CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 43 Dasar Gadis Bodoh



Tanpa ekspresi, Andreas Jonathan menatap Cassandra yang membuka pintu mobil. Dan ketika gadis itu naik dan duduk di sampingnya, laki-laki itu diam dan mengalihkan pandangan ke depan. Tidak lama kemudian, terlihat Iwan sudah mulai datang dan masuk ke dalam mobil dengan segera, meninggalkan Herlambang yang masih akan berurusan dengan pihak bengkel.


"Tujuan kita langsung ke mansion tuan muda..?" merasa ragu, Iwan bertanya pada tuan mudanya.


"Putar haluan, kita antar non Sandra ke apartemen. Urusan mansion, nanti akan menjadi urusanku sendiri, lagian pasti mama sudah menghubungi Alexander, dan bertanya ada dimanakah aku. Tapi jika Alexander juga tidak tahu keberadaanku, kita biarkan saja mama bingung mencariku." Andreas Jonathan menanggapi perkataan Iwan.


"Siap tuan muda.." sahut Iwan, yang langsung menjalankan mobil, meninggalkan Herlambang yang sudah duduk di dalam mobil, sambil menunggu kedatangan pihak bengkel.


Cassandra tertegun mendengar perkataan dari laki-laki itu, sama sekali tidak ada dalam pikirannya, jika keluarga CEO itu ada di negara ini. Terakhir kali, Cassandra mendengar informasi dari wakil CEO jika kedua orang tua dari tuan muda mereka sedang berada di Canada.


"Maaf Tuan muda.. jadi merepotkan.." dengan perasaan tidak enak, Cassandra meminta maaf pada laki-laki yang duduk di sampingnya.


Andreas Jonathan menoleh sebentar ke arah Cassandra, dan sejenak mata mereka saling bertatapan.


"No problem.., aku malah jadi punya alasan untuk tidak pulang ke rumah. Untukmu.. besok lagi jangan asal pergi dengan laki-laki. Pastikan dulu kemana arah tujuan kalian, bagaimana kendaraan yang dipakai. Untung saja, kali ini kamu bertemu denganku, jika tidak.. Apakah kamu berpikir akan menginap di PIK?" kata-kata bernada sarkasme keluar dari bibir laki-laki itu dengan pedas.


"Iya tuan muda.. itu tadi juga tidak sengaja tuan muda, karena tidak ada dalam rencana kami. Kebetulan saat keluar dari kantor, mas Herlambang sudah menunggu Sandra di depan lobby. Dan laki-laki itu baru saja melakukan ujian pendadaran, dan syukurlah sudah dinyatakan lulus oleh penguji. Untuk menghargainya, Cassandra menerima tawaran mas Herlam untuk ditraktir makan sea food di pantai sebelah sana tadi.." Cassandra merasa bingung dengan dirinya sendiri, untuk apa dirinya menjelaskan apa yang terjadi dengannya pada tuan mudanya. Kata-kata itu mengalir begitu saja, keluar dari dalam bibirnya.


"Gadis sembrono..., memangnya ada hubungan apa kamu dengan laki-laki itu. Apakah dia pacarmu, atau malah sudah menjadi tunanganmu.." dengan nada yang tidak enak, tiba-tiba Andreas Jonathan menanyakan hal yang bersifat masuk ke ranah pribadi gadis itu.


"Tidak tuan muda.., kebetulan saja saya memang banyak berhutang budi pada laki-laki itu. Sejak kedatangan saya pertama kali di Jakarta, mas Herlam sudah memberiku pertolongan. Sampai dengan saat ini, tanpa bicara sebelumnya mas Herlam setiap pagi sudah menjemput Sandra di apartemen, dan ketika sore hari sudah menjemput saya di depan perusahaan." dengan polos, Cassandra menceritakan hubungannya dengan Herlambang.


"Dasar gadis bodoh kamu.. mudah sekali ditipu oleh laki-laki asing seperti itu. Mulai besok pagi, Iwan atur penjemputan berangkat dan pulang dari apartemen untuk Non Cassandra. Aku harus bertanggung jawab dengan keselamatan semua anak buahku." Cassandra terkejut dengan respon cepat tuan mudanya. Gadis itu berpikir, bagaimana omongan akan berkembang luas di perusahaan, jika dia mendapatkan fasilitas tambahan antar jemput kantor.


"Jangan tuan muda.. tidak sepantasnya tuan muda menawarkan saya fasilitas itu. Lagian jarak dari apartemen ke kantor, juga tidak begitu jauh. Sandra bisa menempuhnya dengan berjalan kaki." Cassandra berusaha menolak tawaran tuan mudanya.


"Apakah aku memberimu pilihan untuk menerima atau memilih. Iwan.. jalankan perintahku.." dengan tegas, Andreas Jonathan tidak memberi gadis itu pilihan.


"Siap tuan muda.." sahut Iwan dari depan.


*********


Cassandra terkejut, begitu mobil yang dibawa Iwan sudah memasuki lobby apartemen, ternyata tuan mudanya mengikutinya turun dari dalam mobil. Bahkan yang tidak kalah mengejutkannya, Andreas Jonathan memerintahkan pada Iwan untuk mengantarkan satu unit mobil, dan meninggalkannya di apartemen. Tanpa banyak bertanya dan membantah, Iwan menjalankan perintah. Apalagi laki-laki itu juga tahu, jika sebagai pemiliki apartemen, tuan mudanya memiliki Presidential Suites di lantai atas apartemen tersebut. Kapanpun tuan mudanya menghendaki akan tinggal disana, laki-laki itu tinggal masuk dan menempatinya.


"Kamu masih menunggu apa Sandra.., aku lapar sekarang. Kamu harus bertanggung jawab untuk membuatkanku makanan malam ini.." melihat Cassandra yang masih berdiri di samping mobil, sedangkan dirinya sudah menuju ke lobby apartemen, Andreas Jonathan berbicara dengan nada sedikit keras.


"Baik tuan muda.." dengan cepat, sambil tergagap, Cassandra bergegas menghampiri Andreas Jonathan.


Tanpa banyak bicara, pasangan itu segera masuk ke dalam lift yang sudah terbuka, karena ditahan oleh security lobby. Cassandra merasa tidak nyaman, hanya berjalan berdua dengan atasannya. Apalagi tujuan mereka adalah sama, yaitu datang ke apartemen yang ditempatinya, fasilitas dari perusahaan.


Tidak berapa lama, akhirnya kedua orang itu sudah sampai di depan pintu kamar apartemen gadis itu. Tanpa melihat kemana-mana, karena keberadaan tuan mudanya yang berdiri di samping, Cassandra perlahan membuka pintu. Lampu seketika bersinar terang, dan meskipun pagi-pagi gadis itu sudah berangkat kerja, namun ruangan sudah tertata dengan rapi. Perlahan Cassandra segera masuk ke dalam ruangan, dan setelah meletakkan tas dan perlengkapan kerjanya, gadis itu kembali mendatangi tuan mudanya.


"Tuan muda.. mau Sandra buatkan kopi atau teh panas untuk minumannya. Sekalian Sandra mau menyiapkan makanan untuk tuan muda.." dengan berhati-hati, Cassandra menghampiri tuan mudanya yang sudah duduk di sofa.


"Teh panas saja, aku ingin cepat tidur malam ini. Aku pakai satu kamarmu untuk membersihkan diri, dan segera siapkan masakan untukku." sahut Andreas Jonathan yang langsung berdiri, dan masuk ke kamar yang ada di sebelah kamar yang digunakannya untuk beristirahat.


"Baik tuan muda.." Cassandra segera meninggalkan ruang tengah, dan bergegas menuju ke arah pantry.


Tidak lama kemudian, gadis itu sudah disibukkan dengan menyiapkan bahan untuk dimasaknya. Untungnya, di magic com, masih tersedia nasi putih, sehingga gadis itu hanya cukup menyediakan lauk saja. Wajan penggorengan sudah berisi ayam ungkep yang tinggal digoreng saja, dan ca brokoli menjadi pilihan singkat untuk menyiapkan makan malam. Beberapa saat kemudian..


"Syukurlah.. semua sudah selesai. Aku tinggal menyiapkannya di meja makan, dan aku akan segera mandi untuk membersihkan tubuhku." dengan senyum mengembang, Cassandra segera menata menu makan malam sederhana di atas meja makan.


Gadis itu melirik ke arah sofa, namun belum menemukan tuan mudanya. Berpikir jika tuan mudanya masih berada di dalam kamar mandi, Cassandra juga segera masuk ke dalam kamarnya sendiri untuk membersihkan diri.


*********