
Dengan wajah tidak bersalah, Cassandra kembali datang ke ruang kerjanya dengan memendam rasa penasaran. Hasil pengujian laboratorium membutuhkan waktu hampir 30 menit, sedangkan waktu istirahat sudah habis. Mau tidak mau, gadis itu harus segera kembali ke ruang kerjanya. Baru saja memasuki pintu, terlihat Alexander sudah menunggunya di depan meja kerjanya.
"Tuan Alex mencari saya.." Cassandra bertanya pada laki-laki itu.
"Dari mana kamu Sandra, tuan muda memintamu untuk membuatkan hot black coffee. Hati-hati ya, mood tuan muda sedang tidak baik. Tapi tenang saja, bukan berasal dari kerjaan kantor, sudah sejak datang, sikapnya sudah seperti itu." Alexander memberi tahu permintaan Andreas Jonathan.
"Baik tuan Alex.. saya akan langsung buatkan. Ada sedikit masalah di lantai bawah, jadi tadi saya ke bawah untuk mengecek dan melihatnya sendiri. Lagian juga pas jam istirahat, jadi menurut Sandra tidak akan jadi masalah, jika Sandra turun ke bawah sebentar." Cassandra menjelaskan alasan kepergiannya dari kursinya.
"Tidak masalah untukku Sandra.. ada sedikit masalah, tentang apa?" sampai harus membuat Cassandra turun ke bawah, Alexander berpikir jika masalah itu menyangkut gadis itu,
"Nanti saja deh saya ceritanya tuan Alex, jika sudah ada buktinya. Lagian tim dari laboratorium kesehatan di lantai dua, sedang memeriksa sampel makanan. Nanti jika hasilnya sudah keluar, Sandra akan menceritakan semua pada Tuan Alex. permisi saya akan ke ruang kerja tuan muda sebentar." gadis itu segera meninggalkan Alexander.
Di depan pintu ruang kerja CEO, Cassandra mengetuk pintu tiga kali kemudian mendorongnya ke dalam karena tidak ada jawaban dari dalam. Tatapan Andreas Jonathan menatapnya dengan dingin, tapi gadis itu tetap masuk ke dalam. Tanpa menunggu diperintah, Cassandra segera memanaskan coffee maker, dan memasukkan beberapa bijih kopi Robusta Gold sesuai kesukaan tuan mudanya itu. Tidak lama kemudian, minuman panas itu sudah selesai dibuat, Cassandra mengantarkannya ke depan meja laki-laki itu.
"Ini kopinya tuan muda.., apakah ada yang perlu Sandra siapkan lagi." sambil meletakkan cangkir, Cassandra bertanya hal lain pada laki-laki itu.
"Aku lapar, siapkan makan siang untukku." tanpa memberi rambu-rambu bagaimana seleranya, laki-laki itu meminta untuk disediakan makan siang.
Cassandra terdiam, tetapi karena tidak mau berdebat dengan laki-laki itu, akhirnya gadis itu berjalan meninggalkan tuan mudanya. Sebelum memesan makanan lewat aplikasi online, Cassandra mengetuk ruang Alexander untuk menanyakan menu makanan yang harus dipesannya.
"Tok.., tok.. tok.." Cassandra mengetuk tiga kali pintu ruang kerja Alexander.
"Masuk.." sahut Alexander singkat. Laki-laki itu mengangkat wajahnya ke atas, dan terkejut melihat kedatangan Cassandra ke dalam ruangannya.
"Ada apa Sandra." tanya Alexander.
"Tuan muda mau minta dipesankan makan siang, tuan Alex sekalian tidak. Sandra juga bingung, makanan apa yang disukai oleh tuan muda.." sambil menanyakan menu yang disukai Andreas Jonathan, Cassandra juga menawarkan pada laki-laki itu.
"Kamu sendiri jika siang seperti ini, makanan apa yang ingin kamu makan?" Alexander balik bertanya.
"Sepertinya untuk makan siang, nasi kapau gulai tunjang sepertinya sangat cocok. Sandra jadi pingin makan juga, tadi ga sempat makan sudah diambil tuan muda menu makan saya.." sesuai dengan seleranya, Cassandra asal menjawab.
"Nha itu ide yang bagus.. Cepat pesankan online, kita makan bareng pakai gule tunjang.." Alexander yang beberapa kali pernah makan masakan padang, tampak tertarik dengan menu makanan yang ditawarkan Cassandra.
********
Ketika sedang menikmati nasi padang di ruang kerja CEO bersama dengan Andreas Jonathan dan Alexander, laporan hasil pengujian sampel makanan di laboratorium kesehatan sudah selesai. Untung makanan gadis itu sudah selesai, kemudian Cassandra segera mencuci tangan dan menyikat giginya di rest room yang ada di dalam ruang kerja tuan mudanya.
"Hasil apa itu Sandra.., apa yang kamu ceritakan tadi?" melihat Cassandra mengerutkan dahi, mengamati hasil pengujian laboratorium itu, Alexander bertanya pada gadis itu.
"Iya tuan.. tapi saya seperti tidak percaya dengan hasil ini. Apa maksud Salsa melakukan hal ini pada Sandra, dan akhirnya membuat Samsul celaka." Cassandra bergumam sendiri, setelah mengetahui hasil uji.
Hasil uji menunjukkan bahwa dari sampel makanan pastel, ditemukan kandungan obat pencahar dengan dosis yang sangat tinggi. Bahkan jika, stamina orang yang mengkonsumsinya tidak kuat, akan bisa berdampak pada kematian orang tersebut. Akal sehat Cassandra tidak bisa menerimanya, merasa tidak membuat kesalahan, namun ada yang tega berbuat sejahat itu padanya.
"Salsa.. Salsa siapa Sandra. Apakah kamu sedang berurusan dengan gadis bernama Salsa? Coba ceritakan, apa sebenarnya yang terjadi.." Alexander mengejar pertanyaan pada Cassandra. Bahkan Andreas Jonathan segera mengakhiri makan siangnya.
"Begini tuan Alex.." dengan runtut, Cassandra menceritakan tentang insiden kue hantaran yang diberikan oleh Salsa, yang katanya dalam rangka tasyakuran. Untungnya gadis itu tidak tertarik untuk memakannya, dan memberikan pada Samsul, security lobby, yang malah menyebabkan laki-laki itu menjadi celaka.
"Picik sekali perempuan itu, apakah kami pernah berurusan dengannya sebelum ini. Usut masalah ini dengan tuntas Alex, aku tidak mau perusahaanku dipenuhi dengan SDM yang tidak memiliki karakter yang baik.." mendengar cerita Cassandra, tidak diduga Andreas Jonathan terpancing kemarahannya.
"Mungkin tidak sampai sejauh itu tuan muda.., sebenarnya Sandra juga tidak begitu mengenal dengan Salsa. Hanya saja, sepertinya gadis itu terlalu under estimated dengan saya. Kita mungkin hanya memberikan shock teraphy saja pada Salsa, tidak sampai memecatnya tuan muda.." melihat kemarahan CEO perusahaan atas masalahnya, Cassandra malah menjadi kaget. Dengan cepat, gadis itu mencoba menenangkan tuan mudanya.
"Kamu benar Sandra.. tetapi gadis itu sudah sangat keterlaluan. Aku sendiri yang akan melakukan penyidikan, apakah memang ada unsur kesengajaan dalam hal ini. Jika memang ada, maka tidak akan ada ampun lagi untuk gadis itu. Hal ini harus kita tegakkan, agar menjadi pembelajaran untuk para SDM yang lain. Panggil Miss Cathy, suruh dia segera menyelidiki masalah ini.." tidak diduga, harapan Cassandra pada Alexander adalah laki-laki itu lebih bersikap lunak daripada CEO, ternyata sama saja.
Dalam hati, Cassandra merasa menyesal sudah menceritakan peristiwa itu kepada pemimpinnya. Tanpa bicara lagi, Cassandra segera beranjak dari tempat duduknya, dan mengambil pesawat telephone untuk memanggil Miss Cathy.
"Ada apa nona Sandra.. tumben menghubungiku." untungnya Miss Cathy bersikap profesional. Meskipun hubungannya dengan Cassandra tidak begitu baik, tetapi perempuan itu masih menghargai pekerjaan perusahaan.
"Diminta tuan muda dan tuan Alex untuk datang ke ruangan CEO sekarang juga Miss.." tanpa basa basi, Cassandra menyampaikan perintah CEO dan wakil CEO.
"Segera meluncur kesana.." dengan cepat, Miss Cathy menanggapi permintaan gadis itu.
******