
Setelah mengantarkan nyonya Sandrina dan Jennifer ke depan, Cassandra kembali masuk ke dalam. Melihat tidak ada di ruang tengah, perempuan muda itu tersenyum dan menggelengkan kepala. Ternyata meskipun sudah memberikan hak pada mantan istrinya berupa harta gono gini, papa mertuanya Tuan Wijaya tidak mau menemui mantan istrinya itu. Demikian juga dengan suaminya, Andreas Jonathan juga tidak mau bertemu dengan kedua perempuan itu. Namun demikian, laki-laki muda itu masih mau menguruskan agar kedua orang pelaku kejahatan, yang berusaha menjerumuskan kedua perempuan itu diproses hukum di negara Swiss. Sedangkan nyonya Sheilla, setelah Sandrina berpamitan, perempuan paruh baya itu langsung menyusul suaminya masuk ke dalam kamarnya.
"Pasti kak Andre ada di halaman belakang menyusul Altezz, ada kak Alex juga Stevie di tempat tersebut. Daripada membuat keributan, dan menjadi berakhir buruk ternyata kak Andre lebih suka menghindari konflik. Suamiku sangat menghargaiku, aku merasa bangga dan bahagia bisa mendapatkan suami kak Andre.." Cassandra bergumam sendiri.
Perempuan muda itu segera menyusul ke belakang, dan ternyata apa yang dipikirkannya menjadi kenyataan. Tampak Altezz sedang berenang dalam kolam air hangat bersama dengan Stevie, sedangkan suaminya sedang berbincang dengan Alexander. Cassandra segera mendatangi kedua laki-laki itu. Menyadari kedatangan Cassandra, Andreas Jonathan menoleh dan tersenyum pada perempuan muda itu kemudian menggeser tempat duduknya, untuk memberikan tempat pada istrinya.
"Bagaimana honey.. apakah kedua monster perempuan itu sudah kembali..? Dan untuk apa lagi mereka muncul kembali ke rumah ini, apakah ingin membuka luka lama.." dengan nada sarkasme, Andreas Jonathan melakukan konfirmasi. Alexander tersenyum dan ikut melihat ke arah pasangan suami istri itu.
"Ini suamiku kenapa menjadi paranoid begini.. Tante Sandrina dan Jennifer ingin kembali menjalin silaturahmi, dan memperbaiki hubungan kekeluargaan yang sudah putus antara keluarga kita. Tidak ada yang salah kak, menurut Cassandra sih.. Jangan begitu ah ekspresinya, jelek..." Cassandra menyubit pinggang suaminya, berusaha untuk menetralisir keadaan.
"Sudah cukup sikapku pada mereka honey... Dengan tidak mempermasalahkan sikap mereka di masa lalu, dengan tidak membawa mereka ke kantor polisi, seharusnya mereka sudah tahu diri dan sangat berterima kasih padaku. Hanya menjebloskan Thanom dan Arron mantan suami mereka, harusnya mereka sangat bersyukur." lanjut Andreas Jonathan. Laki-laki muda itu memang sangat susah untuk merubah pendiriannya, apalagi jika sudah terkait dengan hal yang dianggapnya prinsip.
Cassandra terdiam tidak memberikan tanggapan, karena sepertinya laki-laki itu sedang tidak bisa diajak untuk bercanda. Untungnya dari arah kolam renang, Altezza sudah menepi dan dengan berbalut handuk tebal, anak kecil itu mendatangi kedua orang tuanya. Di belakangnya terlihat Jennifer yang juga sudah mengenakan baju ganti mendatangi suaminya ALexander.
"Papa..., mommy... Altezz baru saja berenang. Mommy bantu Altezz untuk mengganti baju ya Momm..." Altezza berteriak dan berubah menjadi manja, ketika melihat ada mommy nya disitu.
"Altezz... jaga sikap, apakah Altezz tidak melihat bagaimana kondisi mommy.." melihat istrinya yang sedang hamil tua, Andreas Jonathan bersikap tegas pada putranya yang masih kecil.
"Papa.... Sini Altezz, untuk kali ini tidak masalah sayang. Mommy akan bantu Altezz mengenakan pakaian.." dengan cekatan setelah memperingatkan suaminya, Cassandra segera mengambil pakaian yang ada di meja kecil, dan memakaikan pada putranya. Melihat hal tersebut, ANdreas Jonathan hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala. Laki-laki muda itu memang sering berbeda pendapat ketika mengasuh Altezza, dimana Andreas Jonathan mengajarkan ketegasan dan sikap keras seorang laki-laki. Tetapi Cassandra mengajarkan sikap lembut dan terlalu memperhatikan anak kecil itu.
"Terima kasih mommy.... Altezz sangat sayang pada mommy..." mendengar jawaban mommy nya, wajah Altezza terlihat sangat sumingrah. Anak kecil itu segera mendekat, dan dengan cekatan Cassandra membantu mengenakan baju putranya itu.
***********
"Apa rencanamu saat ini honey.., apakah kita langsung pulang ke mansion, ataukah masih ada yang akan dicari. Mumpung kita sudah berada di luar saat ini.." sambil mengemudi sendiri, Andreas Jonathan bertanya pada istrinya.
"Tiba-tiba saja Sandra menginginkan steak daging sapi yang well done kak, sama sosisnya juga. Bisakah kak Andre mengantarkan Sandra dan Altezz untuk ke barbeque... Tidak akan banyak Sandra memakannya kak, hanya untuk obat keinginan saja.." menyadari jika suaminya sangat khawatir jika kandungan merica dalam steak akan berdampak pada kehamilan, Cassandra berusaha meyakinkan laki-laki itu.
"Mmm... baiklah, nanti kita akan melewati Ox Restaurant & Grill arah jalan pulang. Orang-orang mengatakan jika steak di restaurant tersebut sangat empuk dan lezat. Untuk komposisi merica yang digunakan, juga sesuai request dari customer, jadi honey bisa menyesuaikan kebutuhannya nanti.." tidak diduga, ternyata laki-laki muda itu langsung mengiyakan keinginan istrinya.
"Hore..., Altezz mau makan steak sama papa dan mommy... Altezz suka steak..." dari belakang, terdengar teriakan senang Altezza mendengar perkataan papa dan mommy nya.
Cassandra menoleh ke belakang, dan melihat ekspresi kegirangan dari putranya itu. Andreas Jonathan sambil memegang setir, melihat dari kaca yang ada di atasnya.
"Iya sayang... papa sore ini berbaik hati pada kita. Papa mau mengajak kita ke Ox Restaurant & Grill sayang. Kita akan menikmati steak dan menu lainnya di restaurant tersebut." Cassandra menimpali kata-kata putra mereka.
Andreas Jonathan tersenyum, dalam hati laki-laki muda itu muncul rasa hangat dan kebahagiaan mendapatkan kebahagiaan kesederhanaan dari keluarga kecilnya. Laki-laki muda itu merasa sudah berada pada sebuah titik balik, dimana semua hal yang menyangkut keluarga kecilnya tidak bisa ditolerir lagi. Andreas Jonathan juga teringat masa-masa arogan, ketika belum memiliki istri dan anak. Semua yang ingin didapatkan tidak melalui perjuangan, semua sudah tersaji di depannya, dan tinggal menikmati saja.
"Kak Andre... ada apa kak, kenapa kakak melamun. Apakah keinginan Cassandra tidak menyenangkan hati kak Andre..? Jika begitu, kita bisa membatalkannya kok.." melihat suaminya hanya diam saja sambil mengemudikan mobil, Cassandra bertanya pada laki-laki itu.
"Tidak perlu khawatir honey... justru aku merasa sangat bahagia. Hanya dengan hal kecil saja, ternyata istri dan putraku sudah merasa senang dan bahagia. Ada rasa hangat yang menyeruak masuk dan menghangatkan dadaku honey... Terima kasih untuk semuanya.." ucap laki-laki itu perlahan sambil tersenyum.
"Mmmm... sama kak, Cassandra juga merasa senabf dan gembira. Karena Cassandra selalu merasa diperlakukan seperti ratu oleh suami dan anggota keluarga lainnya." perlahan Cassandra memiringkan kepala, dan menyandarkannya di bahu kanan suaminya.
**********