata Jennifer sudah berada di meja sedang berbincang dengan Tuan Besar Wijaya. Melihat kedatangan mama Andreas Jonathan, Jennifer segera berdiri dan berlari memeluk nyonya besar Sandrina.


"Tante.. Jennifer kangen dengan tante.. Sudah lama sekali, om dan tante tidak datang ke Jakarta.." gadis itu memeluk erat tubuh perempuan paruh baya itu. Mereka beberapa saat berpelukan, kemudian Nyonya besar Sandrina melepaskan pelukan tersebut.


"Duduk dulu Jenni.. untung kamu datang tepat waktu. Kita baru saja akan melakukan sarapan pagi," sambil membawa gadis itu, Nyonya Besar Sandrina segera duduk di samping tuan besar Wijaya.


"By the way.. dimana kak Andre tante.. sudah jam segini belum terlihat, Apa kak Andre sudah berangkat ke perusahaan..?" melihat sekeliling, tidak melihat keberadaan Andreas Jonathan, Jennifer bertanya tentang laki-laki itu.


"Tidak ada ke perusahaan, anak itu sudah sebesar itu masih saja tidak bisa mengurus dirinya sendiri. Pulang malam dalam keadaan mabuk, tidak ada yang mengurusnya. Bagaimana dengan hubungan kalian Jenni.. kapan kalian akan segera melangsungkan perkawinan.." sepengetahuan perempuan paruh baya itu, ada hubungan asmara antara Jennifer dengan putranya Andreas Jonathan.


Jennifer terdiam sejenak mendapat pertanyaan itu, gadis itu bingung bagaimana menjawab pertanyaan dari perempuan itu. Setahu kedua orang tua Andreas Jonathan, antara Jennifer dan putra laki-lakinya terlibat hubungan asmara. Padahal dalam kenyataannya, Andreas Jonathan hanya memanggil Jennifer jika laki-laki membutuhkan kehangatan. Selepas itu, hanya transferan uang yang mengakhiri hubungan mereka berdua.


"Jenni.. kamu dengar tidak, pertanyaan dari tantemu. Bagaimana hubunganmu dengan Andre,." sambil meletakkan majalah Marketing, tuan besar Wijaya memperjelas pertanyaan istrinya.


"Tante dan Om bisa bertanya sendiri dengan kak Andre.. Jenni kan perempuan tante.." dengan wajah pura-pura malu, Jennifer menanggapi kedua orang tua itu,


Nyonya besar Sandrina dan tuan besar Wijaya saling berpandangan, kemudian mereka saling tersenyum.


**********