
Malam hari, Andreas Jonathan baru kembali dari pertemuan dengan para colleganya. Ketika laki-laki muda itu pulang, terlihat istrinya Cassandra sedang tertidur dengan Altezza, dengan posisi sedang membacakan buku cerita anak. Altezza memang terbiasa tidur, dengan membaca sebuah buku cerita, dan Cassandra selalu membawakan beberapa buku sebagai pengantar anak itu tidur, Harapan Cassandra, akan ada stimulan yang masuk ke otak putranya, sehingga motorik dan kinetik anak itu menjadi lebih mudah menyerap informasi baru,
Andreas Jonathan menundukkan wajahnya ke bawah, memberikan ciuman di kening istrinya. Kemudian laki-laki muda itu perlahan memisahkan Altezza dari pelukan sang istri, dengan maksud untuk membawanya keluar, dan memindahkannya ke kamar yang lain.
"Mmmm kak Andre sudah datang.., maafkan Sandra kak, mendahului tidur.." tiba-tiba mata Cassandra terbuka, dan menyapa suaminya yang tengah akan mengangkat putranya.
"Tidurlah lagi jika masih mengantuk honey, aku akan memindahkan Altezz ke kamar sebelah. Harus dibiasakan sejak dini, jika Altezz harus membiasakan diri untuk mandiri, dan tidur di kamar sendiri. Biar sampai putra kita nanti besar, akan memiliki jiwa mandiri.." ucap Andreas Jonathan berpesan pada istrinya.
"Bukan salah putra kita kak, tadi Sandra yang mengajaknya tidur disini, dan membacakannya cerita anak." seperti biasa, dan juga sama dimanapun, seorang ibu pasti akan melindungi putranya, untuk tidak mendapatkan omelan dari papanya.
Tanpa memberikan tanggapan, Andreas Jonathan langsung membopong keluar Altezza dan membawanya ke kamar yang ada di sebelahnya. Melihat hal itu, Cassandra segera berupaya bangun, untuk menemani suaminya yang masih terjaga. Perempuan muda itu berdiri, dan berjalan ke arah pantry yang tersedia di Pant House. Cassandra bermaksud untuk membuatkan teh manis panas untuk suaminya, mengingat laki-laki muda itu baru saja kembali ke hotel.
"Honey..., aku akan mandi sebentar ya, ternyata tubuhku sangat lengket. Sejak pagi belum tersentuh air sedikitpun." tiba-tiba terdengar suara Andreas Jonathan dari dalam kamarnya,
"Iya kak..." sahut Cassandra, sambil mengaduk gula di dalam tumbler kecil untuk suaminya,
Setelah teh panas itu siap, Cassandra segera membawakan ke kamar dan meletakkanya di atas meja. Sembari menunggu suaminya berada di dalam kamar mandi, Cassandra menyiapkan pakaian piyama dan pakaian dalam. Semenjak menikah, Cassandra memang selalu melayani urusan pribadi suaminya. Melihat king size bed yang sedikit acak-acakan karena digunakan tidur olehnya dan Altezza, perempuan muda itu segera merapikannya kembali.
"Apa yang kamu lakukan honey.., sebentar lagi kita akan tidur kembali, untuk apa dirapikan. Membuang-buang energi honey saja, kan energinya bisa digunakan untuk yang lain.." tiba-tiba terdengar suara Andreas Jonathan menegur apa yang dilakukan oleh istrinya.
Perempuan muda itu tersenyum kemudian menoleh ke arah suaminya. Tampak suaminya hanya mengenakan handuk dengan melilitkan sampai di pinggangnya. Dada six pack, seperti roti sobek dengan bau harum aroma sabun mandi membuat jantung perempuan muda itu berdebar, dan tanpa sadar pipi Cassandra memerah, Melihat sikap istrinya, dengan tidak malu Andreas Jonathan malah melepaskan lilitan handuk itu di depan istrinya.,
"Kak Andre.. kenapa malah menghadap ke arah Cassandra.. Kan bisa membelakangi Sandra jika hendak melepaskan handuknya.." Cassandra kaget melihat sikap nekad suaminya. Perempuan muda itu menutup wajah dengan menggunakan kedua tangannya.
"Hemm... kamu memang terlalu menggemaskan honey, lihatlah adikku menjadi bangun melihat tingkahmu..." tidak diduga, Andreas Jonathan malah mendekati perempuan muda itu, dan berbisik di telinganya.
Tubuh Cassandra malah terasa bergetar, apalagi laki-laki muda itu kemudian memeluk istrinya dengan tidak mengenakan pakaian sama sekali. Akhirnya dengan pasrah, dan tidak kuasa menolak akhirnya Cassandra terkulai lemas dalam kungkungan suaminya, dan malam itu berlalu dengan sangat manis bagi pasangan suami istri itu.
Keesokan Paginya
Cassandra sedang menemani suaminya dan Altezza sarapan pagi di meja makan di dalam Pant House. Andreas Jonathan melarang keluarganya untuk makan pagi, jika harus bergabung dengan pengunjung hotel lainnya di restaurant hotel. Altezza duduk sendiri di kursi makan, dan tampak sedang menikmati makanannya sendiri. Sesekali Cassandra akan membantu putranya, jika sudah mulai belepotan.
"Honey... Alex dan Stevie sudah berada di kota ini, di Zurich tadi malam sekitar pukul sebelas.." tampak ada tatap curiga di mata Andreas Jonathan. Sepertinya laki-laki itu sudah bisa mengira, jika keberadaan adik kandung dan suaminya di kota ini ada hubungannya dengan Cassandra.
"Iyakah.. memang Sandra yang minta Stevie untuk mampir ke Zurich kak. Stevie dan kak Alex sedang berbulan madu di Italia, kan negara itu berbatasan langsung dengan negara Swiss. Ya sudahlah, karena Stevie juga sangat merindukan Altezz, dan juga bercerita merasa kesepian karena mama Sheilla dan papa Wijaya sudah berangkat ke Canada, aku minta saja mereka untuk datang kesini." tanpa merasa bersalah, dengan polosnya Cassandra menjawab jujur.
Andreas Jonathan mengambil nafas panjang, karena tidak mungkin jika akan memarahi istrinya. Mereka bisa sampai ke negara Swiss, karena ingin memberikan perlindungan pada istri dan putranya.
"Uhukk..., honey.., tahukah tujuan kita kenapa sampai harus bermigrasi ke negara ini sementara sayang...?? Semua untuk menjaga honey dan Altezz dari kemungkinan buruk orang-orang yang mengincar keamanan kita honey, dan bahkan aku sendiri tidak pernah memberi tahu ada di negara mana, sebenarnya aku membawamu pergi.." dengan nada datar, Andreas Jonathan menimpali kata-kata istrinya.
Mendengar hal itu, Cassandra menjadi tersentak, dan teringat kembali tentang tertutupnya keberangkatan mereka ke negara Swiss. Perempuan itu menatap wajah suaminya dengan tatap penyesalan, merasa sudah mengacaukan perlindungan keamanan yang dibuat oleh suaminya.
"Maafkan Sandra kak.., jujur kak, Sandra lupa itu semua.." dengan sorot mata puppy eyes, Cassandra menatap suaminya.
"Hemm... sudahlah honey. Tidak ada yang perlu untuk disesali, semua sudah terlanjur. Tapi juga kebetulan juga, aku sedang membutuhkan bantuan Alexander untuk membereskan permintaan kerja sama dari beberapa pelaku usaha di negara Eropa." akhirnya karena merasa tidak tega melihat istrinya, Andreas Jonathan tidak mempermasalahkan kesalahan yang dilakukan oleh Cassandra.
Masih dengan penyesalan, Cassandra menjadi tidak bisa lagi menikmati sarapan paginya. Perempuan muda itu hanya mengaduk-aduk makanannya.
"Honey.. lupakan, jangan seperti itu. Apa perlu aku suapin makannya, biar cepat habis.." melihat sikap istrinya yang merasa bersalah, Andreas Jonathan kemudian berdiri, dan duduk di samping istrinya.
Tanpa melihat lagi ke arah istrinya, Andreas Jonathan segera mengambil garpu kemudian mengambil potongan sandwich, kemudian menyuapkan ke mulut istrinya. Tidak berani untuk melakukan penolakan, Cassandra mengunyah perlahan makanan yang disuapkan oleh suaminya. Pasangan suami istri itu tampak romantis, dengan saling menyuapi akhirnya tanpa mengabaikan keberadaan Altezza di tempat itu.
********