
Altezza dan Armand sangat menikmati perjalanan menuju ke Nusa Penida. Keluarga ini menggunakan fast boat mewah untuk menuju ke pulau kecil tersebut. Stevie duduk di kursi dengan mama Dhini, sedangkan Cassandra berdiri sambil mengamati Altezza, dengan dirangkul oleh suaminya Andreas Jonathan. Sebelum tadi mereka berangkat, Stevie sudah meninggalkan pesan pada suaminya untuk mengikuti mereka menuju ke Nusa Penida,
"Mommy.. ada ikan besar terbang.. mommy.." tiba-tiba terdengar teriakan Altezza mengagumi banyak ikan lumba-lumba yang melompat ke atas,
"Itu ikan lumba-lumba sayang, nanti kita bisa minta pengemudi boat ini untuk mengantarkan kita ke aquarium raksasa langsung dari lautan sayang, Tapi kita ke Nusa Penida dulu, untuk menikmati pemandangan di sana." Cassandra mengarahkan putranya.
"Asyik.. Uncle.. Altezz ingin menginap di nusa Penida. Lihatlah.. dari jauh saja, pulau kecil itu sudah terlihat indah pemandangannya dari tempat ini." tiba-tiba Altezza kembali berteriak, anak kecil itu menunjuk Nusa Penida yang sudah terlihat di depan mata mereka. Cassandra dan Andreas Jonathan tersenyum melihat kedekatan dan keakraban paman dan keponakannya itu.
"Altezz sangat menikmati perjalanan kali ini kak, lihatlah. Bagaimana wajah ALtezz bersinar, dan terlhat akrab dan kompak dengan Uncle Armand.." Cassandra mengajak bicara suaminya.
"Benar katamu honey.. hanya karena kesibukan, aku jarang dan malah bisa dikatakan tidak pernah mengajak kalian semuanya untuk berjalan-jalan, Merasa khawatir dengan keamanan dan keselamatan kalian, yang membuatku harus menjaga kalian dengan sepenuh hati. Tapi kali ini... Armansyah sudah tersadarkan, begitu juga dengan Sandrina, dan Jennifer, tidak akan ada lagi yang akan membuat kita tercerai berai honey. Di masa depan, aku akan semakin sering mengajak kalian untuk refreshing, healing.." Andreas Jonathan menimpali kata-kata istrinya.
Cassandra terlihat bahagia, perempuan muda itu menyandarkan sisi kepalanya ke lengan atas suaminya, dan laki-laki muda itu seperti biasa selalu memanfaatkan kesempatan tersebut. Andreas Jonathan menurunkan kepalanya ke bawah. dan memberikan kecupan di kening istrinya.
"Yang berenang lebar itu apa mommy, cepat di atasnya ada lumba-lumba terbang..." Cassandra melihat ke arah yang ditunjukkan putranya.
"Itu namanya ikan pari sayang... sering dibikin smoked, dan dibuat makanan dengan menggunakan santan jika di wilayah Jawa bagian utara. Siripnya sangat menyakitkan jika sampai terkena ke kulit manusia, bisa menimbulkan demam, dan jika tidak ditangani dengan baik, akan mengakibatkan kematian," Cassandra mengenalkan dua variasi ikan baru itu pada putranya ALtezza.
"bagus sekali ya momm... dan sangat besar ukurannya. Altezza ingin berenang disana, bersama dengan lumba-lumba.." dengan polosnya, ALtezza mengutarakan keinginannya.
"Nanti jika fast boat ini sudah menepi, nanti papa temani kamu berenang dengan ikan lumba-lumba, tetapi tidak bisa dengan ikan pari, karena resikonya akan sangat tinggi. Mommy biar menjaga dan menemani Fazwan di pinggir pantai... Uncle Armand ikut juga kan menemani ALtezz?" Andreas Jonathan menimpali.
"Asyik.. kita akan berenang di laut, dengan papa dan Uncle.. ALtezz sangat senang sekali.." melihat reaksi kesenangan putra pertamanya, Cassandra tersenyum. Anak itu memang jarang sekali dapat menghabiskan waktu bersama dengannya dan Andreas Jonathan, karena kesibukan suaminya. Jadi.. mendengar papanya berjanji akan menemaninya bermain, sorak dan raut kebahagiaan tampak muncul di wajah anak kecil itu.
"Altezz sangat bahagia sekali ya kak Sandra.. seperti akan mendapatkan sesuatu yang berharga baginya.." Stevie yang duduk di samping mama Dhini menyahuti.
"Iya Stevie.., nanti kita bertiga menjadi penonton saja di pinggir pantai. Biar kak Andre yang menemani mereka berenang di laut, dan pasti akan banyak pengawal juga yang akan menemani mereka." Cassandra menanggapi.
**********
Setelah mengenakan peralatan diving, dan juga berganti pakaian, Altezza dan Armand segera mendatangi papa anak itu. Andreas Jonathan tampak sedang mengajak Fazwan bercanda, dan laki-laki itu juga sudah berganti perlengkapan diving. Mendengar suara putra pertamanya, laki-laki muda itu menoleh dan mendatangi ALtezza.
"Apakah sudah siap kid.. Jika sudah, pamitan dulu sama mommy, eyang putri, dan Fazwan.." Altezza menganggukkan kepala, kemudian segera mendatangi Cassandra. Anak kecil itu mencium punggung tangan mommy nya. kemudian Cassandra mencium pipi kanan dan kiri putra pertamanya. Setelah itu, Altezza beralih minta pamit pada mama Dhini, dan terakhir pada Stevie..
"Take care... tidak perlu terlalu jauh kak, ingat Altezz baru kali ini akan berenang di lautan lepas.." ketika suaminya menggandeng tangan ALtezza, Cassandra berteriak mengingatkan suaminya.
"Don.t worry honey... pengawal yang menemani kita, mereka bukan orang sembarangan. Salah satunya pernah di Akademi Maritim, jadi sudah terbiasa dengan lautan.." Andreas Jonathan menjawab dan menenangkan istrinya.
Laki-laki CEO PT. Indotrex. Tbk itu segera naik ke atas fast boat yang tadi membawa mereka. Sebelum boat itu berjalan, Altezza menoleh ke arah Cassandra dan yang lainnya, anak kecil itu melambaikan tangannya, tapi kemudian segera berpegangan karena pengemudi boat, sudah menjalankan kapal kecil cepat tersebut.
Cassandra berdiri, dan melihat sampai fast boat itu hanya terlihat sampai titik kecil jauh di depan. Ketika sudah tidak bisa melihat dengan jelas, perempuan muda itu kembali ke tempat duduknya semula. Terlihat Stevie sedang memesan kelapa muda, dan penjual mengantarkan pesanan itu ke depan mereka.
"Air kelapa muda sangat baik untuk menjernihkan wajah bayi nak Stevie.. tapi jangan dimakan kelapa mudanya. Cukup air kelapanya saja.." tiba-tiba mama Dhini memberi tahu Stevie.
"Iyakah mama... tapi gimana ya, kali ini Stevie ingin makan buah kelapanya juga. Terus gimana ini.." Stevie yang sudah mulai mengambil daging kelapa muda dengan menggunakan sendok kecil, terlihat bingung.
"Ha.. ha.. ha.., dimakan juga tidak apa-apa Stevie. Tapi itu hanya untuk obat lapar, dan obat kepingin saja. Bukan untuk menjernihkan wajah bayi Stevie nantinya.." cassandra berkomentar sambil tertawa. Demikian juga dengan mama Dhini, perempuan paruh baya itu juga turut tertawa.
"Tidak apa... untuk kali ini saja makan dulu. Tapi ke depan, mumpung masih di pulau Bali, banyakin minum air kelapa muda, karena jika di negara Swiss akan sulit bukan mencari tumbuhan dari negara tropis. Meskipun ada pasti, sudah tidak fresh lagi seperti disini.." mama Dhini menambahi.
"Okay.. okay, makasih kak Sandra, mama Dhini.. Kali ini Stevie akan menikmati daging kelapanya terlebih dahulu, baru ke depan, akan minum air kelapanya." sahut Dhini, yang langsung memasukkan serutan daging kelapa muda ke mulutnya.
************