CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 23 Tamu Malam Hari



Cassandra merasa bingung tidak tahu apa yang akan dilakukannya, karena tidak mungkin untuk mengusir pergi dua atasannya itu dari apartemen. Apalagi apartemen ini merupakan fasilitas perusahaan yang dimiliki oleh CEO, jadi keberadaan Andreas Jonathan disini, sama juga dengan berkunjung ke asset miliknya. Alexander seperti menyadari kegelisahan yang dirasakan oleh gadis itu.


"Sandra.. sepertinya di belanjaan tadi aku melihat ada Excellso ya, jika tidak keberatan mungkin kamu bisa membuatkan kami berdua dua black coffee panas. Untuk tuan muda, pakai brown sugar, untukku bebas.." suara Alexander mengurangi kebingungan yang dirasakan gadis itu.


"Baik Tuan.. tadi saya juga sempat melihatnya. Tunggu sebentar ya.." Cassandra seperti memiliki alasan untuk meninggalkan mereka berdua, dan berkutat di pantry.


"Apa yang harus aku lakukan, jam sudah menunjukkan pukul 22.00 lebih, aku tidak biasa menerima teman apalagi laki-laki sampai jam segini. Ya Tuhan... tolonglah aku.." sambil menyalakan kompor induksi, Cassandra menjerang air. Kemudian sambil menunggu air mendidih, Cassandra menyiapkan dua cangkir dan diberinya masing-masing satu sendok kopi hitam. Dia sendiri menyiapkan kantung lemon tea untuk mengantarkan malam.


"Hmm..., bagaimanapun aku harus tetap menghormati mereka, dan aku yakin mereka tidak akan kurang ajar kepadaku. Aku buatkan sandwich saja ya, atau french fries untuk teman minum kopi." merasa tidak enak, akhirnya Cassandra sekaligus membuat tiga potong sandwich dengan menggunakan daging asap dan cheese yang ada di kulkas.


Bau harum daging panggang menyeruak masuk ke hidung dua laki-laki, yang sedang mengamati gadget mereka di ruang tamu. Andreas Jonathan tanpa sadar menengok ke pantry, namun Cassandra tidak terlihat.


"Padahal barusan kita sudah makan malam ya tuan muda.. tapi tetap juga perutku meronta-ronta mencium wangi aroma masakan Cassandra." Alexander berkomentar, dan Andreas Jonathan hanya mengangkat bahunya.


Tidak lama kemudian, Cassandra datang membawa nampan berisi tiga cangkir. Setelah meletakkan di atas meja, gadis itu kembali ke pantry dan membawa piring berisi sandwich dan kentang goreng. Satu cawan kecil berisi chili sauce dan tomato sauce ikut menyertai. Melihat makanan yang dibawa gadis itu, Alexander tertawa kecil. Laki-laki itu tahu persis jika tuan mudanya sangat tidak menyukai makanan fast food. Menurutnya makanan itu masuk kategori tidak sehat, dan hanya untuk menghibur anak kecil. Tetapi kali ini, Cassandra menyuguhkan pada mereka berdua makanan seperti itu.


"Silakan diminum kopinya tuan muda, tuan Alex. Maaf .. karena saya hanya tinggal sendiri, tidak ada makanan lain yang bisa saya sajikan disini. Hanya sandwich dan french fries yang bisa saya sajikan.." dengan malu-malu, Cassandra menawarkan makanan itu pada dua laki-laki di depannya itu.


"Tidak masalah untukku Sandra.. tidak perlu khawatir. Hanya saja untuk tuan muda..." Alexander tidak melanjutkan kata-katanya ketika tiba-tiba Andreas sudah mengambil satu potong sandwich, kemudian memasukkan ke mulutnya. Speechless.. laki-laki itu seperti kehabisan kata-kata, dan wajah Cassandra terlihat senang melihat tuan mudanya mencicipi makanan yang telah disajikannya.


Alexander mengikuti tuan mudanya, dia segera mengambil satu potong dan ketika menggigitnya, laki-laki itu merasa takjud dengan rasa makanan itu. Meskipun penampilan sederhana tanpa plating, sandwich itu terasa sangat lezat di mulut dengan rasa juicy mayonaice berpadu dengan lettuce dan bawang bombay di dalamnya. Sesaat Alexander menghentikan kunyahannya untuk merasakan tekstur makanan.


"Lezat sekali sandwich buatanmu Sandra.. kapan-kapan boleh ini bawa beberapa potong untuk breakfast kami berdua di kantor.." tanpa mengenal malu, Alexander berkata pada Cassandra.


"Iya tuan Alex.. kapan-kapan Sandra buatkan, itu juga kalau tidak kesiangan bangunnya.." ucap gadis itu sambil melirik jam yang ada di dinding ruangan tempat mereka mengobrol.


Alexander tanggap dengan sikap gadis itu, karena memang jarum jam sudah hampir berada di angka sebelas malam. Laki-laki itu memahami kegelisahan gadis yang ada di depannya itu.


Sebenarnya Andreas Jonathan masih merasa enggan untuk pergi meninggalkan tempat itu, tetapi melihat Cassandra yang beberapa kali menguap akhirnya laki-laki itu mengikuti ajakan Alexander.


**********


Suara alarm mengejutkan Cassandra, dan gadis itu menengok ke arah jam yang ada di atas meja. Ternyata waktu sudah berada di angka jam tujuh pagi. Gadis itu langsung terduduk, dan segera bergegas bangun dan mencuci wajah dan sikat gigi di wastafel.


"Gara-gara semalam, aku kesiangan bangun kali ini. Aku buat sarapan nasi goreng saja, karena nasi kemarin tidak aku makan, jadi masih sisa banyak." mengingat semalam tidak makan di rumah, nasi putih masakan kemarin masih tersisa di dalam magic com. Merasa sayang jika harus membuangnya, Cassandra bergegas untuk membuatnya menjadi nasi goreng.


Dengan cepat, sambil menyalakan minyak di penggorengan, Cassandra mengulek bumbu untuk membuat nasi goreng. Setelah minyak panas, beberapa potong beef sausage dipotongnya kemudian dimasukkan ke dalam penggorengan. Selaian sausage, Cassandra juga membuat telur mata sapi untuk melengkapi nasi gorengnya.


Tidak membutuhkan waktu lama, Cassandra sudah menyelesaikan masak nasi goreng, dan beberapa lauk untuk peneman. Dengan rapi, gadis itu menyusunnya dalam tupperware, dan teringat ucapan ALexander tadi malam yang berpesan untuk membawakan breakfast, nasi goreng yang masih sisa banyak itu, dimasukkannya juga dalam dua tupperware.


"Jika tuan muda dan tuan Alexa tidak mau memakannya, aku bisa memberikan pada security. Mereka baik padaku, pasti mau menerima makanan ini." gumam cassandra sambil mengemas tupperware ke dalam goodie bag.


Setelah semuanya selesai, Cassandra segera bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tidak lama kemudian, hanya dalam hitungan waktu lima menit, Cassandra sudah keluar dari dalam kamar mandi. Dengan cepat untuk menghemat waktu, Cassandra hanya merias wajah secara minimalis. Merasa malas untuk mengambil baju di lemari, gadis itu menggunakan baju belanjaan tadi malam di Senayan City.


"Tet.. tet.. tet..." baru saja gadis selesai berkemas, bel pintu tiba-tiba berbunyi, Cassandra mengerutkan dahi, karena merasa tidak memiliki janji dengan siapapun.


"Hadeh siapa itu.. masak pagi-pagi begini sudah bertamu.. Apa mereka tidak tahu jika aku sudah akan terlambat masuk kerja, malah bertamu pagi sekali." Cassandra berbicara pada dirinya sendiri.


Merasa tidak mau menemui dan mempersilakan masuk tamunya ke dalam, Cassandra segera menenteng tas kerja dan goodie bag. Untuk menghindari tamunya memaksa masuk, dia memiliki alasan untuk segera cepat sampai di kantor. Perlahan gadis itu membuka pintu kamar, dan betapa terkejutnya ternyata dengan senyum manis, Herlambang sudah berdiri di depan pintu kamar apartemennya.


********